
Dua bulan kemudian,...
Kini kondisi dari Asmirandah sudah benar-benar pulih dari luka pasca lahiran. namun meski demikian, Jordan tetap memperlakukan wanita itu seperti seorang ratu. laki-laki itu bahkan tidak segan-segan untuk menggantikan mengurus Ara. di saat Asmirandah merasa kelelahan.
Karena memang wanita itu menolak jika putrinya diasuh oleh orang lain. karena memang Jordan sempat menawarkan jasa pengasuh pada istrinya itu. bertujuan agar Asmirandah tidak kelelahan.
Namun hal itu ditolak keras oleh Asmirandah sendiri. Karena Wanita itu ingin mengurus Ara dengan tangannya sendiri. karena setiap kali wanita itu mengurus bayi mungilnya, perasaan bersalah seketika membuncah. karena dirinya sadar, dulu saat Haidar bayi, dirinya tidak ada di samping putranya itu. dan bahkan sampai saat ini.
Untuk itulah, Asmirandah bersikeras untuk mengurus beby Ara sendirian. hitung-hitung untuk menebus kesalahan pada Putra pertamanya itu.
"kau terlihat capek sekali."tegur Jordan. saat laki-laki itu, datang menghampiri Asmirandah yang tengah menggendong Ara.
Membuat wanita itu seketika menoleh dan tersenyum simpul. "namanya juga seorang ibu. pasti akan merasakan lelah yang luar biasa. tapi, aku begitu sangat bersyukur karena bisa mengurus putriku ini dengan tanganku sendiri."sahut wanita itu Seraya mencium pipi gembul milik Arabella.
Jordan pun, ikut tersenyum dan memberikan beberapa kali kecupan pada Putri kesayangannya itu.
Mereka berdua kini tengah berbincang-bincang dengan begitu hangatnya. dan sesekali, laki-laki yang memiliki jambang di kiri dan kanan wajahnya itu akan menggoda dua wanita kesayangannya itu. dan hal itu tak jarang membuat Asmirandah tersipu malu. dan itu adalah tindakan bersungguh-sungguh.
Karena entah mengapa, Asmirandah sedikit demi sedikit merasakan jantungnya berdebar dengan sangat kuat saat bersama dengan laki-laki itu. awalnya wanita yang baru saja melahirkan Beberapa bulan yang lalu, ingin mengelak dengan perasaannya sendiri.
Namun semakin lama, rasa itu semakin tumbuh dengan sangat kuat. apalagi jika di tengah-tengah mereka ada Ara. maka yang mereka rasakan, akan berkali-kali lipat lebih kuat dari biasanya.
drrrttt drrttt
tiba-tiba saja ponselnya berdering dengan begitu nyaring. bahkan saking nyaringnya, sampai harus membangunkan Ara yang terlelap dalam gendongan sang Mama.
Dengan perasaan kesal, laki-laki itu segera menjauh dan langsung mengangkat telepon itu yang ternyata dari sang ibu.
__ADS_1
("halo Jordan apakah kamu bisa pulang sebentar ke sini?")
"memangnya ada apa Ma?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah bingung dan ada suara yang terdengar malas.
Karena laki-laki yang memiliki jambang di kiri dan kanan wajahnya itu, sudah bertekad ingin hidup mandiri bersama dengan istri dan juga anaknya. dan sesekali, Jordan akan datang ke sana untuk menjenguk kedua orang tuanya.
Sahara dan juga Garda sebenarnya sudah menyetujui akan hal itu. karena mereka mengira, bahwa Jordan di sana begitu sibuk sehingga tidak ada waktu untuk bermain-main seperti biasa. walaupun memang benar, bahwa laki-laki itu sibuk bekerja.
Karena di kota tempat tinggalnya sekarang, usahanya perlahan-lahan mulai menunjukkan perkembangan yang memuaskan. namun di samping itu, ada hal lain yang tidak diketahui oleh Sahara dan juga Garda. yaitu tentang pernikahan putranya dan juga Asmirandah. dan bahkan saat ini, mereka telah dikaruniai seorang putri yang sudah berumur 2 bulan.
("kau bisa datang ke sini? di kediaman Prakoso tengah diselenggarakan acara penyambutan putra dari Zidane dan juga Tiara. jadi Mama harap, kau bisa datang.")
hening,...
Jordan terdiam untuk beberapa saat kemudian. laki-laki itu tengah berpikir dengan sangat keras.
Membayangkan itu saja, membuat Jordan sudah merasa tidak sabar. dan tanpa pikir panjang lagi, Jordan segera mengiyakan dari sang ibu.
"baiklah aku akan datang ke sana. aku juga ingin memperkenalkan seseorang kepada kalian nantinya."ucap Jordan dengan senyuman yang begitu mengembang.
("apakah kamu memiliki wanita di sana?")
terdengar dari pertanyaan Sahara. bahwa wanita paruh baya itu, begitu terkejut dan juga antusias. Hal itu membuat Jordan yang mendengarnya, semakin tersenyum lebar.
"Mama tunggu saja. setelah mengatakan hal itu, Jordan segera menutup panggilan telepon itu kembali. dan setelahnya, kembali menatap ke arah istri dan juga anaknya yang masih asyik satu sama lain.
"kau harus ikut aku nanti."ucap Jordan tak terbantahkan membuat Asmirandah yang tengah menggoda bayi mungil yang ada dalam pangkuannya itu, seketika menoleh.
__ADS_1
"memangnya kita mau ke mana?"tanya wanita itu dengan raut wajah heran.
"menemui keluargaku. sekalian memperkenalkan kamu."ucapnya begitu enteng tanpa dosa.
degh
Jantung dari Asmirandah seakan berhenti berdetak. saat wanita itu, mendengar pernyataan yang begitu mengejutkan dalam hatinya.
"apakah kau serius?"tanya wanita itu masih mencoba untuk mencerna apa yang baru saja dikatakan oleh laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu.
"iya aku serius dan kau harus ikut. kau tentu tidak lupa, kan? kalau aku bisa melakukan apa saja jika kau tidak ingin mengikuti perintahku?"tanya Jordan dengan tatapan membunuhnya.
Asmirandah seketika menghela nafas panjang. perasaan yang awalnya mengatakan bahwa Jordan telah berubah, ternyata itu salah besar. buktinya saja laki-laki itu masih tetap mengancamnya.
Padahal yang terjadi sebenarnya adalah, Jordan sudah banyak berubah. laki-laki itu sebenarnya tidak ada niatan untuk mengalahkan istri tercintanya. dulu memang benar dirinya sempat ingin melenyapkan Haidar. namun sekarang ini, Jordan sudah banyak berubah. dan hal itu berkat Asmirandah.
"baiklah kalau begitu. aku mau ikut."pasrah Asmirandah pada akhirnya.
"tapi bagaimana dengan Ara?"tanya wanita itu secara tiba-tiba. saat ingatannya, menyadari jika sudah ada seorang bayi di antara mereka.
Jordan yang mendengar itu seketika menggenggam tangan milik istrinya."kau tenang saja. dia akan aman di sini. yang harus kamu lakukan adalah, menyediakan air kehidupan itu dengan jumlah yang banyak. agar anak kita ini, tidak kelaparan."ucapnya Seraya mengusap punggung tangan milik sang istri.
Asmirandah yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala saja. dan dengan segera, menuruti permintaan dari laki-laki itu. karena menurutnya, percuma juga mereka berdebat. karena dapat dipastikan pemenangnya adalah Jordan. karena laki-laki itu mudah untuk mengancam dan melaksanakan sesuatu sesuai dengan keinginannya.
Mereka berdua kembali ke dalam kamar untuk beristirahat. karena hari sudah beranjak malam.
"aku sudah mempersiapkan sebuah kejutan untukmu kakakku sayang."ucapnya tersenyum menyeringai.
__ADS_1