Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 139


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,...


Kondisi dari Asmirandah sudah lebih membaik dari sebelumnya. Namun demikian, Jordan tidak memperbolehkan wanita itu untuk bergerak. laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, selalu akan menggendong kemanapun Wanita itu ingin melangkah. bahkan ke kamar mandi pun, laki-laki itu akan berusaha agar istrinya tidak lagi menyentuh tanah.


Seperti pagi ini, saat wanita itu ingin ke kamar mandi, Jordan segera menggendong tubuh mungil Asmirandah dan membawanya ke tempat tujuan.


"aku bisa sendiri."cegah wanita itu dengan setengah hati. karena memang Asmirandah masih belum bisa menerima kenyataan menyakitkan itu pada hidupnya.


Jika dirinya mengandung anak dari laki-laki yang dia cintai, mungkin Asmirandah masih bisa untuk bersikap tenang. atau bahkan sangat bahagia. walaupun pernikahan antara Asmirandah dan juga Zidane masih disembunyikan, tapi wanita itu masih tetap merasa bahagia.


Akan tetapi, Kini dia marah menikah dengan laki-laki yang tidak pernah Ia harapkan sebelumnya. tentunya Hal itu membuat Asmirandah merasa terguncang batinnya.


Sampai saat ini pun, wanita cantik itu masih mencari cara agar bisa keluar dari belenggu iblis seperti Jordan ini.


Laki-laki berjambang tipis itu, seketika menggelengkan kepala. dengan segera membawa tubuh mungil Asmirandah untuk masuk ke dalam kamar mandi. Jordan segera mendudukkan wanita kesayangannya itu, tepat di pinggiran wastafel kamar mandi.


"nanti kalau kamu sudah selesai, jangan lupa panggil aku."ucapnya Seraya mengusap lembut kepala wanita itu.


Sementara Asmirandah sendiri, wanita itu hanya terdiam sesekali akan memalingkan wajah. jika dirasa, tangan dari laki-laki itu akan menyentuh area tubuhnya yang lain.


"jangan pernah melawanku! kau tahu bukan, bahwa aku bisa melakukan segala cara agar bisa memiliki kamu dan membuatmu tunduk?"tanya laki-laki itu serah yang mencengkeram dagu dari wanita itu. kemudian secara perlahan, menyatukan benda kenyal milik masing-masing.


Asmirandah hanya bisa pasrah. karena wanita itu memang belum memiliki cara yang tepat untuk melarikan diri dari laki-laki psikopat itu. dan untuk saat ini, yang dapat dilakukan oleh Asmirandah hanyalah berpasrah diri.

__ADS_1


dan pada akhirnya, wanita itu benar-benar menuruti apa yang dikatakan oleh Jordan. Karena setelah selesai membersihkan diri, wanita itu langsung memanggil Jordan untuk membantunya.


Padahal, Asmirandah tidak memerlukan hal itu. Karena Wanita itu hanya mengalami hamil bukan sakit keras. Lagi pula, dia tidak pernah mencintai Jordan sama sekali. walaupun laki-laki itu, akhir-akhir ini memperlakukannya dengan sangat lembut. namun, itu sama sekali tidak berarti apapun.


Karena Asmirandah melaksanakan pernikahan ini, atas dasar keterpaksaan dan juga penculikan. jadi, untuk apa dirinya bersikap manis dengan laki-laki itu? itu tidak akan pernah terjadi.


setelah selesai melaksanakan kegiatannya, Jordan membawa Asmirandah untuk segera masuk ke ruang makan. di tempat itu, terhidang dengan cukup banyak makanan yang sangat bergizi dan juga menggugah selera. dan jangan lupakan, potongan buah segar beserta susu ibu hamil yang tersaji di hadapannya saat ini.


Entah datang dari mana perasaan itu. yang jelas saat ini, Asmirandah benar-benar sangat menginginkan makanan yang ada di hadapannya. wanita itu bahkan beberapa kali, sampai meneguk salivanya sendiri akibat terlalu menginginkan makanan itu. namun Asmirandah masih merasa sangat gengsi untuk memintanya.


"kamu kenapa? apa kamu tidak suka dengan makanan ini?"tanya Jordan begitu lembut. namun hal itu sama sekali tidak ada jawaban dari Asmirandah. Karena Wanita itu, masih setia dengan kebungkamannya.


"kalau nggak suka, sebaiknya makanan ini dibuang saja."lanjut laki-laki yang memiliki jambang tipis di wajahnya itu.


Dengan gerakan secepat kilat, wanita itu segera meraih makanan itu dan memakannya dengan begitu lahapnya. Sementara Jordan yang melihat itu, tersenyum senang karena melihat begitu lahapnya Asmirandah saat menyantap makanan itu.


Setelah selesai menyantap makanan itu, Jordan mengajak Asmirandah untuk berjalan-jalan. karena memang di sekitaran tempat mereka tinggal, ada sebuah danau dan juga sebuah penangkaran ikan yang begitu indah.


Asmirandah yang menyaksikan itu, benar-benar merasa sedikit terobati. pemandangan yang disuguhkan benar-benar sangat memukau penglihatannya.


"apakah kamu suka sayang?"tanya laki-laki berjambang itu Seraya merangkul punggung dari wanita itu.


Sementara Asmirandah sendiri, wanita itu hanya menganggukkan kepala tanpa memperdulikan ekspresi wajah dari Jordan. untungnya, Jordan saat ini tengah dalam kondisi suasana hati yang sangat bahagia. sehingga dirinya tidak pernah mempermasalahkan sikap dari wanita itu.

__ADS_1


Bahkan Jordan cenderung sedikit mengalah. karena laki-laki itu tahu saat ini di dalam tubuh wanita yang sangat ia cintai, tengah bersemai sebuah makhluk yang begitu ia idamkan selama ini.


Sehingga, Jordan sedikit melonggarkan tindakan tempramental nya. karena laki-laki itu tidak ingin melukai dua orang sekaligus yang sangat berarti dalam hidupnya.


"kita lihat-lihat ke sana ya."ajak Jordan pada wanita itu. Asmirandah hanya menganggukkan kepala.


Dan pada akhirnya mereka berdua pun jalan-jalan seperti biasa. sekali Jordan akan melempar candaan kepada wanita itu. sementara Asmirandah sendiri hanya terdiam.


Entahlah. apakah Asmirandah sudah melupakan kejadian beberapa waktu yang lalu? Di mana laki-laki yang berstatus sebagai suaminya itu, pernah memukuli dirinya hanya karena tidak mengikuti saran yang ia katakan. atau mungkin, saat ini Asmirandah sedang mencoba untuk membangkang laki-laki itu? yang jelas saat ini, Asmirandah benar-benar merasa sedikit suntuk berhadapan dengan laki-laki yang ada di sebelahnya itu.


Dan setelah melakukan sedikit refreshing dengan mengunjungi tempat-tempat yang akan dijadikan sebagai sebuah usaha di tempat itu, pada akhirnya Jordan membawa Asmirandah untuk pulang kembali.


Sesampainya di depan halaman rumah itu, Asmirandah segera disambut oleh sebuah kursi roda yang dibawa salah seorang pelayan di rumah itu.


"kamu istirahat dulu ya, Sekarang. aku mau kembali bekerja."ucap laki-laki itu dengan penuh kelembutan.


"dan untuk kalian,"tunjuk Jordan pada para pelayan yang ada di sana. kalian harus menjaga istriku dengan baik. jangan biarkan dia kemana-mana sendirian. atau kalau tidak, kalian akan mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya pada keluarga kalian."ancam laki-laki itu dengan raut wajah seriusnya. dan hal itu sukses membuat semua orang yang ada di sana, seketika menunduk ketakutan.


Sementara Asmirandah sendiri, hanya terdiam. Karena Wanita itu, tidak bisa berbuat apa-apa untuk melindungi orang-orang yang ada di sana.


mampir ke cerita temen aku ini yuk! di jamin ngak nyesel deh


__ADS_1


__ADS_2