Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 233


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Asmirandah telah sampai di dalam kamar. dan tepat saat wanita itu naik di atas ranjang, Jordan tampak membuka matanya perlahan. Tentu saja itu membuatnya merasa begitu lega. karena pada akhirnya, dapat menyelesaikan drama ini dengan baik.


"Sekarang jam berapa?"tanya laki-laki itu Seraya menegakkan tubuhnya dan bersandar di kepala ranjang.


"emm jam 07.00 malam."jawab wanita itu dengan nada suara ragu-ragu.


Sontak saja kedua bola mata dari Jordan seketika membulat dengan sempurna. laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, seketika langsung melompat dari tempat tidur. kemudian menatap Asmirandah dengan tatapan yang begitu kesal.


Asmirandah yang menyadari akan hal itu, seketika gelagapan dibuatnya. 'a... apakah aku melakukan kesalahan?'batin wanita itu Seraya menatap ke arah Jordan itu dengan tatapan takut takut.


"kenapa kamu menatapku seperti itu? apakah aku melakukan sebuah kesalahan?"pada akhirnya Asmirandah pun memutuskan untuk bertanya pada laki-laki yang berstatus sebagai suaminya itu.


"kenapa kau tidak membangunkanku?"tanya Jordan setelah menetralkan emosinya. laki-laki itu, tidak ingin menyakiti Asmirandah kembali. karena dapat dipastikan, Asmirandah akan terluka jika hal itu sampai terjadi. Untuk itulah sekuat tenaga Jordan memutuskan untuk mengendalikan emosinya agar tidak kebablasan seperti yang dulu-dulu.


"ma . maafkan aku. aku pikir kau tidak akan pergi kemana-mana."ucapnya dengan tubuh bergetar hebat karena menahan rasa takut luar biasa.


Jordan yang mendengar itu seketika langsung melangkahkan kakinya untuk mendekap kepala istrinya itu guna menenangkan.


"maafkan aku aku tidak bermaksud untuk membuatmu takut seperti ini."ucap laki-laki itu berbisik tepat di telinga Asmirandah. hingga membuatnya, seketika merasa begitu tenang.


"apakah kau sudah mandi?"tanya laki-laki itu dengan nada suara yang begitu jahil. dan Asmirandah mengerti apa yang akan dilakukan oleh laki-laki itu selanjutnya.


Dengan sangat terpaksa, Asmirandah pun menggelengkan kepalanya. dan hal itu, sukses membuat kedua sudut bibir dari Jordan seketika terangkat membentuk sebuah senyuman penuh arti. dan tanpa pikir panjang lagi, kaki yang memiliki cabang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu segera membawa tubuh milik istrinya itu untuk masuk ke dalam kamar mandi.


Sementara Asmirandah sendiri, wanita itu hanya bisa berpasrah diri saja. dibandingkan melihat kemarahan dari Jordan yang begitu mengerikan, Asmirandah lebih memilih untuk menuruti keinginan dari laki-laki itu. walaupun, itu ia lakukan dengan setengah hati atau bahkan tanpa hati.

__ADS_1


Karena hati dan juga pikirannya saat ini, tengah terfokus pada Putra tercintanya. ingin sekali Asmirandah menyelesaikan semua ini dan langsung bertemu dengan Zidan untuk menanyakan bagaimana tentang keadaan Haidar saat ini. karena sesungguhnya, wanita itu benar-benar merasa tidak tenang meninggalkan Haidar dalam keadaan seperti itu.


****


Sementara itu di dalam kamarnya, kondisi yang sama juga dialami oleh Tiara. ada yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, baru saja membuka matanya secara perlahan. dan setelah nyawanya terkumpul dengan sempurna, kedua bola mata dari wanita itu seketika membulat dengan sempurna.


"astaga, kenapa aku bisa ada di sini?!"tanya wanita itu dengan nada suara yang begitu historis. padahal seingatnya, Tiara tengah menyusun rencana agar tidak terjebak oleh permainan Asmirandah dan juga Ajeng. tapi kenapa malah menjadi seperti ini?


Atensi dari wanita berambut panjang sampai pinggang itu seketika teralihkan saat mendengar suara ketukan pintu depan kamarnya. dan tak lama berselang, seorang muncul menyembul dari balik pintu itu.


Tanpa pikir panjang lagi, Tiara segera bangkit dari tempat tidur dan langsung menghampiri wanita yang ditugaskan untuk membantunya itu.


"kenapa aku bisa berada di sini?!"tanya wanita itu dengan tatapan tajamnya.


"Maaf Nyonya bukankah anda sendiri yang meminum minuman itu?"tanya Nanda dengan nada protes.


Membuat Tiara yang mendengar itu semakin menatap tajam ke arah orang kepercayaannya itu.


"lalu kenapa kamu tidak melarangnya? apa kamu juga sengaja ingin membuat aku tertidur seperti ini? jangan-jangan kalian juga bersekongkol?"tuding wanita itu Seraya menunjuk ke arah wajah milik wanita itu.


Membuat si empunya, ketika membuang nafasnya kasar mencoba untuk tetap tenang agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan dirinya sendiri. karena dia, dibayar dengan harga yang fantastis jadi tidak usah bertingkah untuk saat ini.


"lalu saya harus apa nyonya? apakah saya harus mencegah mereka agar tidak memberikan minuman itu? yang ada, saya akan langsung dicurigai dan langsung diselidiki."ucapnya lama-lama juga merasa tidak tahan dengan apa yang dilakukan oleh Tiara.


"dasar tidak berguna!"hardik wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu dan langsung pergi dari sana.

__ADS_1


Tiara memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. sebelum nanti pada akhirnya, akan melaporkan hal ini pada sesepuh keluarga Prakoso.


Di dalam kamar mandi itu, Tiara mencoba untuk menetralkan emosinya yang masih tersulut akibat permasalahan itu. hingga tak lama berselang,...


"Tiara! hihihi."


Wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu seketika tersentak kaget. saat Indra pendengarannya, kembali menangkap sesuatu yang begitu mengerikan.


blam!


Tiara kembali tersentak kaget saat pintu tiba-tiba saja tertutup begitu saja. tanpa basa-basi lagi, wanita itu segera berlari untuk menghampiri pintu itu dan membukanya. namun sebelum hal itu terjadi, sesosok yang begitu mengerikan tempat berdiri di hadapannya.


Membuat Tiara seketika ambruk dan menghantam dinding dengan sangat kencang.


"aaaaarrgghhh!"


Wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu kembali berteriak dengan sangat kencang. sayangnya hal itu sama sekali tidak berpengaruh oleh orang-orang yang ada di luar. karena memang, kamar mandi itu di desain sedemikian rupa. sehingga tidak ada orang yang mendengar teriakan dari dalam.


"tolooong!! tolong aku tolong pintunya!"teriakan histeris Tiara semakin lama semakin kencang. Namun sekali lagi, hal itu sama sekali tidak berarti apa-apa karena tidak ada pergerakan sama sekali dari luar sana.


Tiara memutuskan untuk mengintip. siapa tahu saja Nanda masih berada di sana. dan tak lama berselang, wanita itu sedikit bernafas dengan lega saat mendapati Nanda masih berdiri di sana namun membelakangi pintu kamar mandi.


"Nanda tolong aku!"teriak Tiara Seraya mencoba untuk memanggil orang kepercayaannya itu. namun sayangnya, hal itu sama sekali tidak berhasil Sekuat apapun Tiara mencoba memanggil Nanda, wanita itu sama sekali tidak bergeming.


"sialan! kenapa semuanya bisa menjadi seperti ini?!"teriak wanita itu dengan nada suara yang begitu frustasi.

__ADS_1


__ADS_2