
Karena tidak menemukan jawaban dari adiknya, tangan Naomi terangkat. hendak melayangkan tamparan keras pada wanita yang berstatus sebagai adik kandungnya itu. namun hal itu diurungkan oleh Naomi saat mendengar suara ibunya dari ruang meja makan.
"Asmirandah, Naomi, ayo kita makan malam!"ucap Chelsea Seraya menghampiri kedua putrinya itu. dengan segera menarik keduanya untuk segera menuju ke meja makan.
Wanita cantik itu hanya menurut saja saat Ibunya menarik kedua tangannya untuk makan malam bersama dengan keluarga.
"bagaimana tadi acaranya bersama dengan Naomi? apakah semua?"tanya Chelsea menatap ke arah Putri bungsunya penuh dengan senyuman.
"lancar Bunda semua baik kok."jawab Asmirandah Seraya tersenyum simpul.
"dengan siapa lagi dia keluar?"tanya Naomi dengan tiba-tiba. membuat Asmirandah dan juga Chelsea yang mendengar itu, seketika menatap ke arah wanita itu dengan tatapan pikiran dan juga penuh selidik.
"tidak ada."jawab Asmirandah dengan nada suara biasa saja. walaupun wanita itu tahu, bahwa kakaknya tidak akan pernah percaya dengan apa yang ia katakan saat ini.
"bohong!"ucap Naomi dalam hati. Karena Wanita itu, sudah mendapatkan sebuah bukti berupa foto saat Zidane dan juga Asmirandah bincang-bincang di taman belakang restoran itu.
"aku bersumpah akan membuat mereka tidak akan pernah bersatu."batin Naomi dengan dada yang bergemuruh hebat karena menahan amarah yang luar biasa. di rumah ini kebetulan hanya ada mereka bertiga. karena Aaron dan juga Yudha, sedang ada pekerjaan di luar rumah.
Setelah selesai makan malam, mereka semua memutuskan untuk segera kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. namun tiba-tiba saja,...
brakkk
Pintu kamar dari Asmirandah diduga dengan sangat kuat dari arah luar. dan tak lama berselang, ada seorang wanita menyembul dari balik pintu dengan tatapan tajam dan senyuman menyeringai. siapa lagi jika bukan Naomi. wanita itu, menatap tajam ke arah adik kandungnya sendiri seperti seseorang yang tengah menatap ke arah musuhnya sendiri.
__ADS_1
"sejak kapan kau dekat dengan Zidane?"tanya Naomi menatap tajam ke arah adiknya.
"apa maksud kakak?"ucap Asmirandah pergilah dengan balik bertanya kepada kakaknya itu.
puk
Tiba-tiba saja, Naomi melemparkan beberapa lembar foto ke hadapan Asmirandah. membuat wanita cantik itu, seketika terperangah kaget.
"kenapa, kau kaget?"tanya wanita itu Seraya tersenyum sinis ke arah Asmirandah. dan tak lama berselang,....
plak
Sebuah tamparan keras, seketika mendarat mulus di wajah cantik Asmirandah. membuat wanita itu seketika tertulis ke arah samping dengan sangat kuat. sakit? tentu sangat sakit. apalagi yang melakukan ini semua, adalah kakaknya sendiri.
"aaakkkhhhh! lepaskan aku aku mohon lepaskan!"kecap Asmirandah dengan deraian air mata. Karena Wanita itu, benar-benar merasakan sakit yang luar biasa akibat tarikannya sangat kencang yang dilakukan oleh kakak kandungnya sendiri.
"jauhi Zidane atau kau akan menderita lebih dari ini!"setelah mengatakan hal itu, Naomi segera melangkah pergi setelah mendorong tubuh adiknya hingga sampai menghempas ke dinding.
Seketika itu pula, tubuh Asmirandah luruh ke lantai. wanita itu benar-benar merasakan sakit yang luar biasa bukan hanya fisiknya yang terasa sangat sakit. Mainkan, hati wanita itu justru semakin sakit akibat perlakuan dari kakaknya itu.
Semenjak aksi perselingkuhannya terbongkar, pandangan Naomi sangatlah berbeda saat menatapnya. mungkin saja Naomi merasa, bahwa Asmirandah adalah sosok wanita pembawa sial. karena berkat aksinya itu, Naomi harus menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai. ya walaupun mereka sering menghabiskan waktu bersama dan selalu berbagi kehangatan, namun hati Naomi masih terpaut oleh Zidane. wanita itu tidak ingin kehilangan salah satu diantara mereka.
Setelah puas menangisi kondisi hidup dan juga tubuhnya yang benar-benar miris itu, Asmirandah memutuskan untuk segera membersihkan diri dan mengistirahatkan tubuhnya.
__ADS_1
Sungguh, wanita itu merasa sangat lelah saat ini baik fisik maupun batinnya. setelah selesai membersihkan diri, wanita cantik dan juga kalem itu memutuskan untuk segera membaringkan dirinya di atas tempat tidur. dan tak lama berselang, terdengar dengkuran halus. yang menandakan bahwa wanita itu, telah terlelap dan terbang ke alam mimpi.
****
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang laki-laki yang sejak tadi mondar mandiri di depan tempat tidurnya. siapa lagi orangnya juga bukan Zidane. laki-laki yang memiliki tubuh tegap itu, merasa sangat khawatir. karena laki-laki itu, ingin membicarakan sesuatu pada kedua orang tuanya. tapi Zidane yakin, kedua orang tuanya pasti tidak akan pernah setuju jika mendengar penuturan darinya.
Karena kedua orang tuanya itu sangat menjunjung tinggi yang namanya nama baik sebuah keluarga. mereka tidak akan pernah Sudi untuk berhubungan dengan seseorang, jika orang itu telah tercemar nama baik keluarganya.
"aaakkkhhhh kenapa semuanya menjadi seperti ini?!"tanya laki-laki itu Seraya mengacak-acak rambutnya sendiri karena merasa frustasi dengan situasi yang saat ini ia hadapi itu.
"bagaimanapun juga, aku harus tetap mengatakan hal ini pada kedua orang tuaku. karena aku, benar-benar sangat mencintai Asmirandah. dan aku ingin, wanita itu menjadi pendamping hidupku kelak."setelah mengatakan hal itu, Zidane memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Sepertinya hal yang sama juga dialami oleh seorang laki-laki yang saat ini tengah ter nung di dekat jendela."kenapa aku malah kepikiran pada wanita itu?"tanyanya pada diri sendiri.
"sepertinya, apa yang dikatakan oleh Chandra itu memang benar. bahwa aku, telah terpesona kepada wanita itu."Jordan membatin.
Jordan, laki-laki yang memiliki brewok tipis di sekitar wajahnya itu, awalnya tidak menyangka jika dirinya benar-benar menyukai Asmirandah. laki-laki itu tetap pada pendiriannya bahwa tidak akan pernah mencintai seorang wanita.
Namun pada kenyataannya, Jordan tidak bisa menebak hatinya sendiri. Karena tanpa disangka-sangka oleh laki-laki itu, nama Asmirandah perlahan-lahan mulai masuk ke dalam hatinya. tentu saja hal itu membuat laki-laki memiliki brewok tipis itu, merasa sedikit gugup.
Apalagi Jordan tahu, jika Asmirandah itu adalah wanita yang disukai oleh kakak aku punya sendiri. tentu saja Jordan akan memikirkan ulang tentang perasaan itu.
"tidak! sampai kapanpun juga, aku tidak akan pernah membuat persaudaraan ini renggang hanya karena seorang wanita. Apalagi, aku pernah merasakan sakit karena makhluk yang bernama wanita itu."gumam Jordan meyakinkan dirinya.
__ADS_1
Walaupun, di dalam hati laki-laki itu sedikit ada keraguan tentang apa yang ia yakini saat ini.