Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 110


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,...


Kini, Zidane sudah benar-benar pasrah tentang keberadaan wanita yang sangat ia cintai itu. karena selama kurun waktu itu, laki-laki berwajah manis itu tak henti-hentinya mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mencari keberadaan Asmirandah. Namun nyatanya, usaha laki-laki itu masih belum membuahkan hasil yang maksimal.


Kini, laki-laki itu sudah sedikit melupakan kesedihannya. ya hanya sedikit saja. karena laki-laki itu masih memikirkan mental dari Haidar. bayi berusia hampir 2 bulan itu, masih membutuhkan kasih sayang yang cukup darinya. maka dari itu, dirinya harus tetap p waras.


Oeeekk Oeeekk


Tiba-tiba saja, terdengar suara dari Haidar yang menangis dengan sangat kencang. membuat laki-laki berwajah manis itu, langsung bergegas masuk ke dalam kamar sang Putra.


Dengan gerakan perlahan, laki-laki itu segera menggendong dan mengayunkan hingga terlelap kembali. setelah cukup lama membiarkan Haidar berada dalam pelukannya, pada akhirnya Zidane meletakkan kembali bayi mungil itu ke tempat semula.


"tidur yang nyenyak sayang."ucap laki-laki itu Seraya mengecup kedua pipi gembul milik putranya.


Setelahnya, laki-laki itu segera keluar dari dalam kamar putranya. dan berniat akan kembali ke kantor. namun sebelum itu, laki-laki berwajah manis itu segera menghubungi dua orang baby sitter untuk menjaga putranya.


Ya, katakanlah Zidane berlebihan dalam hal memilih seseorang untuk menjaga putranya. namun, laki-laki itu benar-benar tidak memiliki cara lain selain menyewa dua babysitter untuk menjaga putranya.


Karena laki-laki berwajah hitam manis itu sudah mulai bekerja di perusahaan keluarganya. tentunya, untuk menggantikan posisi Jordan. karena laki-laki itu, masih belum tahu di mana keberadaannya.


Sebenarnya, laki-laki itu ingin sekali mengatakan sesuatu hal pada orang tua Jordan dan juga keluarga besarnya. agar mereka, cepat mengetahui sifat busuk dari laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu.


Namun kembali lagi laki-laki itu masih belum tega untuk membuat keluarganya hancur. tambah lagi, nanti jika Zidane mengatakan hal itu, Kedua sesepuh di keluarga itu akan mendapatkan kesialan. dan Zidane belum siap akan hal itu.


Walaupun laki-laki berwajah manis itu sempat merasa kesal dengan Oma dan juga Opanya, namun untuk hal yang satu itu Zidane masih belum bisa untuk menerimanya.


Tiba-tiba saja sebuah ide terlintas dari dalam otaknya. dan dengan segera, laki-laki itu mengeluarkan benda pipih dari dalam sakunya.


Sejenak, Zidane terdiam guna mengingat apakah dirinya pernah menyimpan nomor seseorang atau tidak. Seraya jarinya mulai mendali kontak-kontak yang ada di dalam benda pipinya. lama berkutat dengan ponselnya, laki-laki itu akhirnya menghentikan aksinya. saat kedua matanya, menangkap nama seseorang di layar besar itu.

__ADS_1


"ini dia nomornya. semoga saja masih aktif."gumamnya pada dirinya sendiri. setelah itu, laki-laki itu mulai mengetikkan pesan pada seseorang yang ia tuju. namun hal itu tak berlangsung lama. karena Zidane, kembali menghapus pesan itu.


"bagaimana kalau mereka sudah tidak saling berhubungan lagi? bukankah itu akan sangat memalukan?"tanya laki-laki itu pada dirinya sendiri.


Berulang kali, Zidane mengetikkan pesan dan berulang kali juga, laki-laki berwajah manis itu menghapusnya. karena merasa sangat kesal, laki-laki itu tanpa sengaja menekan nomor milik orang itu hingga tersambung di seberang sana.


(halo Kak Zidane, ada apa?)


shiitt


Seketika itu pula, Zidane mengumpat dirinya sendiri karena merasa ceroboh dengan tindakan yang baru saja ia lakukan itu.


"halo Chandra, apakah Jordan akhir-akhir ini pernah curhat padamu atau sekedar ber basa-basi?"sudah kepalang tanggung, pada akhirnya laki-laki berwajah manis itu segera mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya selama ini.


Siapa tahu saja, laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu mengetahui Di mana keberadaan laki-laki durjana yang ingin sekali dilenyapkan oleh Zidane karena telah berani-beraninya membawa sang istri kabur darinya.


Namun pada kenyataannya, laki-laki itu harus kecewa karena mendengar penuturan dari Richard.


'iya sibuk menggoda dan merampas istri orang lain'batin laki-laki berwajah manis itu mengomel.


(memangnya ada apa ya Bang?)


"tidak ada apa-apa. Ya sudah. kalau begitu, terima kasih atas informasinya."setelah mengatakan hal itu, Zidane segera kembali mempersiapkan diri untuk berangkat kerja.


Di depan rumahnya, laki-laki itu bertemu dengan dua orang baby sitter ter yang memang ia pesan dari yayasan dua minggu yang lalu.


"selamat pagi Tuan!"sapa mereka berdua Seraya menunduk hormat.


"pagi! kalian langsung saja masuk ke dalam kamar putraku. rawat dia dengan baik. jangan pernah melakukan hal yang aneh-aneh. karena jika hal itu terjadi, maka saya akan pastikan kalian tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan seumur hidup kalian!"ucap laki-laki itu penuh dengan penekanan.

__ADS_1


Membuat dua wanita itu, seketika menunduk ketakutan. dan dengan segera, berlalu dari sana.


***


"Jordan aku mohon lepaskan aku!"ucap Asmirandah dengan posisi bersujud di depan laki-laki itu.


Sementara si pemilik nama, hanya melihat dengan tatapan yang sangat datar. namun perlahan tapi pasti, laki-laki itu membungkukkan badannya hingga berjongkok tepat di hadapan wanita itu.


"memangnya kenapa, hmm? bukankah kau merasa senang dan bahagia berada di sini? berada dengan orang yang sangat mencintaimu?"tanya laki-laki itu Seraya mencengkeram dagu milik Asmirandah.


Membuat wanita itu seketika menggelengkan kepalanya."aku mohon lepaskan aku!"ucap wanita itu masih menggaungkan kalimat yang sama.


"sayangnya, aku tidak akan pernah melakukan hal itu."setelah mengatakannya, Jordan segera menarik rambut milik Asmirandah membawanya kembali ke dalam kamar.


bruuakk


Dengan gerakan secepat kilat, Asmirandah dilempar keatas tempat tidur oleh Jordan. hingga membuat wanita itu, sedikit mengerang kesakitan.


"am... ampun tolong ampuni aku!"ucap wanita itu dengan nada yang sangat memprihatinkan. membuat siapa saja yang melihatnya, akan merasa iba.


Namun sepertinya, hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh laki-laki itu. karena buktinya, Jordan masih menatapnya dengan tatapan yang sangat buas. hingga membuat Asmirandah, seketika beringsut mundur. hingga punggungnya, menabrak dinding. Hal itu membuat Jordan yang melihatnya, tersenyum menyeringai.


***


"apa kau benar-benar menginginkannya, Tiara?"tanya seorang wanita yang merasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh putrinya.


"aku benar-benar menginginkannya Ma."jawabnya dengan suara yang sangat lantang.


Tika dan juga Bagas yang melihat itu, seketika saling tetap satu sama lain. dan tak lama berselang, mereka berdua tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"baiklah kalau begitu. kita akan segera datang ke rumah mereka untuk membicarakan hal ini."setelah mengatakan hal itu, kedua orang tua Tiara itu segera pergi dari sana. meninggalkan wanita itu seorang diri.


__ADS_2