
Setelah berbasa-basi dengan ibu dan juga kakak kandungnya, Asmirandah memutuskan untuk masuk ke dalam kamar. wanita itu harus memiliki ide untuk bisa membuat permintaan dari kakaknya itu berhasil.
"apa yang harus aku lakukan?"tanya Asmirandah pada dirinya sendiri. karena jujur saja, Asmirandah merasa sangat kebingungan untuk menghadapi situasi saat ini.
drrrttt drrttt
Di Saat dirinya melamun cukup lama, suara ponsel yang berdering membuat wanita itu tersentak. gegas, Asmirandah mengambil benda pipis kesayangannya itu dan mulai melihat siapa yang menelpon. dan ternyata, sesuai dugaannya.
Karena ternyata yang menghubungi dirinya, adalah Zidane. laki-laki yang dibahas oleh kakaknya dan saat ini, memenuhi seluruh otaknya.
"apa yang harus aku lakukan?" tanya Asmirandah pada dirinya sendiri. karena jujur saja, wanita itu merasa sangat kebingungan saat ini.
Karena Zidane menghubunginya terus-menerus, pada akhirnya Asmirandah terpaksa mengangkat panggilan dari laki-laki itu.
"hal... halo, Ada apa Bang?"tanya Asmirandah dengan tubuh sedikit gemetar dan ada suara terbata-bata.
"halo Sayang apakah kamu baik-baik saja?"tanya Zidane dari seberang sana.
"aku baik Bang. memangnya ada apa?"tanya Asmirandah dengan raut wajah cemas dan juga hati yang campur aduk akibat permintaan dari kakaknya itu.
"aku kangen sayang."
degh
Jantung Asmirandah seakan ingin lepas dari tempatnya. hatinya seketika nyeri saat mendengar penuturan dari laki-laki yang sangat mencintai itu.
"maafkan aku Bang."batin wanita itu menangis menjerit.
Tak berselang lama, Asmirandah menoleh ke arah pintu kamarnya. saat wanita itu, mendengar suara pintu yang dibuka dari luar. dan tak berselang lama, terlihat Naomi menyembul dari arah belakang dengan membawa sesuatu di tangannya.
Tak membutuhkan waktu lama, wanita itu membentangkan benda yang ada di tangan. dan menempelkannya di tembok kamar sang adik. membuat Asmirandah yang melihat itu, sejenak terdiam.
Tubuh wanita itu seakan kaku saat kedua matanya melihat dengan jelas apa yang ada di kertas itu. dan mulutnya membaca kalimat itu dengan perlahan.
"Segera lakukan ini."bisik Naomi di telinga wanita itu. sementara Asmirandah yang mendengarnya, sejenak hanya terdiam. sebelum akhirnya, menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Bang Zidane bisakah kita bertemu?"tanya Asmirandah dengan detak jantung yang menggila. Karena Wanita itu, merasakan sesuatu yang luar biasa menghimpit dadanya saat ini.
"mau bicara apa? tumben pacarku yang cantik ini mau bertemu? biasanya aku duluan yang mengajakmu bertemu?"tanya Zidane dari seberang sana. berusaha menggoda kekasihnya itu. tentu saja hal itu membuat Asmirandah yang mendengarnya, seketika melirik ke arah Naomi yang memasang wajah masamnya.
"dasar alay!"cibir Naomi Seraya mendengus lalu kembali memposisikan tubuhnya di samping sang adik. bertujuan agar wanita itu, dapat mendengar percakapan dari adik dan juga mantan kekasihnya itu.
"coba dikeraskan suara speakernya!"titah Naomi pada adiknya itu. dan langsung dituruti oleh si pemilik ponsel.
"gimana Bang, bisa nggak?"tanya Asmirandah sekali lagi setelah mereka terdiam cukup lama.
"bisa lah Sayang, apa sih yang nggak buat kamu?"tanya Zidane dari seberang sana.
Seketika itu pula, Naomi yang mendengar percakapan alay dari adik dan juga mantan kekasihnya itu, memutar bola mata malas. dan memperagakan seseorang yang ingin memuntahkan sesuatu dari dalam perutnya.
"aku sudah tidak kuat. sebaiknya kau selesaikan drama ini. yang aku inginkan, adalah keberhasilan mu. jika tidak, Kau akan tahu sendiri akibatnya."ancam Naomi dengan tatapan tajamnya.
gluk
Dengan susah payah, Asmirandah menelan salivanya. dan setelah itu, menganggukkan kepala.
"Asmirandah apakah kau masih ada di sana?"pertanyaan dari Zidane itu, sukses membuat Asmirandah segera mengambil ponselnya itu yang masih tergeletak di atas tempat tidur.
"I...iya Bang aku masih ada di sini. memangnya ada apa?"tanya Asmirandah dengan nada suara yang terbata-bata.
"kamu serius mau ngajakin aku ketemuan?"tanya Zidane mencoba untuk menanyakan kebenaran yang dikatakan oleh kekasihnya itu.
"tentu saja Bang. kita ketemuan dua hari lagi."setelah mengatakan hal itu, Asmirandah segera menutup panggilan telepon itu.
hufftt
"cobaan apa lagi yang akan kau berikan padaku Ya Tuhan!"ucap wanita itu Seraya menundukkan kepalanya. dan tak berselang lama, Asmirandah memijat kepalanya yang terasa berdenyut.
Beberapa hari kemudian,....
Sesuai dengan rencana, mereka berdua memutuskan untuk bertemu di sebuah kafe yang tidak jauh dari rumah itu.
__ADS_1
"hai sayang, sudah lama menunggu?"tanya Zidane. saat laki-laki itu, baru saja tiba dan menghampiri sang kekasih.
Asmirandah yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala. dan kemudian mempersilahkan laki-laki itu untuk duduk di hadapannya.
"apa yang ingin kau bicarakan?"tanya Zidane. saat laki-laki itu, sudah berhadapan dengan kekasihnya itu.
"ada sesuatu yang ingin aku katakan."setelah mengatakan hal itu, suasana di antara mereka sangat hening.
"apa yang ingin kau bicarakan?"tanya Zidane merubah raut wajahnya menjadi serius dan juga sedikit tegang.
"aku ingin kau bertemu dengan seseorang."
"siapa?"
"hai kalian sudah lama menunggu?"tiba-tiba saja, seorang datang menghampiri Asmirandah dan juga Zidane yang masih berbincang-bincang itu.
Tentu saja hal itu membuat laki-laki berwajah manis itu, menoleh ke arah sumber suara. dan tak lama berselang, laki-laki itu membulatkan kedua matanya.
"apa maksudnya?!"tanya Zidane dengan raut wajah merah padam karena menahan amarah yang luar biasa.
"maafkan aku Bang."batin Asmirandah Seraya menundukkan kepala. wanita itu sepertinya tidak kuasa untuk melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini. kerena memang, terasa sangat sakit.
"hai sayang apa kabar?"tanya Naomi dengan nada manjanya. sepertinya, wanita itu tidak mengenal kata malu dalam hidupnya. bagaimana tidak, baru saja wanita cantik itu melakukan sebuah kesalahan. tapi sekarang, dengan mudah Naomi kembali ingin bersama dengan Zidane sang mantan tunangan.
Zidane yang melihat gerak-gerik dari mantan tunangannya itu, seketika melangkah mundur.
"apa yang kau lakukan?"tanya si dan menatap ke arah sepasang Kakak Adik itu secara bergantian.
"Tentu saja aku ingin bertemu dengan kekasihku. apalagi?"
Zidane seketika tertawa perih dan dengan segera menggelengkan kepalanya."haha lelucon macam apa ini?"tanya laki-laki itu dengan deraian air mata.
Zidane merasa tidak percaya bahwa kekasih yang sangat ia cintai, berani berbuat seperti itu terhadapnya.
"jangan bilang ini semua rencana kalian?"tebak Zidane menatap ke arah Asmirandah dan juga Naomi secara bergantian.
__ADS_1
"tentu saja. Karena adik aku ini sangat baik orangnya. dia rela melakukan apapun demi kebahagiaanku. termasuk juga, memberikanmu padaku."ucapnya tersenyum riang.