
Beberapa Minggu kemudian,...
Kondisi putra dari Asmirandah dan juga Zidane, sudah semakin pesat perkembangannya. bahkan alat-alat yang ada dalam tubuh mungil bayi laki-laki itu, satu persatu sudah dilepas. dan sekarang, sedang mencoba untuk meminum air kehidupan itu langsung dari pabriknya.
Tentunya, Hal itu membuat Asmirandah, pada awalnya merasa sangat risih. karena hal ini, adalah hal pertama bagi wanita cantik itu. namun entah dari mana datangnya, wanita itu sedikit merasa berani dengan apa yang akan ia lakukan.
'ini demi rasa kemanusiaan.' batin wanita itu mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri.
Sementara Zidane dan yang lain, masih berusaha keras untuk mendekati dan memberi pengertian pada wanita yang baru saja menyandang sebagai ibu muda itu. dan bahkan, Tiara seringkali mendatangi wanita cantik itu untuk meminta maaf.
Namun sepertinya, usaha dari mereka semua belum membuahkan hasil yang sangat maksimal. karena reaksi dari Asmirandah, masih terbilang datar-datar saja. dan hal itu sukses membuat Tiara dan juga Zidane yang melihat itu, merasa sangat sedih dan juga semakin merasa sangat bersalah.
"Nyonya Asmirandah, anda ternyata di sini?"tanya seorang perawat saat tidak sengaja berpapasan dengan wanita cantik yang menyandang sebagai ibu muda itu.
Asmirandah yang mendengar itu, seketika tersenyum simpul cara yang menganggukkan kepalanya."saya ke sini hanya ingin melihat perkembangan dari Putra saya."jawab wanita itu dengan wajah yang sangat bersahabat.
Memang, akhir-akhir ini Asmirandah sudah mulai menerima kenyataan yang ada. bahwa dirinya saat ini, sudah memiliki manusia baru yang sangat bergantung kepadanya baik kasih sayangnya ataupun air kehidupan yang ada dalam tubuhnya. hanya sedikit kenyataan dalam hidupnya yang mampu Asmirandah terima.
Karena pada kenyataannya, wanita itu masih tidak terima jika dibohongi dan juga dijebak oleh orang-orang yang berarti dalam hidupnya. belum lagi, wanita itu harus mendapati kenyataan bahwa kedua orang tuanya telah tiada. dan hal itu, disebabkan oleh perlakuan dirinya.
Walaupun sampai saat ini, Asmirandah sama sekali belum mampu untuk bertandang ke kediaman Orlando ataupun mendatangi alamat yang diberikan oleh Naomi waktu itu.
__ADS_1
Lama berjalan di lorong rumah sakit, pada akhirnya Asmirandah telah sampai di depan ruang rawat khusus bayi prematur yang ada di rumah sakit itu.
"perkembangan putra Anda sangat pesat Nyonya. saya yakin sebentar lagi, putra anda akan segera bisa dibawa pulang."ucapan dari perawat itu, sukses membuat Asmirandah menoleh ke arahnya. dan tak lama berselang, wanita itu tersenyum tipis.
Memang selama beberapa minggu ini, Asmirandah mulai memproduksi air kehidupan dalam tubuhnya. wanita itu mulai terbiasa dengan alat untuk menunjang semuanya. dan hari ini, untuk pertama kalinya Asmirandah akan mencoba untuk memberikan air kehidupan itu secara langsung tanpa bantuan alat apapun.
"mari Nyonya, Anda harus dalam keadaan steril untuk masuk ke dalam ruangan putra anda."perkataan dari perawat itu, sukses membuat lamunan Asmirandah buyar. tak lama berselang, wanita cantik itu menganggukkan kepala.
Wanita cantik itu, dengan perlahan-lahan mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan itu. seketika itu pula, mata dari wanita itu berkaca-kaca saat melihat langsung bagaimana bentuk dari Putra yang baru saja ia lahirkan itu.
'makhluk mungil yang aku lahirkan ini, adalah anakku?'tanya wanita itu dalam hati dengan tangisan pilunya.
"apakah anda baik-baik saja nyonya? Jika anda masih belum sanggup, kita akan melakukannya lain hari saja. karena percuma jika dipaksakan. semuanya tidak akan pernah baik."ucap suster itu mencoba untuk memperingatkan.
Dengan gerakan yang sangat hati-hati, istri dari Zidane Prakoso itu, mulai mengangkat bayi mungil itu dan memeluknya dengan sangat erat.
"maafkan Mama sayang."ucap wanita itu masih dengan linangan air mata. dan beberapa kali, memberikan sentuhan berupa kecupan hangat di tubuh mungil bayi itu. dan perlahan tapi pasti, wanita itu mulai membuka pakaian bagian atasnya untuk menyalurkan antara kulit putranya dengan kulitnya sendiri.
Tentunya Setelah ruangan itu tertutup dengan kelambu secara sempurna. dan secara kebetulan ataupun apa, bayi yang ada di ruangan itu hanyalah bayi milik Asmirandah dan juga Zidane. tentunya Hal itu membuat Asmirandah semakin leluasa untuk melakukan skin to skin dengan bayi mungil itu. dan setelah beberapa saat kemudian, wanita itu mulai mencoba untuk memberikan air kehidupan itu secara langsung.
"tenanglah nyonya. saya akan selalu ada di sini untuk membimbing anda."ucap suster itu mencoba untuk menenangkan Asmirandah. dan Hal itu, dibalas anggukan kepala ibu muda itu.
__ADS_1
Tak terasa, sudah hampir setengah jam lamanya wanita cantik itu memberikan air kehidupan pada bayi mungil yang ada dalam dekapannya. dan tak terasa pula, bayi mungil itu pun tertidur pulas dalam pelukan sang ibu.
"dia sudah tidur sus."beritahu Asmirandah pada perawat itu. dengan perlahan-lahan dan juga hati-hati, wanita yang memakai atribut serba warna biru itu, segera memindahkan bayi mungil itu kembali ke dalam tempatnya.
"Terima kasih banyak sus. nanti sore, saya akan kembali lagi ke sini."ucap Asmirandah Seraya melangkahkan kakinya untuk segera pergi dari sana. perawat itu hanya menganggukkan kepala.
***
"bagaimana apakah Asmirandah sudah bisa dihubungi?"tanya Tiara yang merasa cemas pada sahabatnya itu.
Zidane juga Jordan yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepalanya. hal itu tentu saja membuat wanita berambut panjang sampai pinggang itu, menghela nafasnya frustasi. entah bagaimana lagi caranya agar mereka menemukan keberadaan Asmirandah.
Karena semenjak wanita itu tersadar dari komanya, mereka sama sekali tidak diizinkan untuk berbicara ataupun bertatap muka dengan Asmirandah. ibu muda itu, benar-benar menutup akses untuk mereka bertiga.
"Ini semua salahku!" ucap Zidan penuh dengan penyesalan dan sesekali, laki-laki itu akan memukul dirinya sendiri secara brutal.
"sudahlah Bang. jangan pernah menyesali sesuatu yang tidak ada gunanya. seharusnya, kau harus bersyukur. karena dalam kejadian ini, kau mendapatkan dua kebahagiaan. yang pertama, kau mampu bersanding dengan Asmirandah walaupun dengan cara yang salah namun kau sudah merasakannya. yang kedua, dari pernikahan dan hubungan kalian itu, kau diberikan Putra yang sangat kuat. seharusnya kau menyukuri akan hal itu."ucap Jordan mencoba untuk menasehati Kakak sepupunya itu.
Hingga membuat laki-laki berwajah hitam manis itu, sejenak terdiam. dan beberapa saat kemudian, ikut menganggukkan kepala dan tersenyum tipis. kemudian tak lama berselang, laki-laki berwajah manis itu bangkit dari tempat duduknya.
"mau ke mana Bang?"tanya Jordan secara spontan saat melihat aksi dari kakak sepupunya itu.
__ADS_1
"melihat anakku sebentar."jawabnya Seraya berlalu pergi dari sana. sementara Jordan dan juga Tiara, sama-sama menatap kepergian dari laki-laki itu dengan senyuman yang berbeda. jika Tiara tersenyum dengan lega, maka berbeda dengan Jordan. senyuman dari laki-laki itu terkesan Sangat misterius.