Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 85


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,....


Kondisi ngidam dari Asmirandah semakin lama semakin menjadi. hingga membuat laki-laki itu seketika merasa pusing tujuh keliling. sementara Tiara dan juga Jordan, sesekali akan mengulum senyum saat melihat betapa menderitanya Zidane dan juga betapa konyolnya tingkah laku Asmirandah.


"oh Tuhan cobaan apa lagi ini?!"tanya laki-laki itu Seraya menarik kedua rambutnya dengan kencang karena merasa frustasi.


"sudahlah Kak. lebih baik, Kak Zidan turuti saja kemauan dia. daripada nanti anakmu kenapa-napa?"tanya Tiara dengan ekspresi wajah menahan tawa.


Zidane mendengus kesal. Namun demikian, laki-laki itu tetap menuruti permintaan dari istri tercintanya.


"sayang,"panggil laki-laki berwajah hitam manis itu tepat di samping sang istri yang masih memalingkan tubuh dengan ekspresi wajah yang sangat tidak enak dipandang.


"apa?! jika Abang tidak bisa memenuhi acara ngidam ku, jangan pernah berbicara sepatah kata pun padaku."santanya dengan raut wajah merah padam karena menahan amarah.


"oke aku akan turuti kemauanmu. tapi sekarang, aku mohon kamu mau memasukkan sesuatu ke dalam mulutmu. karena sejak pagi, kamu belum menyentuh makanan sama sekali sayang."dengan selembut mungkin, Zidan mencoba untuk membujuk istrinya itu.


Tak lama berselang, wanita cantik yang tengah berbadan dua itu menganggukkan kepala. hal itu tentu saja membuat Zidan dan yang lain, merasa begitu lega. seakan baru saja memindahkan sebuah batu yang menghimpit dada mereka.


"aku mau disuapin sama Jordan."


uhuk uhuk uhuk


Tepat saat kalimat itu meluncur, semua orang yang ada di sana seketika tersedak makanan masing-masing. karena memang saat ini, mereka semua tengah menikmati acara makan siang bersama-sama.


Tatapan bak seorang iblis, seketika langsung dilayangkan oleh Zidane pada adik sepupunya itu. hingga membuat si pemilik nama yang baru saja disebut oleh Asmirandah itu, seketika menelan salivanya dengan susah payah.


Sementara Tiara, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, hanya menatap Asmirandah dengan tatapan yang sulit diartikan.


'apa ini hanya alasan saja? Tidak Asmirandah tidak akan pernah melakukan hal .' batin Tiara menolak keras prasangka buruk yang baru saja masuk ke dalam kepalanya itu.


Sementara Asmirandah, dengan sedikit antusias. wanita itu mulai menggeser piringnya di hadapan Jordan. hingga membuat laki-laki yang memiliki jambang tipis itu, seketika melirik ke arah sang kakak sepupu yang sudah dihadiahi dengan tatapan mematikan.

__ADS_1


"Jordan ayolah!"rengek Asmirandah seperti anak kecil yang tidak diberikan mainan oleh orang tuanya.


"tapi..."ucapan Jordan seketika menggantung di udara saat melihat sesuatu terjadi di ruang makan itu.


prang!!


Dengan sekuat tenaga, Asmirandah melempar piring itu ke lantai hingga membuat isinya berhamburan. membuat mereka yang ada di sana, terperanjat melihat tingkah laku dari Asmirandah yang berbeda dari biasanya itu.


"oke oke. aku akan menyuapimu."ucap jurusan pada akhirnya. walaupun sekuat tenaga, laki-laki yang memiliki jambang tipis itu mencoba tenang. apalagi saat melihat tatapan mematikan dari kakak sepupunya.


Ajaib. mungkin satu kata itu yang dapat menggambarkan ekspresi wajah dari Asmirandah. bagaimana tidak, seorang wanita yang pada awalnya memasang ekspresi wajah garangnya, seketika berubah menjadi lembut. saat mendengar penuturan dari Jordan.


Membuat Zidane dengan sekuat tenaga, mencoba untuk menahan amarahnya. jangan sampai, Karena rasa cemburunya ini membuat semuanya menjadi berantakan. apalagi mengingat, Asmirandah belum kemasukan makanan apapun sejak pagi.


Hal itu membuat Zidane mau tidak mau harus sedikit mengalah dengan adik sepupunya itu.


'ini tidak akan aku biarkan lagi. ini adalah kali pertama dan terakhir dalam hidupku menyaksikan pemandangan seperti itu.'batin Zidane dengan ekspresi wajah kesalnya.


Sementara Tiara, wanita itu hanya memandang Jordan yang tengah menyuapi Asmirandah dengan perasaan kesalnya. namun begitu, Tiara sama sekali tidak bisa untuk menunjukkan perasaannya ini. karena di antara mereka berdua, memang belum ada hubungan apa-apa.


"apakah kamu bahagia sayang?"tanya Zidane menatap intens dan juga dalam ke arah istrinya itu.


"tentu saja."ucapnya tersenyum tipis. membuat Zidan yang melihatnya, seketika mendengus.


Tiba-tiba saja, suasana kembali mencekam saat melihat ekspresi wajah dari Asmirandah.


'jangan bilang dia ingin minta yang aneh-aneh lagi. oh Tuhan jangan sampai terjadi lagi.' batin Zidan meronta-ronta.


"aku ingin makan es krim."tiba-tiba saja Asmirandah bersuara dengan ekspresi wajah seperti seorang anak kecil.


"Ya sudah kalau begitu aku akan mengambilkannya untukmu."sahut Zidane hendak berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"bukan aku bukan mau yang itu."ucap Asmirandah mencoba untuk mencegah sang suami untuk mengambilkannya es krim di dalam kulkas.


"lalu?"tanya mereka bertiga hampir bersamaan dengan ekspresi wajah yang juga hampir sama.


"aku ingin makan es krim dari seorang anak kecil."


dieerr


Seperti seseorang yang tersambar petir di siang bolong dan juga dihimpit oleh sesuatu yang sangat besar, ketiga manusia yang mendengar keinginan dari Asmirandah itu, seketika menyentuh dada mereka masing-masing. Seraya mata mereka, menatap ke salah satu titik yang sama.


Asmirandah! siapa lagi yang membuat mereka mampu menatap dengan ekspresi wajah takut dan juga jengah secara bersamaan.


"sayang, kau..."ucapan Zidane seketika terhenti saat menerima tatapan tajam dari wanita itu. hingga hembusan nafas panjang, seketika terdengar dari laki-laki itu.


"oke kita berangkat sekarang."tidak memiliki pilihan lain, pada akhirnya Zidane memutuskan untuk mengikuti kemauan dari wanitanya itu.


****


"huuuaaa hiks hiks hiks."


prang!!


"hei apa yang kau lakukan?!"


Begitulah suasana di sebuah jalanan kompleks yang ada di kota itu saat Zidane dengan teganya mengambil es krim dari tangan seorang anak kecil. hingga membuat si pemilik es krim, seketika menangis kencang. dan membuat Ibu dari anak kecil itu, melempar barang ke arah Zidane.


"dasar orang gila! pergi kau dari sini! jangan pernah muncul di hadapanku lagi! dasar sinting!"maki seorang wanita paruh baya Seraya melangkahkan kakinya pergi dengan menggendong anaknya yang masih menangis kencang karena es krimnya diambil.


Sementara di dalam mobil, Asmirandah dan yang lain hanya dapat tertawa terpingkal-pingkal.


"nih es krimnya."ucap laki-laki itu dengan ekspresi wajah kesalnya. Soraya memberikan es krim itu pada sang istri.

__ADS_1


Dengan wajah ceria, Asmirandah menerima pemberian dari sang suami. dan secara mengejutkan, wanita itu langsung melahapnya dalam satu kali suap. buat mereka bertiga, seketika melongo secara bersamaan.


"istri memang benar-benar ajaib."ucap Tiara berbisik pada Zidane. membuat laki-laki itu seketika meringis saat melihat kelakuan ajaib dari wanitanya itu.


__ADS_2