Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 187


__ADS_3

Asmirandah perlahan-lahan membuka matanya. wanita itu seketika mengerami kesakitan karena merasakan, semua persendiannya seperti lepas dari tempatnya. dan tak berselang lama, kedua sudut mata dari wanita itu mengembun. dan setelahnya, mengalir sebuah cairan bening yang begitu banyak disertai suara isak tangis yang begitu memilukan.


"hiks hiks hiks kenapa aku harus mengalami kejadian seperti ini?"tanya wanita itu dengan tatapan yang begitu sendu


Ceklek


Kedua bola mata dari Asmirandah seketika membulat sempurna saat mendengar suara pintu yang dibuka dari luar. dengan secepat kilat, wanita cantik itu bersembunyi di balik selimut dengan tubuh bergetar hebat karena menahan takut yang luar biasa.


"Nyonya, apakah anda baik-baik saja?"tanya salah seorang pelayan Seraya menepuk bahu milik Asmirandah. hingga membuatnya, sedikit tersentak.


Huh, ternyata yang membangunkannya adalah seorang pelayan di rumah itu. Untung saja Asmirandah belum berteriak kencang. Karena Wanita itu mengira, bahwa yang menyentuhnya kali ini adalah Jordan. tapi ternyata itu salah besar. Asmirandah pun, menghela nafas lega.


"kenapa?"tanya wanita itu setelah berhasil menguasai tubuhnya sendiri.


"Anda harus memberikan air kehidupan untuk Nona Ara. dan ini tempatnya."ucap pelayan itu Seraya menunjukkan beberapa kantong yang ada di hadapan Asmirandah.


"kenapa aku harus memberikan di tempat ini? bukankah lebih baik memberikannya secara langsung?"tanya wanita itu dengan mengerutkan keningnya.


"Anda harus---"


"kau harus ikut aku setelah sarapan pagi."ucapan dari perayaan itu seketika terhenti saat mendengar sahutan yang begitu dingin dan juga tegas dari Jordan.


Tentunya hal itu membuat Asmirandah, seketika tersentak kaget. wanita cantik itu kembali bergetar hebat karena mengingat bagaimana kejamnya Jordan malam tadi.


"tolong ampun aku Jordan aku---"


"---segera makan dan bersiap-siaplah. setelah itu, aku tunggu kau di bawah."dengan teganya, Jordan memotong ucapan dari wanita itu.


Hingga membuat Asmirandah seketika menghela nafas panjang. dan dengan perlahan tapi pasti, wanita itu pun menganggukkan kepala. lebih baik saat ini, dirinya menurut saja. karena Asmirandah benar-benar sangat ketakutan saat melihat kamu kan dari laki-laki yang menjadi suaminya itu.

__ADS_1


"ba... baik."dengan nada suara terbata-bata dan juga tubuh bergetar hebat, pada akhirnya Asmirandah memutuskan untuk menurut. wanita itu segera berjalan secara perlahan untuk menuju ke kamar mandi.


Sungguh tubuhnya benar-benar sangat tidak bisa diajak kompromi. ditambah lagi dengan keadaan di bawah sana yang begitu nyeri luar biasa. memaksa Asmirandah untuk berjalan secara perlahan.


Dan hal itu tak luput dari pantauan Jordan. sebenarnya, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu merasa begitu kasihan dengan wanita yang berstatus sebagai istrinya itu. namun amarah dan juga gengsinya lebih dominan di dalam dirinya. sehingga membuat Jordan, pada akhirnya hanya terdiam saja.


****


Setelah selesai menikmati sarapan dan bersiap-siap, pada akhirnya Jordan membawa Asmirandah untuk pergi ke suatu tempat menggunakan pesawat pribadi milik laki-laki itu.


Sebenarnya Asmirandah benar-benar begitu bingung. Namun demikian, wanita itu tidak berani untuk membuka suara hanya sekedar bertanya. karena raut wajah dari laki-laki yang ada di sampingnya saat ini, benar-benar masih mengerikan. dan akhirnya, yang dapat dilakukan oleh wanita itu hanyalah berdiam diri.


Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka melesat menjauh dari tempat itu menggunakan pesawat pribadi. di sepanjang perjalanan itu, Asmirandah hanya menatap kosong pemandangan yang begitu indah di Kanada juga kirinya. karena langit, benar-benar cerah dan juga indah.


"sebenarnya kita mau ke mana?"pada akhirnya, Asmirandah mencoba untuk memberanikan diri bertanya pada laki-laki itu. membuat Jordan sendiri, seketika menoleh.


"merubah dirimu."jawabnya datar dan juga dingin.


Syok? tentu saja rasa itu yang pertama kali dirasakan oleh Asmirandah saat mendengarkan kalimat yang dilontarkan oleh laki-laki yang berstatus sebagai suaminya itu.


"me... merubah bagaimana maksudmu?"tanya wanita itu dengan nada suara terbata-bata. karena jujur saja, Asmirandah tidak mengerti kalimat ambigu yang dilontarkan oleh Jordan.


"merubah semuanya termasuk juga DNA pada dirimu."


Hal itu semakin membuat Asmirandah terkejut luar biasa. bahkan untuk beberapa saat kemudian, wanita itu terpaku di tempatnya.


Karena terlalu asik dengan pikirannya sendiri, pada akhirnya wanita itu tidak menyadari bahwa mereka telah sampai di sebuah rumah sakit ternama di sebuah negara bagian timur. dan setelahnya, Jordan segera membawa istrinya itu untuk masuk ke dalam sana.


"rubah istriku seperti ini beserta dna-nya. "Titah Jordan tak terbantahkan. dan langsung disetujui oleh para dokter di sana.

__ADS_1


sementara Asmirandah sendiri, mulai mencoba untuk melawan. karena jujur saja, dirinya tidak menginginkan hal itu terjadi.


"tolong Jordan tolong jangan seperti ini."ucap wanita itu meraung.


"kau ingin menurut, atau kedua orang yang kau sayangi berakhir di tanganku?"ancam laki-laki itu menatap nyalang ke arah Asmirandah.


Tentu saja hal itu membuat Asmirandah yang mendengarnya, seketika menundukkan kepala. Karena ancaman yang dilontarkan oleh Jordan, adalah salah satu kelemahannya.


Dengan langkah gontai, Asmirandah segera mengikuti langkah dari para dokter itu untuk menuju ke sebuah ruangan. meninggalkan Jordan, yang tersenyum penuh kemenangan di belakang sana.


"apapun akan aku lakukan agar kau tidak kembali pada laki-laki itu. karena sampai kapanpun juga, kau akan tetap menjadi milikku Asmirandah."ucapnya Seraya terkekeh kecil.


****


Sementara itu di tempat lain lebih tepatnya di keluarga Prakoso, terlihat Zidan baru saja turun dari dalam mobil. dan laki-laki berwajah manis itu, langsung saja dihadang oleh Oma Keisha saat baru saja menginjakkan kakinya di depan rumah.


"Dari mana saja kau baru pulang hari ini?"tanya wanita tua itu Seraya melipat kedua tangannya di depan dada.


Di belakang sana, terlihat Tiara yang tengah menggendong Elvio memandangnya tersenyum penuh arti.


'apakah dia sudah memberitahu wanita tua ini tentang semuanya?'batin Zidane bertanya-tanya.


"aku baru saja ke negara lain untuk melakukan kerjasama dengan kolega bisnisku."sekuat tenaga, Zidane mencoba untuk bersikap tenang. walaupun di dalam hatinya saat ini, merasa begitu takut. jika penuturannya ini, akan langsung dibantah oleh wanita tua itu.


Namun semuanya tidak terjadi. karena Oma Keisha, seketika menganggukkan kepala. Menandakan, bahwa pernyataannya Itu dipercaya oleh wanita tua itu.


"Ya sudah lebih baik kau istirahat saja."setelah mengatakan hal itu, Oma Keisha segera pergi dari sana.


Meninggalkan Zidane yang masih termenung di tempatnya. saat dirinya melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah itu, matanya berpapasan dengan Tiara.

__ADS_1


"aku tidak akan pernah semudah itu untuk membongkar rahasiamu. Jadi kau tenang saja. karena, akan ada waktu yang tepat untuk hal itu terjadi.


__ADS_2