
Tak lama berselang, Asmirandah telah sampai di sebuah pusat perbelanjaan yang ada di kota itu. dengan segera, wanita cantik itu, melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam. dan dengan segera, membeli keperluan yang memang dia butuhkan.
Untuk saat ini, keinginan dari Asmirandah tidak seperti sebelum-sebelumnya. Karena Wanita itu tahu, sulit sekali untuk terlepas dari Jordan. dan juga Asmirandah tidak ingin melibatkan orang-orang yang ia sayangi untuk menjadi korban atas keegoisannya.
"apakah aku boleh perawatan?"tanya Asmirandah saat melihat tempat spa yang tidak jauh dari tempat dirinya berada saat ini.
Salah satu dari pengawal itu, segera mencoba menghubungi Jordan melalui intercom.
("sayang kau ingin perawatan?")
"iya mumpung aku berada di tempat ini. jadi, apakah boleh?"tanya Asmirandah dengan nada suara hati-hati.
Wanita itu, sempat mengerti beberapa saat kemudian saat mendengar suara kekehan kecil dari seberang sana.("Tentu saja boleh. Lagi pula, aku juga sangat menyukai wanita yang terawat. Jadi, lakukan apapun yang kau inginkan. kau juga bisa melakukan senam lantai untuk menjaga tubuhmu agar tetap ideal.")
Asmirandah yang mendengar itu seketika tersenyum simpul. dan dengan segera, wanita itu mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan treatment. sementara para pengawal itu, diminta untuk berjaga-jaga di luar.
"aku harus bisa memanfaatkan momen ini sebaik mungkin." gumamnya dengan penuh tekad.
Setelah berkonsultasi dan memilih treatment apa yang akan ia jalani, Asmirandah segera dituntun oleh orang-orang itu dan mulai melakukan tugas masing-masing. sambil merasakan treatment yang begitu menenangkan dan juga mengasyikkan, wanita itu segera memberitahu pada Jordan jika dirinya akan pulang sedikit terlambat karena dirinya harus melakukan perawatan secara menyeluruh.
Dan beruntungnya, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu menganggukkan kepala. karena memang di rumah, sudah tersedia air kehidupan yang begitu banyak yang dihasilkan oleh tubuh Asmirandah. sehingga mereka tidak perlu mengkhawatirkan jika putrinya mengalami kehausan akibat tidak ada Asmirandah di sana.
Setelah selesai memberitahukan kepada laki-laki yang berstatus sebagai suaminya itu, Asmirandah bergantian menghubungi ketua dari bodyguardnya melalui interkom yang memang telah tersambung dengan mereka.
("baik nyonya kami akan menunggu hingga sore nanti.")
__ADS_1
Senyum dari Asmirandah semakin merekah saat wanita itu mendengar jawaban yang begitu memuaskan dari ketua pengawal itu. setelah selesai melakukan treatment yang memang hanya membutuhkan waktu 3 jam, Asmirandah segera berlalu pergi meninggalkan tempat itu menuju pintu belakang.
"hufftt Akhirnya bisa lolos juga."gumam wanita itu bernafas dengan lega. dan dengan segera, memesan taksi online untuk membawanya ke sebuah rumah sakit yang tidak jauh dari sana.
Sesampainya di tempat itu, Asmirandah segera menemui dokter yang khusus untuk menangani alat kontrasepsi. setelahnya Asmirandah memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang ditanam saja. Karena Wanita itu tidak ingin kondisi tubuhnya berubah jika menggunakan alat-alat tersebut.
"sudah nyonya."lapor wanita paruh baya yang ditunjuk untuk menangani penggunaan alat pengaman itu.
Asmirandah sempat membulatkan kedua matanya. Karena Wanita itu berpikir, prosesnya akan sangat lama dan memakan waktu berjam-jam. tapi ternyata, dugaannya salah besar karena proses itu hanya berlangsung beberapa menit saja.
Dan pada akhirnya, wanita itu kembali menuju ke tempat terakhir mereka berada. jangan sampai kepergiannya ini disadari oleh para bodyguard itu. karena jika tidak, maka akan tamat riwayatnya.
Tak membutuhkan waktu lama, mobil itu berhenti tidak jauh dari pusat perbelanjaan itu. karena memang, itu adalah kemauan dari Asmirandah. dan setelah membayar semuanya, wanita cantik itu segera kembali masuk ke dalam melalui pintu samping yang lain.
Helaan nafas panjang dan lega, Tiara sudah sampai dan mendaratkan kakinya di tempat semula. hal itu sempat membuat beberapa orang terkejut dan Hal itu membuat Asmirandah sedikit panik. Namun ternyata kepanikannya hanya sesaat saja.
Setelah selesai mempersiapkan diri sedemikian rupa, wanita itu segera keluar dari ruangan treatment dan mengajak para pengawalnya itu untuk kembali ke kediaman Jordan.
****
Sesampainya di depan rumah, Asmirandah sempat mengerutkan kening. karena melihat keberadaan mobil dari laki-laki itu.
"dia sudah datang?"tanya Asmirandah dengan raut wajah sedikit terkejut dan juga merasa sedikit khawatir.
Kedua mata wanita itu sedikit melebar saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini. dengan langkah hati-hati, Asmirandah berjalan menghampiri suami dan juga putrinya.
__ADS_1
"kau sudah datang gimana rasanya perawatan?"tanya Jordan dengan senyuman manisnya. namun entah mengapa, Hal itu membuat Asmirandah sedikit merasa takut. Karena Wanita itu merasa, ada amarah di dalam diri Jordan. padahal itu sama sekali tidak benar.
"a.. apakah kau marah aku meninggalkan Putri kita terlalu lama?"tanya wanita itu dengan nada suara gugupnya.
Jordan yang mengerti arah pembicaraan dari istrinya itu, segera kembali meletakkan Ara ke dalam box bayi. kemudian dengan segera menghampiri wanita kesayangannya itu.
"hei siapa yang marah? aku hanya bertanya kenapa kau malah merasa aku menindasmu?"tanya laki-laki itu tuh habis pikir.
"o..oh. aku pikir, kau marah."ucapnya tersenyum canggung.
"tidak aku sama sekali tidak marah."sahut laki-laki itu dengan menggelengkan kepalanya.
***
tak jauh berbeda dari kediaman Prakoso. karena saat ini, Tiara tengah merasakan tubuhnya menggigil luar biasa. bukan karena sakit ataupun apa. melainkan wanita itu merasa sangat gugup karena harus memberikan air kehidupan kepada bayinya dihadapan Oma Keisha, Ajeng dan juga Sahara.
Tentunya itu sama sekali tidak akan dilakukan oleh Tiara. karena selain wanita itu tidak Sudi memberikan air kehidupan itu, dirinya juga tidak pernah melakukan hal itu.
"apakah aku boleh ke kamar untuk memberikan air kehidupanku pada Putraku ini?"tanya wanita itu masih mencoba untuk bernegosiasi.
"memangnya kenapa? bukankah kita ini keluarga? dan lagi pula, kita ini sama-sama perempuan tidak ada yang perlu untuk diresahkan."sahur Ajeng dengan cepat. Karena Wanita itu sedikit merasakan sinyal tidak beres dari menantunya itu.
Dengan terpaksa, Tiara memutuskan untuk menurut dan langsung memberikan air kehidupan itu pada bayi yang ada dalam dekapannya.
Wanita itu sempat sedikit meringis saat merasakan sesuatu yang begitu sakit menjalar di seluruh tubuhnya. saat kulitnya, bersentuhan dengan mulut mungil milik putranya.
__ADS_1
"beruntung sekali air kehidupanku ini tidak keluar. jadi aku tidak usah repot-repot untuk memberikan bayi sialan ini sesuatu yang berharga. karena dia tidak pantas untuk mendapatkannya."ucap wanita itu penuh dendam dalam hati.