Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 77


__ADS_3

Saat ini, jantung dari Tiara sedang tidak aman. karena sejak tadi, wanita itu tak henti-hentinya tersenyum seorang diri. bahkan wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, tidak mengindahkan perkataan dari sepasang pengantin baru yang memintanya untuk membawa mereka ke suatu tempat.


"Tiara, kau mendengarku kan?"tanya Asmirandah Seraya menyentuh pundak dari sahabatnya itu.


"e...eh, iya aku mendengarnya."jawab wanita itu dengan tubuh sedikit tersentak.


Wanita itu segera merubah posisi tubuhnya dan juga ekspresi wajahnya agar tidak terlalu terlihat oleh laki-laki pujaan hatinya.


Di Sepanjang perjalanan menuju ke arah tempat yang telah mereka sepakati, entah mengapa suasana di dalam mobil terasa berbunga-bunga. karena baik.


"apa kita mau makan dulu?"tanya Asmirandah menatap ke arah ketiga orang itu secara bergantian. dan secara serempak, mereka bertiga pun menganggukkan kepala.


"boleh juga. aku juga sedang kelaparan." sahut sahabatnya itu dengan cengiran khas. mereka akhirnya memutuskan untuk segera menuju ke tempat yang telah mereka sepakati sebelumnya.


Tak berselang lama, mereka Akhirnya sampai di tempat tujuan. dengan segera, mulai memasuki bangunan itu dan memesan masakan yang ada di dalamnya.


"kamu mau makan apa, sayang?" tanya Asmirandah pada Zidane. yang membuat Tiara dan juga Jordan yang melihat itu, ketika memeragakan seseorang yang ingin memuntahkan sesuatu dari dalam perutnya.


Kimi mii pisin ipi siying?"ucap Tiara mencibir. membuat Asmirandah yang mendengar itu seketika menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.


"kenapa? iri? kalau iri, bilang Bos! lagi pula di sebelahmu saat ini, ada seseorang yang juga sendiri, kan?"tanya Asmirandah Seraya menaik turunkan alisnya mencoba untuk menggoda sahabatnya itu.


bluusshh


Seketika itu pula wajah dari Tiara memerah karena menahan malu yang luar biasa. wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, sesekali akan menatap ke arah Jordan yang masih tampak datar di tempat duduknya.


"dasar si Mira. kenapa dia malah berbicara seperti itu? buat malu saja!"rutuk wanita itu dalam hati.


Namun di satu sisi, wanita itu merasa sangat bersyukur karena dengan sahabatnya itu mengatakan sesuatu pada Jordan, Tiara berharap bahwa laki-laki itu menjadi lebih peka terhadapnya.


"semoga saja."batin Tiara tersenyum senang. sesekali wanita itu akan memberikan kode pada sahabatnya melalui tatapan mata. cukup hampir 5 menit mereka bertatapan mata. hingga pada akhirnya, Tiara merasa lelah dan memutuskan untuk pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Karena menurutnya, berbicara melalui tatapan mata itu sangatlah melelahkan. Karena Wanita itu ingin membahas sesuatu lebih leluasa.


Seakan mengerti kode yang ditunjukkan oleh sahabatnya itu, Asmirandah dengan segera mengikuti langkah Tiara. kedua wanita cantik itu memilih untuk berbincang-bincang di belakang bangunan Cafe itu.


"kamu mau bicara apa?"tanya Asmirandah menatap ke arah sang sahabat.


"bantu aku untuk bisa bersatu dengan Jordan."jawab wanita itu dengan tatapan memohon yang luar biasa.


membuat Asmirandah yang mendengar itu, sejenak terdiam. hingga beberapa saat kemudian, wanita itu menganggukkan kepala.


"yeah Makasih bestie.


"sudah enggak usah memelukku seperti ini. nanti kalau ada yang lihat, kita dikira tidak normal."ucap wanita itu Seraya menjauhkan diri dari sang sahabat.


Tiara mencebikkan bibirnya. Namun demikian, wanita yang memiliki rambut panjang itu tetap mengikuti langkah Asmirandah untuk kembali ke tempat mereka.


"kalian dari mana?"tanya Zidane pada kedua wanita itu secara bergantian.


Namun demikian, laki-laki itu tetap memasang wajah tersenyum. karena tidak ingin, merusak suasana yang telah diciptakan seromantis mungkin.


****


"ini di mana?"tanya dua wanita itu secara bergantian saat melihat pemandangan yang luar biasa bagusnya di hadapan mereka saat ini.


"tempat yang akan membuatmu bahagia."ucap Zidane pada sang istri dan langsung memeluk tubuh wanita itu dengan sangat erat.


drrrttt drrttt


Tiba-tiba saja di saat mereka tengah menikmati pemandangan yang sangat indah itu, ponsel milik Asmirandah berdering. membuat wanita itu dengan segera mengangkat ponsel yang ada di tengahnya.


"ya Bun, ada apa?"tanya Asmirandah Seraya mencoba menjauhkan diri dari sang suami agar tidak terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan nantinya di saat dirinya masih berbicara dengan sang Bunda.

__ADS_1


(sayang, bunda cuma mau bilang kalau Bunda dan Papa, akan pergi ke luar negeri sore ini juga. ada pekerjaan yang mendadak) terdengar suara Chelsea yang sedikit frustasi dari seberang sana. dan Hal itu membuat Asmirandah seketika terdiam.


"I..iya Bun, nanti aku akan segera pulang."ucap wanita itu dengan hati dan pikiran yang berkecamuk.


Niat hati ingin hanimun tipis-tipis, akhirnya gagal total karena masalah ini. tentu saja hal itu membuat ketiga orang yang ada di samping Asmirandah, seketika menatap bingung ke arah ekspresi wajah wanita itu.


"ada apa?"tanya Zidan saat istrinya itu telah selesai berbincang-bincang dengan sang Bunda.


"Bunda dan Papa akan pergi lagi ke luar negeri untuk mengatur bisnisnya."ucapnya dengan raut wajah lesu.


"lalu, kenapa wajahmu lesu seperti itu?"tanya Zidan lagi saat melihat ekspresi wajah istrinya yang semakin kusut.


"Kau pasti memikirkan Naomi, bukan?"tanya Tiara menebak. dan hal itu langsung dijawab anggukan kepala oleh Asmirandah.


Membuat Zidane yang mendengar itu, seketika terkekeh pelan. dan Hal itu membuat Asmirandah yang melihatnya, merasa sedikit aneh. karena melihat respon dari sang suami yang terlihat begitu menyebalkan.


"kamu lupa ya, sekarang kamu sudah memiliki suami?"tanya Zidan masih dengan raut wajah menyebalkan.


"maksudnya bagaimana?"tanya Asmirandah yang masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh sang suami.


"jika kedua orang tuamu akan sering ke luar negeri, maka itu akan menguntungkan untuk kita Kita akan sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama."ucap Zidane mencoba untuk menjelaskan.


"lalu bagaimana dengan Naomi?"tanya Asmirandah yang masih tidak mengerti.


"serahkan saja padaku."sahut Zidane Soraya mengajak istrinya itu untuk kembali masuk ke dalam mobil. rencana mereka untuk bersenang-senang hari ini, terpaksa harus ditunda. karena mendengar penuturan dari Chelsea yang akan berangkat ke luar negeri nanti sore.


"jangan lupa nanti kabari." sahut laki-laki berwajah hitam manis itu mengantarkan istrinya itu masuk ke dalam mobil sahabatnya.


Asmirandah yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala Soraya tersenyum kecil.


"bahagia banget kelihatannya?"tanya Tiara Seraya terkekeh pelan.

__ADS_1


"tentu saja Ti. aku harap, kamu juga akan seperti ini nantinya."ucap wanita itu penuh dengan ketulusan.


__ADS_2