
Tanpa diketahui oleh siapapun, ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan gerak-gerik dari Asmirandah dan juga Zidane itu.
"jadi memang mereka mempunyai hubungan?"tanya orang itu yang tak lain adalah Jordan. adik sepupu dari Zidane.
Laki-laki tampan yang memiliki brewok sedikit tipis itu, emang sengaja mengikuti kakak sepupunya saat keluar dari dalam rumah. karena memang, Zidane masih memutuskan tinggal bersama dengan kedua orang tuanya. laki-laki itu masih enggan untuk tinggal sendiri seperti sebelumnya.karena ada sesuatu, yang ingin ia sampaikan pada kedua orang tuanya.
Sementara Jordan, laki-laki itu juga masih berada di rumah kedua orang tua Zidane. karena Jordan masih merasa penasaran dengan kakak sepupunya itu. dan sekarang, sampailah laki-laki itu di balik sebuah pohon yang tumbuh subur di sekitaran restoran itu.
Laki-laki itu masih mengamati interaksi yang dilakukan oleh Zidane dan juga Asmirandah. dan sesekali, terlihat laki-laki itu mengusap kepala Asmirandah dengan penuh kelembutan.
Entah mengapa, hati dari Jordan sedikit merasa tersentil saat melihat pemandangan itu. setelah tersadar dari apa yang ia pikirkan, laki-laki itu segera menggelengkan kepalanya.
"Ada apa denganku ini?"batin Jordan bertanya-tanya. karena entah mengapa, hati laki-laki itu seperti merasakan sesak yang luar biasa saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.
puk
Jordan seketika terjingkat. saat laki-laki itu merasakan pundaknya disentuh oleh seseorang. dan dengan segera, laki-laki tampan yang memiliki brewok seperti aktor-aktor ternama itu, segera menoleh ke arah sumber suara.
"sedang apa di sini?"tanya orang itu yang tak lain adalah Tiara dengan senyuman yang terlihat sangat malu-malu.
"uhmm tidak apa-apa aku hanya ingin merasakan udara segar di sini."ucap laki-laki itu dengan sedikit nada gelagapan.
"mau ikut denganku?"tanya Tiara dengan raut wajah merah padam. karena Wanita itu, baru saja mawarkan sesuatu pada lawan jenisnya. tentu saja hal itu membuat Tiara, sedikit berdebar. karena sebelumnya, wanita itu tidak pernah melakukan hal itu.
"boleh."Jordan menganggukkan kepala. membuat Tiara yang mendengarnya, seketika terperangah. Karena Wanita itu tidak menyangka jika Jordan akan langsung menyetujui ajakannya.
Dengan pipi yang bersemu merah, wanita itu segera berjalan mendahului Jordan. membawa laki-laki itu, di sebuah meja yang merupakan tempat wanita itu bersama dengan Asmirandah.
"di sini makanannya enak-enak loh, apa tidak ada niatan untuk memesan?"tanya Tiara dengan degup jantung yang semakin menggila.
__ADS_1
Bahkan tangan wanita itu, sedikit gemetar dengan mengeluarkan keringat dingin. pertanda bahwa Tiara saat ini tengah benar-benar merasa grogi berada di dekat Jordan.
"aku tidak tahu makanan yang enak di sini. apakah kau bisa memesankan untukku?"tanya Jordan menatap ke arah wanita yang ada di hadapannya saat ini.
"ten... tentu saja."ucap Tiara dengan ekspresi wajah gugup luar biasa. dengan segera, wanita itu memesankan apa yang diinginkan oleh Jordan. tak lupa juga, Tiara memesankan minuman yang sangat spesial untuk laki-laki itu.
"Buna....! tolong aku!" jerit Tiara dalam hatinya. Karena Wanita itu merasa jantungnya semakin menggila dan tidak menentu akibat tingkah laku dari Jordan yang menurutnya sangat lembut saat berbicara terhadapnya itu.
Padahal yang sebenarnya terjadi, laki-laki itu tengah menahan sesuatu yang entah mengapa bergejolak di dalam hatinya saat melihat pemandangan Kakak sepupunya bersama dengan wanita itu.
Kembali lagi ke Jordan. saat ini, laki-laki itu tengah menatap lurus ke depan. sejak tadi, Jordan merasa sangat gelisah luar biasa entah apa yang terjadi sebenarnya pada laki-laki itu. karena Jordan, juga merasa tidak mengerti dengan situasi hatinya saat ini.
"aku pasti sudah gila!"umpat laki-laki itu dalam hati.
Tak lama berselang, Tiara datang dengan membawa satu nampan penuh di tangannya. membuat Jordan yang melihat itu, seketika membelalakkan kedua matanya. laki-laki itu tidak percaya jika Tiara memesankan makanan sebanyak ini untuknya.
"apa kau serius memesankan aku sebanyak ini?"bukannya menjawab, Jordan justru malah balik bertanya dan menatap ke arah wanita itu dengan tatapan tak percaya.
"kau tenang saja. aku juga akan ikut memakan makanan ini. mana mungkin kau menghabiskan semuanya."jawab Tiara dengan santainya.
Membuat Jordan yang mendengar itu, seketika menghela nafas lega."Ya sudah ayo kita makan."ajak laki-laki itu pada Tiara.
Membuat wanita yang memiliki rambut sampai pinggang itu, seketika mematung. karena Lagi Dan Lagi, wanita itu merasa jantungnya kembali tidak aman akibat ucapan dari Jordan itu. padahal apa yang dikatakan oleh Jordan itu, adalah hal yang sangat biasa.
Pada akhirnya, mereka menyantap makanan itu dengan suasana yang sangat hening. apalagi Tiara. wanita itu sedikit merasa gugup. dan sesekali, akan menatap ke arah Jordan dengan senyum merekah di bibir mungilnya.
"aku rasa aku memang benar-benar menyukainya."batin Tiara bersorak girang. mata wanita itu tidak lepas dalam memandangi wajah Jordan yang sangat tampan menurutnya. dan beberapa kali, Jordan akan menatap ke arah Tiara. karena laki-laki itu merasa, bahwa wanita yang ada di hadapannya saat ini tengah memperhatikannya.
Namun, secepat kilat Tiara akan memalingkan wajahnya. saat tidak sengaja mata dari laki-laki itu, bertabrakan dengannya.
__ADS_1
***
Sementara itu di taman belakang restoran itu, suasana masih sama seperti semula. tidak ada lagi suara dari kedua sepasang anak manusia itu.
Karena baik Zidane ataupun Asmirandah, sama-sama tengah menenangkan dirinya masing-masing akibat insiden yang baru saja terjadi di antara mereka itu.
"apakah kau baik-baik saja?"tanya Zidane pada akhirnya setelah mereka berdiam diri cukup lama.
"aku baik. Bang Zidane tidak usah khawatir."ucap wanita itu dengan ekspresi wajah biasa saja.
Zidane yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala Seraya tersenyum simpul.
"Asmirandah."
"ya?"
"aku mencintaimu."
Kedua mata Asmirandah seketika membulat dengan sempurna. saat wanita itu mendengarkan ucapan keramat yang dilontarkan oleh laki-laki yang ada di depannya saat ini.
"aku pasti salah mendengar."ucap wanita itu Seraya menggelengkan kepalanya.
"tidak! kau tidak salah mendengar aku memang benar-benar mencintaimu!"sahut Zidane dengan cepat.
degh
Jantung Asmirandah seakan ingin benar-benar lepas dari tempatnya saat wanita itu benar-benar mendengar ucapan dari laki-laki yang ada di sebelahnya saat ini.
"Maaf aku tidak bisa!"setelah mengatakan hal itu, Asmirandah segera melangkahkan kakinya untuk kembali pada Tiara. Karena Wanita itu baru sadar, jika telah meninggalkan sahabatnya itu terlalu lama.
__ADS_1