
Setelah berhasil mengecoh para anggota keluarga Prakoso untuk masuk ke dalam rumah melalui pintu samping belakang, pada akhirnya wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu telah berhasil mengambil barang itu.
"sialan berani-beraninya dia bermain-main denganku."gumam wanita itu Seraya mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.
Sementara itu tanpa sepengetahuan dari Tiara, ternyata terdapat seseorang yang masih berada di ambang pintu samping.
"untuk apa dia ada di sana? kenapa gerak-geriknya mencurigakan sekali?"tanya Zidane pada dirinya sendiri. namun tak lama berselang, laki-laki yang memiliki wajah manis itu segera mengangkat kedua bahunya. merasa tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh Tiara.
"Ck, terserah dia mau melakukan apa. yang terpenting, tidak mengganggu keluarga kecilku."setelah mengatakan hal itu, Zidane seketika masuk ke dalam rumah dan ikut bergabung bersama dengan keluarganya.
Sesampainya di sana....
"loh di mana Tiara?"tanya Oma Keisha yang sedang menggendong Elvio yang saat ini tengah merengek kecil.
"dia ada di---"
"Ya Oma, ada apa?"tanya wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu yang tiba-tiba saja menyembul di belakang Zidane. membuat laki-laki berwajah manis itu, seketika mendelik kecil karena merasa terkejut dengan kehadirannya.
"ini sepertinya Elvio sedang haus."lapor wanita tua itu Seraya menyerahkan bayi mungil itu pada ibunya.
Tiara yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala kemudian menerima Elvio dan membawanya untuk duduk di sofa panjang ruangan itu. tak lama dari itu, dua orang pelayan datang menghampiri dengan membawa satu buah susu formula yang sudah berada di dalam botol.
Dengan segera Tiara mulai memberikan minuman itu pada putranya. dan seperti kebiasaan sebelum-sebelumnya, bayi itu akan langsung terlelap jika mulutnya sudah menyedot susu.
tentunya Hal itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa gemas pada bayi laki-laki berusia 2 bulan itu.
"gemes banget dia!" ucap Sahara yang memang kebetulan masih berada di sana. karena wanita paruh baya yang merupakan ibu kandung dari Jordan itu, ikut mengantarkan Elvio ke rumah sakit.
Sementara Tiara yang mendengar celetukan dari wanita paruh baya yang sebenarnya akan menjadi Ibu mertuanya itu, juga ikut tersenyum. senyumannya begitu tipis dan tidak terlihat. karena Tiara sendiri, masih merasa malu karena perdebatan dengan Sahara beberapa waktu yang lalu itu.
Sedangkan Zidane yang melihat gerak-gerik dari wanita yang berstatus sebagai istrinya itu, hanya memutar bola mata malas.
__ADS_1
Setelah hampir 30 menit, pada akhirnya Elvio telah terlelap. Hal itu membuat Tiara seketika langsung berpamitan pada semua orang dan memutuskan untuk masuk ke dalam kamar pribadinya.
"Tiara!"panggil Oma Keisha. membuat wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu akhirnya menghentikan langkah. menoleh ke arah sumber suara.
"ya Oma, ada apa?"tanya wanita itu Seraya tersenyum tipis.
"jangan memberikan Elvio asupan sembarangan. dia masih terlalu kecil untuk menerima benda-benda asing yang tidak sesuai dengan perintah dokter."nasehat wanita rentah itu dengan lembut.
Degh
Jantung dari Tiara seketika ingin lepas dari tempatnya. bagaimana wanita tua itu tahu apa yang dia lakukan selama ini? atau jangan-jangan, orang-orang itu berkhianat dan membocorkan semuanya? batin Tiara bertanya-tanya.
"ma... maksud Oma apa ya, aku tidak mengerti."sebisa mungkin, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu tidak menampilkan tingkah yang begitu mencolok sehingga membuat mereka semua curiga.
"Mana mungkin aku melakukan hal itu. memangnya Oma tahu dari mana?"tanya Tiara dengan raut wajah yang menahan emosi.
Wanita itu bersumpah, akan memberikan pelajaran yang setimpal bagi orang-orang yang berkhianat kepadanya.
"tidak Oma hanya memberikan nasihat padamu. karena Oma adalah seorang ibu. jadi Oma tahu sinyal-sinyal yang kurang baik yang menghampiri putramu itu."jelas wanita tua itu dengan tenang.
Tiara seketika menghembuskan nafasnya panjang. karena dia yakin, wanita tua yang ada di hadapannya saat ini hanyalah memberikan nasihat. lagi pula jika Oma Keisha tahu, bukankah seharusnya dia langsung didamprat? tapi kan ini tidak. bahkan wanita itu masih terlihat begitu lembut padanya.
"iya Oma, Oma tenang saja. aku tidak akan pernah mungkin membiarkan Putraku ini menderita."sahutnya Seraya memberikan satu kali kecupan di kening mungil milik Elvio.
Kemudian dengan segera, melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar pribadinya dan menguncinya dengan perasaan dongkol yang luar biasa.
Dengan gerakan yang begitu kasar, wanita berambut panjang sampai pinggang itu segera membaringkan tubuh mungil Elvio. sehingga, iya sempat terlelap itu seketika terbangun dan menangis dengan cukup kencang.
Plak.... Plak.... Plak...
Tubuh mungil Elvio kembali dipukuli oleh sang ibu. membuat bayi malam itu seketika menangis Tanpa suara karena saking kerasnya pukulan itu.
__ADS_1
Mungkin saja, bayi laki-laki itu merasakan kesakitan yang luar biasa akibat pukulan pukulan yang diterima oleh tubuhnya itu.
Setelah puas memberikan pelajaran, pada akhirnya wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu mengatur nafasnya yang terengah-engah akibat emosi yang luar biasa itu.
Tanpa memperdulikan tangisan Elvio yang begitu menyayat hati, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu segera menatap ke arah cermin. Dan kedua bola matanya membulat sempurna saat membaca tulisan yang ada di sana.
"kurang ajar!"geramnya penuh dengan emosi. tanpa pikir panjang lagi, wanita itu mencoba untuk menghubungi seseorang yang diduga kuat adalah pelakunya.
Tut Tut Tut
Tidak ada sambungan dari seberang sana. membuat Tiara, semakin merasa kesal. hingga menghantamkan benda pipih itu di atas lantai.
prang!...
"sialan kau Naomi!"teriak wanita itu dengan suara yang begitu lantang. Tiara sama sekali tidak memperdulikan keadaan sekitar. kedua telinganya, seakan tidak mendengar suara tangisan dari Elvio.
****
Sementara itu di tempat kediamannya, terlihat Naomi tengah tertawa terbahak-bahak karena menyaksikan bagaimana raut wajah panik dari wanita yang menjadi musuhnya itu.
"hahaha. Ini baru langkah pertama. kita tunggu, langkah selanjutnya. bagaimana reaksimu saat ini. aku akan memperlakukanmu secara perlahan."setelah mengatakan hal itu, Naomi segera pergi menuju ke ruang pribadinya.
drrrttt drrttt
Tiba-tiba saja terdengar suara ponsel miliknya yang berdering cukup nyaring. membuat wanita itu, seketika tersenyum miring.
"kau tidak akan pernah bisa menemukanku. karena aku akan menghilangkan identitas asliku."gumamnya menatap tajam ke arah yang berada di tangannya saat ini.
Tok tok tok
Atensi dari wanita itu, seketika teralihkan. saat kedua Indra pendengarannya, menangkap sebuah suara ketukan pintu dari luar ruangan itu. Segera, wanita itu beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
"ada apa?"tanya Naomi dengan nada suara yang begitu datar.