
Sementara itu di kamar lain, terlihat dua orang manusia yang tengah cekcok satu sama lain. siapa lagi orangnya jika bukan Zidan dan juga Tiara. keduanya sama-sama melempar tatapan yang begitu mematikan.
"kenapa kamu lakukan ini?"tanya Zidan menatap tajam ke arah wanita yang bergelar sebagai istrinya itu.
"Tentu saja aku melakukan hal ini. bukankah kita adalah sepasang suami istri?"tanya wanita itu dengan senyuman miring.
"ck, itu terus yang kamu ulangi. apakah tidak ada alasan yang lain?"tanya laki-laki berwajah manis itu dengan senyuman meremehkan. karena Zidan tahu, bukan itu alasan sebenarnya mengapa Tiara berbuat seperti itu.
"jika kau sudah tahu, lalu apa gunanya untuk bertanya?"tanya Tiara dengan santai. tak lama berselang, wanita itu segera pergi dari sana.
Meninggalkan Zidane seorang diri yang menggeram tertahan. namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh Tiara. karena wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu tetap masuk dalam kamarnya yang memang bersebelahan dengan kamar Zidane. dan hanya dihalangi oleh sebuah tembok dan juga pintu penghubung.
"hahaha aku puas sekali!"ucap wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu dengan tawa begitu nyaring. wanita itu merasa sangat puas karena telah berhasil menghancurkan dua orang sekaligus. siapa lagi jika bukan Naomi dan juga Asmirandah sendiri.
Tanpa pikir panjang lagi, wanita itu segera mengunggah sebuah foto di setelah sosial medianya dan diberi caption. "my future."dan diberi tambahan emoticon love.
"sekali tepuk, satu dua lalat langsung mati."setelah mengatakan hal itu, Tiara tersenyum dengan begitu puasnya.
"aku yakin setelah ini pasti akan ada seseorang yang meradang. bukan hanya satu melainkan dua sekaligus."selanjutnya wanita itu segera melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur. dan dengan segera menghambur di ranjang empuk itu.
****
"sialan kenapa semuanya bisa menjadi seperti ini?!"teriak seorang wanita di rumahnya sendiri. siapa lagi orang itu jika bukan Naomi.
prang
Seketika itu pula, benda pipih yang berada di tangannya itu menghantam tembok yang begitu keras. dan tak lama berselang, ponsel itu pun hancur tak bersisa.
__ADS_1
Ya. Naomi baru saja melihat postingan dan juga status dari Tiara. jika kalian bertanya dari mana wanita itu mendapatkan nomor dari mantan sahabat adiknya itu? tentu saja Naomi mendapatkan nomornya dari seseorang yang memang ditunjukkan untuk memata-matai wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu.
Naomi seketika merasakan kesal yang luar biasa. Karena Wanita itu, Lagi Dan Lagi kalah untuk bertanding mendapatkan hati dari mantan pacarnya itu.
"bagaimana caranya aku bisa merebutnya kembali sekarang?"tanya wanita itu Seraya mengacak-acak rambutnya. karena merasa begitu frustasi dengan masalah yang bertubi-tubi menghampiri hidupnya itu.
"tidak ada jalan lain. aku harus bergerak untuk melenyapkan wanita sial itu."setelah mengatakan hal itu, Naomi segera kembali masuk ke dalam kamarnya.
****
Di belahan bumi yang lain, tampak keadaan yang tak jauh berbeda dari keadaan yang dialami oleh Naomi. siapa lagi orangnya jika bukan Asmirandah. wanita itu seketika langsung menangis histeris saat selesai membuka ponsel milik Jordan. ya ponsel milik Jordan. karena ponsel miliknya, benar-benar disita oleh laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu.
Jordan membolehkan Asmirandah untuk menggunakan ponselnya hanya untuk bermain game saja. karena jika ketahuan wanita itu menggunakan ponsel untuk hal lain, apakah hal buruk akan terjadi pada para pekerja di rumah itu.
Tentu saja, ancaman dari Jordan itu membuat Asmirandah takut. kenapa harus mereka yang mendapatkan hukuman? bukankah yang melakukan kesalahan adalah Asmirandah? itu tidak adil namanya.
Namun sayangnya Sekuat apapun Asmirandah untuk melakukan pemberontakan, maka hal yang akan ditemukan adalah sia-sia. karena Jordan sepertinya benar-benar menulikan pendengarannya.
Asmirandah segera menghapus air matanya dan memejamkan mata. saat wanita itu mendengar suara seseorang yang masuk ke dalam kamarnya.
"apakah kau sudah tidur?"tanya orang itu yang tak lain adalah Jordan. laki-laki itu baru saja pulang dari bekerja dan membawakan sesuatu makanan untuk wanitanya itu.
Asmirandah ingin sekali melanjutkan aktivitas memejamkan matanya itu. namun apa daya suara bising dari dalam perutnya, membuat semuanya buyar. dan pada akhirnya, Asmirandah pun memutuskan untuk membuka mata.
"Kau kenapa menangis?"tanya Jordan dengan raut wajah terkejut.
Asmirandah ketika menggelengkan kepalanya. dan dengan segera, wanita yang tengah hamil 5 bulan itu menunjukkan ponsel pada Jordan. membuat laki-laki itu seketika menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Ya sudah! kalau begitu, kita makan dulu."setelahnya, Jordan mengajak sang istri untuk menyantap makanan itu.
Sementara Asmirandah sendiri, wanita itu berusaha untuk bersikap biasa saja. entah sampai kapan dirinya akan berada di tempat ini. karena sejujurnya, Asmirandah sudah merasakan lelah yang begitu luar biasa. bukan hanya lelah fisik yang diterima oleh wanita itu. lelah batin bahkan lebih hebat. Karena Wanita itu, Harus terpisah jauh dengan putranya. entah bagaimana rupa dari bayi malang itu. Asmirandah tidak ingin terlalu memikirkannya. Karena Wanita itu takut, jika akan berdampak pada kesehatan Haidar sendiri.
Selesai menyantap makanan, Jordan mengajak istrinya itu untuk beristirahat. karena laki-laki itu berjanji, bahwa besok akan membawa Asmirandah untuk berjalan-jalan menaiki pesawat terbang. Mendengar hal itu, tentu saja membuat Asmirandah sedikit antusias. karena wanita yang tengah mengandung itu, merasakan bosan yang luar biasa.
"sudah sekarang lebih baik kita tidur saja."ucap laki-laki itu dengan begitu lembutnya.
****
"Mama! apa yang harus Papa lakukan supaya Mama bisa seperti sedia kala?"tanya Indra dengan tatapan yang begitu sendu.
Jujur saja laki-laki itu tidak pernah merasa tega saat melihat kondisi dari istrinya itu.
"apa yang bisa Papa lakukan? supaya Mama, bisa kembali seperti dulu?"tanya laki-laki itu sekali lagi. berharap, istrinya itu mau membuka mulut.
"aku mau liburan. tiba-tiba saja, wanita paruh baya itu mengatakan hal yang seperti itu. sontak saja hal itu membuat Indra yang mendengarnya, mengerjapkan matanya perlahan.
"Mama serius?"tanya Indra dengan raut wajah tak percaya.
"Mama mau berlibur."ucap Celine sekali lagi dengan nada yang terdengar lebih tegas dari sebelumnya.
Indra dengan segera menganggukkan kepala dan langsung memesan sebuah pesawat pribadi.
"Mama mau ke mana?"tanya laki-laki paruh baya itu dengan begitu antusiasnya.
Tanpa menjawab, Celine menunjukkan ponsel miliknya yang memperlihatkan sebuah pemandangan yang begitu indah di suatu tempat.
__ADS_1
yuk lah di coba mampir ke sini.