Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 37


__ADS_3

"bagaimana keadaan dia?"tanya Jordan setelah selesai diperiksa oleh dokter yang ditinggalkan oleh laki-laki itu.


"tidak ada yang masalah semua baik-baik saja. dia hanya mengalami cidera di kepala dan juga sedikit syok. tapi itu tidak masalah. Ya sudah. kalau begitu, saya permisi ucap dokter muda itu. yang tak lain adalah sahabat dari Jordan yang memang bertugas di negara itu.


"kau menyukainya?"tanya Dokter muda itu dengan berbisik.


"ah, tidak Chan Mana mungkin aku menyukainya. bahkan kami saja baru bertemu hari ini."Jordan menggelengkan kepala.


Dokter sepantaran dari Jordan itu seketika terkekeh pelan. saat mendengar penuturan dari sahabatnya itu.


"Ya siapa tahu saja cinta pada pandangan pertama mungkin?"laki-laki yang bernama dokter Chandra itu semakin gencar menggoda sahabatnya.


Jordan yang mendengarnya, seketika memutar bola mata malas."mana mungkin ada hal yang seperti itu. tidak ada rasa yang instan. kalaupun ada, pasti itu akan cepat menguap."sergahnya Seraya beranjak dari tempat itu untuk menghampiri dua wanita yang masih berada di dalam kamar hotel.


"kamu tidak percaya yang namanya cinta pada pandangan pertama?"tanya Chandra. yang langsung dijawab gelengan kepala oleh Jordan.


"awas saja kalau kau mengalaminya. aku orang pertama yang akan menertawakanmu."Jordan seketika mengedikkan bahu tak peduli dan memilih untuk masuk ke dalam ruangan itu.


"bagaimana keadaan dia?"tanya Jordan saat telah sampai di depan Tiara dan menatap ke arah Asmirandah yang masih belum menunjukkan kondisi yang baik.


"belum sadar tapi pasti nanti akan cepat membaik. karena Asmirandah, bukanlah wanita yang lemah seperti kebanyakan wanita."Tiara tersenyum simpul. dan sesekali wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, menatap ke arah Jordan dengan diam-diam.


"oh namanya Asmirandah. nama yang cantik sesuai dengan orangnya."batin Jordan. tak terasa, laki-laki itu juga ikut tersenyum.


"euuumm. aaarrrgggh! kenapa pusing sekali?"keluh Asmirandah yang mencoba merubah posisi tubuhnya. dan hal itu, langsung ditanggapi cepat oleh Jordan dan juga Tiara yang memang berada tidak jauh dari sana.


"kau baik-baik saja?"tanya Tiara Seraya mengambilkan bantal untuk dijadikan sandaran oleh sahabatnya itu.


"emm memangnya aku kenapa?"tanya wanita cantik itu yang masih sibuk menyentuh kepalanya akibat rasa pusing yang luar biasa.


"kau tadi..."ucapan Tiara seketika terhenti saat mendengar Jordan menyahut dengan cepat dan langsung berdiri tepat di hadapan Asmirandah.

__ADS_1


"maafkan saya Nona. saya benar-benar tidak sengaja membuat anda sampai pingsan seperti ini."ucap Jordan penuh dengan penyesalan. namun di sela-sela rasa penyesalan itu, kedua sudut bibirnya sesekali terangkat saat melihat wajah mengagumkan dari wanita itu.


"maksudnya bagaimana?"tanya Asmirandah yang kembali menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. karena kepalanya, masih benar-benar pusing tak tertahankan.


"saya tadi tidak sengaja melempar bola ke kepala anda. saya benar-benar mohon maaf."ucap laki-laki itu penuh dengan penyesalan yang sangat dalam.


Tiara yang melihat itu, tentu saja merasa tertegun. karena wanita yang memiliki warna rambut sedikit terang itu, tidak menyangka jika akan ada laki-laki yang ingin meminta maaf dengan setulus itu.


"dia memang benar-benar baik. cocok dijadikan pasangan."batin Tiara girang.


stementara Asmirandah, wanita cantik itu masih mencoba untuk mencerna apa yang baru saja dikatakan oleh Jordan.


"Nona, apakah kau baik-baik saja?"tanya Jordan Seraya mencoba menyentuh kedua bahu milik Asmirandah.


Membuat wanita itu refleks menghindar. Jordan yang melihat itu, seketika merasa salah tingkah.


"oh, maafkan saya Nona saya tidak bermaksud untuk bersikap kurang ajar."ucap laki-laki itu Seraya tersenyum canggung.


hening


Untuk beberapa saat kondisi di dalam kamar itu Terdengar sangat sunyi. karena ketiga anak manusia itu, masih berpetualang pada pikiran masing-masing.


"umm apa boleh saya berkenalan dengan Nona?"tanya Jordan Seraya mengulurkan tangan pada Asmirandah.


"saya Asmirandah."ucap wanita itu Seraya membalas uluran tangan dari laki-laki itu. tiba-tiba saja, Tiara berdiri di samping Jordan dan mengeluarkan tangannya.


"aku Tiara, Tuan. senang berkenalan dengan anda."ucap wanita itu Seraya mengulurkan tangan tepat di hadapan laki-laki itu.


"oh, saya Jordan."ucapnya sedikit sungkan. karena Tiara terlihat sangat agresif kali ini."kalau begitu saya permisi dulu. nanti kalau ada apa-apa, jangan lupa kabari saya"ucap Jordan menatap ke arah Tiara dan juga Asmirandah secara bergantian.


Namun terlihat jelas, tatapan laki-laki itu menjurus ke mana."baik Tuan nanti akan saya hubungi jika ada apa-apa."sambung wanita berambut pirang itu dengan cepat.

__ADS_1


"aaakkkhhhh!"Tiara menjerit dengan sesekali melompat-lompat seperti seorang anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan. membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika terkejut.


"Kau ini kenapa?"tanya wanita yang memiliki rambut lurus itu dengan tatapan bingung. karena melihat ekspresi wajah dan tingkah laku dari sahabatnya itu yang sepertinya agak lain.


brughh


Tiara memeluk tubuh sahabatnya itu dengan erat. membuat Asmirandah semakin merasa kebingungan. namun, wanita itu tetap membalas pelukan dari sahabatnya.


"he..hei apakah kau baik-baik saja?"tanya Asmirandah dengan raut wajah khawatir.


"aaakkkhhhh sepertinya aku sedang jatuh cinta."ucap Tiara Seraya menutup wajahnya sendiri dengan bantal. Asmirandah yang mendengar itu, semakin merasa bingung dengan tingkah laku sahabatnya itu.


"Kau ini kenapa sih? tidak jelas sekali!"cibir Asmirandah Seraya menggelengkan kepalanya.


Membuat Tiara yang mendengar itu, seketika langsung bangkit dan ikut bersandar di kepala ranjang bersama dengan sahabatnya.


"kau tahu, laki-laki yang ada di hadapan kita itu sangat tampan."ucap Tiara Seraya memejamkan mata.


Membuat Asmirandah yang melihat itu, seketika mengerti dengan arah dan tujuannya dibicarakan oleh sahabatnya itu.


"oh ternyata sahabatku ini sedang jatuh cinta. pantas saja tingkahnya aneh."ucapnya Seraya mengangguk-anggukkan kepala.


Tiara yang mendengar itu, wajahnya semakin bersemu merah. kemudian dengan segera, memeluk tubuh sahabatnya itu dengan erat.


"aaakkkhhhh aku tidak percaya kalau aku akan jatuh cinta secepat ini. padahal aku tidak pernah percaya apa yang disebut Cinta pada pandangan pertama. namun sekarang, sepertinya aku berubah pikiran. aku benar-benar merasakan tubuhku berdebar-debar."ucapnya yang sesekali menutup wajahnya dengan bantal.


Sementara Asmirandah, wanita itu hanya menggelengkan kepala saat melihat tingkat absurd dari sahabatnya itu.


"apakah kau ingin menolongku?"tanya Tiara secara tiba-tiba saat wanita itu telah selesai dengan tingkah konyolnya.


"menolong apa?"tanya Asmirandah yang masih tidak mengerti dengan sikap wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2