
Setelah menunggu selama 15 jam, pada akhirnya operasi yang diminta oleh Jordan telah selesai. dan saat ini, Asmirandah tengah berada di ruang rawatnya dengan wajah yang diperban. karena memang, bagian itu yang dirubah. sementara DNA dari wanita itu, sudah sedikit berubah karena permintaan dari laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu.
"bagus aku suka kerja kalian!"ucap laki-laki itu Seraya tersenyum lebar kemudian mengeluarkan sebuah kertas berwarna putih dan menandatanganinya.
"ini buat kalian."ucap laki-laki itu Seraya menyerahkan cek yang berisikan uang senilai hampir 20 miliar. Tentu saja orang-orang itu yang baru pertama kali melihat nominal uang sebanyak itu, tentu saja merasa begitu terkejut.
Tak dipungkiri, mereka semua merasa begitu senang karena mendapatkan hadiah itu.
"Terima kasih Tuan, Anda memang orang yang begitu dermawan."pujinya dengan tersenyum lebar.
"kalau begitu, kami permisi dulu."pamit para tenaga medis itu dan langsung pergi dari sana dengan hati yang berbunga-bunga karena begitu senang mendapatkan uang sebanyak itu.
Sementara Jordan sendiri, laki-laki itu memutuskan untuk masuk ke dalam ruang perawatan milik istrinya.
Ceklek
Saat pintu itu terbuka, tatapan mata Jordan dapat melihat raut wajah istrinya yang begitu sendu terlihat dari kedua bola matanya yang tak henti-hentinya mengeluarkan cairan bening.
"sudahlah kau tidak usah menangis lagi! apa kau mau, aku melakukan suatu hal pada orang-orang Yang Kau Sayangi itu?"tanya Jordan dengan nada suara mengancam.
Membuat Asmirandah yang mendengar itu seketika menggelengkan kepalanya dengan kuat."tolong jangan lupakan keluargaku kumohon!"ucapnya Seraya mengatupkan kedua tangan di depan dada.
kedua sudut bibir dari laki-laki itu seketika terangkat ke atas membentuk sebuah seniman menyeringai.
"aku tidak akan pernah melakukan apapun asalkan kau menurut. tapi jika sebaliknya, Maka jangan salahkan aku untuk melakukan hal yang sudah aku impikan sejak dulu."ucapnya berbisik di telinga Asmirandah.
Membuat tubuh dari wanita itu, seketika semakin bergetar dengan sangat kuat. dan dengan segera, menganggukkan kepalanya.
"aku janji aku tidak akan pernah melakukan sesuatu hal yang membuatmu marah. tapi aku mohon, jangan pernah lakukan sesuatu apapun pada Putraku."pinta wanita itu dengan ada suara bersungguh-sungguh.
__ADS_1
Jordan seketika tersenyum iblis."itu semua tergantung dengan kau menurut atau tidak. setelah mengatakan hal itu, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, ketika keluar dari dalam ruangan itu.
Meninggalkan Asmirandah yang sudah terisak di atas tempat tidur dengan tubuh gemetaran.
"memang sebaiknya, aku harus mencoba mulai terbiasa dengan laki-laki itu."gumamnya dengan nada suara yang begitu lirih.
******
Oeeekk Oeeekk Oeeekk Oeeekk
Semua orang tersentak kaget saat mendengar suara tangis bayi yang begitu melengking. mereka semua seketika berhambur untuk menghampiri sumber suara itu.
Sementara Tiara sendiri, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu sudah sangat panik. karena tiba-tiba saja, bayi itu menangis dengan sangat kencang. karena saat ini, posisinya tengah berada di ambang pintu kamar. sehingga membuat tangisan itu, terdengar oleh semua orang.
"kenapa aku keluar kamar segala sih? kan mereka jadi tahu."ucapnya merutuki kebodohannya sendiri.
Namun sepertinya Dewi Fortuna belum berpihak kepadanya. Karena saat mengayunkan kakinya untuk melangkah, Wanita itu telah diteriaki oleh seseorang yang berada tepat di belakangnya.
"astaga Tiara ada apa?!"tanya Oma Keisha dengan raut wajah yang begitu panik. dengan langkah tergesa-gesa, wanita renta itu segera meraih dan menggendong tubuh mungil milik Elvio yang sudah memerah karena menangis dengan sangat keras.
"bau apa ini?"tanya Ajeng Seraya mempertajam Indra penciumannya. kemudian, wanita paruh baya itu berhenti tepat di tubuh bagian bawah milik Elvio.
"apakah mungkin dia diare?"tanya wanita paruh baya itu menetap ke arah semua orang yang ada di sana. namun sesekali akan menatap tajam ke arah Tiara yang terdiam membisu di tempatnya.
Kedua bola mata dari Oma Keisha seketika membulat sempurna. dengan langkah tergesa-gesa dan terburu-buru, wanita sepuh itu segera membaringkan tubuh bayi itu dan mulai membuka semuanya.
Kedua matanya semakin melotot saat melihat pemandangan mengerikan yang ada di hadapannya saat ini.
Bagaimana tidak, bagian an*s bayi itu mengeluarkan cairan yang tidak sedap ditambah dengan cairan seperti darah yang mengalir terus-menerus dari dalam tanah.
__ADS_1
"ini kenapa bisa begini?"tanya Oma Keisha dengan suara tercekat.
Semua mata seketika menatap ke arah Tiara dengan tatapan meminta penjelasan dan juga penuh selidik. membuat wanita itu sendiri, seketika gelagapan dibuatnya.
"a... aku tidak tahu Oma. kemarin masih baik-baik saja."ucap wanita itu dengan tubuh bergetar hebat dan tak lama berselang, terdengar isakan tangis dari bibirnya.
Oma Keisha dengan segera, langsung memeluk tubuh menantu kesayangannya itu dengan erat. karena wanita renta itu mengira, menantu kesayangannya ini sedang syok. padahal yang terjadi adalah, Tiara tengah dihinggapi rasa ketakutan yang luar biasa.
Wanita itu takut, jika semuanya akan terbongkar begitu saja. padahal, lantai itu belum siap jika harus terbongkar sekarang karena masih banyak rencana jahat yang ingin ia lakukan pada bayi malang itu.
"sudah lebih baik kita bawa saja rumah sakit."seru Opa Galang membuyarkan semuanya.
Dengan langkah terburu-buru, Tiara segera masuk ke dalam kamar untuk menyingkirkan semuanya. wanita itu sedikit merasa kesulitan karena memang tidak ada susu formula di dalam sana. karena selama ini, uang yang diberikan Oma Keisha untuk membeli susu itu, digunakan untuk merawat tubuhnya.
"terpaksa aku harus memberikan dia minuman asli. dasar sialan! anak tidak tahu di untung!" gerutunya seraya menyambar selimut dan beberapa bedong bayi.
****
Sementara itu di tempat lain, terlihat Naomi tengah mempersiapkan semuanya.
"kita lihat bagaimana reaksimu setelah melihat kotak ini! aku yakin kau pasti tidak akan pernah bisa tidur nyenyak setelah ini!"setelah mengatakan hal itu, Naomi tertawa terbahak-bahak.
"bagaimana apakah kamu sudah mempersiapkan semuanya?"tanya Celine yang masuk ke dalam kamar wanita itu.
"sudah kau tenang saja serahkan semuanya padaku!"ucapnya tanpa menoleh ke arah lawan bicara.
Celine yang mendengar itu pun hanya menganggukkan kepala. kemudian segera ikut mempersiapkan semuanya. dan setelah siap, mereka segera melancarkan aksinya.
"ayo kita mulai permainannya!"ucapnya Seraya tersenyum menyeringai. kemudian dengan segera, melajukan kendaraannya untuk menuju ke tempat tujuan.
__ADS_1