
"Nyonya saya mohon jangan seperti itu. kasihan Tuan kecil."ratap seorang pelayan saat melihat bagaimana tindakan dari wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu.
"kenapa memangnya? bukankah ini adalah anakku? lalu apa pedulinya kalian?"tanya wanita itu dengan nada suara yang sangat garang.
"kasihan Tuan kecil."ulang salah seorang pelayan yang masih melihat iba kepada alvio yang masih menangis tertahan itu.
Tiara seketika tersenyum sinis."kalau kalian tidak ingin aku melakukan hal ini lagi, maka kalian jangan pernah berani bermacam-macam denganku. apakah kalian mengerti?!"tanya wanita itu dengan tatapan yang begitu tajam.
"ba...baik Nyonya kami mengerti."jawab mereka serempak dengan nada suara terbata-bata dan juga tubuh gemetaran akibat karena merasakan takut luar biasa dan juga kesakitan luar biasa akibat perlakuan yang ditunjukkan oleh seorang ibu pada seorang anaknya.
Setelah selesai mengatakan hal itu, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, segera meletakkan Elvio dengan gerakan kasar kepada salah satu pelayan yang ada di sana. mereka semua mengelus dada saat melihat perlakuan yang begitu anarkis dan juga brutal yang dilakukan seorang ibu pada anaknya.
Karena sekali lagi, mereka tidak pernah melihat ada seorang ibu yang tega melakukan hal itu pada anaknya sendiri. apalagi anak itu masih sangat kecil dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawan.
"segera berikan dia susu agar dia bisa diam."sebelum pergi dari ruangan itu, Tiara sempat mengatakan sesuatu hal.
Membuat para pelayan itu seketika menganggukkan kepala. secara serempak. tanpa berniat ingin membantah sedikitpun perintah dari wanita itu. karena mereka yakin, mereka membantahnya Maka bukan mereka yang akan disakiti. melainkan, bayi kecil tidak berdosa itu yang akan menjadi korban.
****
Sementara itu di tempat lain kebahagiaan telah dirasakan oleh keluarga kecil milik Jordan. karena laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu tengah sangat bahagia melihat perkembangan dari Putri kesayangannya itu. semakin lama semakin menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. mengingat, Arabella terlahir 1 bulan lebih awal dari prediksi dokter.
Membuat laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, sempat merasa takut. Namun karena perawatan yang dilakukan oleh dokter Mala, bayi itu dapat tumbuh dengan semestinya.
"anak Anda ini baik-baik saja Tuan Nyonya. semua jaringan yang ada dalam tubuh Nona Ara berkembang dengan normal. Anda berdua tidak perlu merasa khawatir."dokter Mala segera menjelaskan setelah selesai memeriksa keadaan dari bayi perempuan itu.
__ADS_1
Jordan yang mendengar itu, seketika dapat bernafas dengan lega. dan tak lama berselang, menerbitkan senyuman yang begitu manis pada bayi itu.
Sementara dokter Mala yang melihat itu, seketika terkekeh kecil saat melihat reaksi yang begitu antusias yang ditunjukkan oleh laki-laki yang ada di hadapannya saat ini. pada pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter itu, adalah pemeriksaan yang kesekian kalinya. Karena tiap minggu, Dokter wanita itu selalu datang untuk memeriksa karena permintaan dari Jordan.
Dan setiap kali dokter Mala selesai memeriksa, maka laki-laki itu akan bereaksi sama seperti hari ini.
Membuat Asmirandah yang melihat itu, seketika memutar bola mata malas karena merasa apa yang dilakukan oleh Jordan itu, benar-benar berlebihan menurutnya.
Dan untuk perubahan wajah dari Asmirandah, pada awalnya dokter Mala merasa begitu terkejut. namun setelah diberitahu, Dokter wanita itu bersikap biasa saja karena memang itu, bukan urusannya.
Drrrttt Drrrttt
Tiba-tiba saja, ponsel milik laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, berdering. di sana, menampilkan nama dari sang Nenek.
Dengan perasaan malas, laki-laki itu mengangkat panggilan dari Oma Keisha.
("Jordan kenapa kau lama sekali apa kau sedang sibuk?")
Cih, baru sekarang kau bertanya padaku apakah aku sedang sibuk? padahal sudah beberapa tahun lamanya aku sibuk karena ikut mengelola bisnismu. tapi yang kau ingat, Zidane Zidane, dan juga Zidane. sungguh memuakkan sekali.
Dalam hatinya, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu berdecih sinis. karena memang dia selama ini tidak pernah dilihat oleh Oma Keisha. namun laki-laki itu masih tetap sabar dan mau melakukan perjalanan-perjalanan bisnis agar membuat dirinya tidak dipandang sebelah mata oleh neneknya sendiri.
Namun setelah laki-laki itu terobsesi pada Asmirandah, sepertinya Jordan sudah tidak bisa untuk menahan diri agar tidak bersikap manis lagi pada keluarga itu terutama pada Zidane.
("Jordan kau masih ada di sana, kan?")
__ADS_1
"iya Oma aku masih ada di sini."sahut laki-laki itu dengan suara yang sangat malas. dan hal itu berhasiil ditangkap oleh pendengaran milik Oma Keisha.
("apakah kau sakit? kenapa kau terlihat begitu lemas dan juga malas?")
Mendengar penuturan dari wanita renta itu, sontak saja Jordan segera memperbaiki tata bahasa dan juga ekspresinya.
"tidak Oma, aku hanya sedang lelah aku baru saja keluar dari ruanganku untuk melakukan meeting dadakan dengan klien."bohong Jordan.
Karena memang sejak tadi, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu tidak pergi kemana-mana bahkan mengundurkan jadwal meeting dari jadwal sebelumnya. dengan alasan, laki-laki itu hendak melakukan quality time bersama dengan istri dan juga anaknya.
("oh begitu, ini Oma hanya ingin mengatakan bahwa busana pengantin yang kamu pesan dari Tante Niken, sudah ada. apa kamu ingin mengambilnya sendiri atau diantarkan saja ke sana?")
"aku ambil sendiri saja."sahut Jordan dengan cepat.
Karena laki-laki itu tidak ingin rahasianya terbongkar begitu saja jika orang-orang itu berhasil menemukan kediaman tersembunyi miliknya.
Memang selepas dari acara itu, Jordan sempat diminta oleh Oma Keisha untuk memesan gaun pengantin di tempat milik anak dari sahabatnya dulu. dan karena malas ribut, pada akhirnya laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu hanya mengangguk-anggukan kepala sebagai jawaban.
****
"aku mau pergi dulu ya,"pamit Jordan Seraya memberikan satu kali ke depan di kening milik Asmirandah dan juga Arabella.
"mau ke mana?"tanpa sadar Asmirandah bertanya seperti itu. membuat wanita itu sendiri terkejut luar biasa akibat pertanyaan spontan itu.
Sementara Jordan sendiri, laki-laki itu hanya tersenyum kecil."aku mau pergi sebentar ke rumah Oma Keisha. ada sesuatu yang ingin aku ambil. kau tenang saja aku tidak akan pernah lama."ucapnya percaya diri dan melayangkan beberapa kali kecupan di sana.
__ADS_1
'cih, percaya diri sekali dia.' batin Asmirandah menggerutu kesal. Namun demikian, wanita itu tetap menampilkan senyuman manisnya.