
Beberapa Waktu kemudian,...
Kini, di kediaman keluarga Prakoso, tengah berkumpul semua orang. dan sesekali mereka akan berbincang-bincang secara hangat.
ueekk ueekk ueekk
Tiba-tiba saja atensi dari semua orang teralihkan saat mendengar salah satu dari mereka muntah-muntah dengan begitu hebat. tentunya Hal itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa begitu terkejut. tak terkecuali Oma Keisha.
"Sayang, apa yang terjadi?"wanita sepuh itu dengan raut wajah begitu khawatir.
Begitupun dengan semua orang yang ada di sana. termasuk juga dengan Ajeng. namun wanita paruh baya itu lebih merasakan perasaan curiga atas apa yang dialami oleh istri dari putranya itu.
"apakah dia hamil?"tanya Ajeng pada dirinya sendiri.
Sementara Zidane sendiri, laki-laki berwajah manis itu masih terdiam di tempatnya. entah apa yang dipikirkan oleh laki-laki itu.
"kita ke rumah sakit sekarang."titah Oma Keisha bangkit berdiri dan langsung mengajak menantu kesayangannya itu untuk menuju ke salah satu rumah sakit ternama di kota itu.
Tak lama berselang, Zidane pun juga ikut bangkit. karena laki-laki berwajah manis itu selalu dipaksa oleh Oma Keisha untuk mengantarkan Tiara periksa. padahal laki-laki itu, sudah ada janji ingin bermain dengan Haidar.
Karena memang bayi mungil itu sudah banyak aktivitasnya. sekarang saja, bocah yang berusia hampir 8 bulan itu sudah bisa sesekali berdiri sendiri. dan hal itu sukses membuat Zidan dan juga Ajeng yang melihatnya, begitu merasa bahagia. namun sayangnya, kebahagiaan itu harus terusik. karena mereka berdua, tidak bisa selalu ada di samping bayi menggemaskan itu.
Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang ditumpangi oleh rombongan Zidane, telah sampai di tempat tujuan. saat ini, tengah menunggu di luar ruangan. karena Tiara, tengah diperiksa oleh dokter bersama dengan Zidan dan juga Oma Keisha.
"aku yakin, menantumu itu sekarang sedang mengandung."celetuk Sahara tiba-tiba. membuat Ajeng yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah adik iparnya itu.
__ADS_1
"maksudmu?"tanya aja nih yang masih tidak mengerti dengan apa yang dibahas oleh wanita yang ada di sebelahnya itu.
"iya aku rasa, menantumu ini tengah hamil."ucapnya dengan tersenyum simpul."andai saja, Jordan cepat menikah. nanti aku juga akan merasa sangat bahagia sepertimu."lanjut Sahara Seraya menerawang jauh entah ke mana.
'kau tidak tahu saja bahwa putramu itu memang sudah menghamili seorang wanita dan menikahinya secara paksa.' batin Ajeng meronta-ronta. ingin sekali wanita yang bergelar sebagai kakak ipar dari Sahara itu mengatakan hal yang sebenarnya.
Namun apa daya, ibunda dari Zidane itu tidak kuasa untuk melakukan hal semacam itu. apalagi dirinya mengingat akan ada ancaman yang dilakukan oleh Jordan jika hal itu sampai terjadi. dan Ajeng tidak ingin, keselamatan cucunya menjadi terancam.
***
"jadi cucu menantu saya ini benar-benar hamil dok?"tanya Oma Keisha dengan raut wajah berbinar.
"tentu saja nyonya. usia kandungannya saat ini memasuki dua bulan."jawab dokter itu Seraya tersenyum simpul.
Oma Keisha tentu saja begitu kegirangan. wanita sepuh itu bahkan langsung memeluk tubuh Tiara dengan begitu erat.
' aaaakkhh! bisa-bisa kepalaku ini meledak!'teriaknya dalam hati. dengan segera, kedua tangannya itu meraup wajahnya dengan kasar.
"Ya sudah. kalau begitu, Terima kasih atas informasinya."setelahnya, Oma Keisha segera membawa cucu kesayangannya itu untuk keluar dari tempat itu.
"bagaimana kondisinya? apakah dia benar-benar hamil?"tanya Ajeng. sesaat setelah mereka semua, keluar dari area rumah sakit itu.
Sejenak, tatapan Oma Keisha pun menatap heran ke arah menantunya itu. dari mana Ajeng tahu jika Tiara tengah hamil? bukankah tidak ada yang memberitahunya? pikir wanita sepuh itu.
Namun setelah beberapa saat kemudian, Oma Keisha pun menganggukkan kepala."kau benar Ajeng, cucu kesayanganku ini tengah mengandung pewaris dan penerus perusahaan Prk.Corp."ucapnya tersenyum bangga.
__ADS_1
Sementara Sahara dan juga Garda sang suami, hanya saling tatap kemudian tersenyum simpul satu sama lain.
"andai saja Jordan bisa seperti sepupunya itu, maka aku pasti akan sangat bahagia."bisik Sahara di telinga sang suami.
"sabarlah sayang. bukankah saat ini Jordan tengah berusaha keras untuk memantaskan diri meminang anak seseorang? bukankah tidak lucu jika dia menikah dengan seorang wanita namun masih dalam keadaan kere?"tanya Garda Soraya mengusap punggung tangan milik wanita pujaannya itu.
Yap. Diam-diam, Sahara dan juga Garda sering bertemu dengan Putra mereka. namun tidak di sekeliling ataupun di kediaman keluarga Prakoso. karena laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, selalu mengatakan bahwa dirinya hanya datang untuk menjenguk kedua orang tuanya dan memastikan semuanya aman. setelah itu Jordan akan kembali pergi entah ke mana.
Sahara dan juga Garda tidak pernah mempermasalahkan akan hal itu. yang terpenting bagi mereka adalah putranya itu bisa sukses mendirikan perusahaan sendiri. dan mereka bukanlah orang bodoh yang bisa ditipu tentang bisnis itu. karena memang benar Jordan memiliki perusahaan kecil. dan mereka berdua, sempat diperlihatkan bangunan itu secara langsung.
Tentunya kedua orang tua Jordan itu merasa begitu bangga. karena Putra mereka, berhasil sedikit demi sedikit berdiri dengan kakinya sendiri. sayangnya, mereka masih belum mengetahui jika Putra mereka itu pergi dengan membawa anak gadis orang atau bahkan istri dari seseorang. karena Jordan sendiri, tidak pernah membahas atau melakukan gerak-gerik yang aneh. hingga mereka tidak akan pernah curiga.
Sampainya di kediaman Prakoso, mereka semua segera masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat. karena memang waktunya sudah hampir menunjukkan jam 08.00 malam.
Begitu pula dengan Ajeng dan juga Rafael. kedua orang tua Zidane itu juga memutuskan untuk menuju ke kamar mereka.
"Mami kenapa, ada masalah?"tanya Rafael dengan raut wajah heran. karena melihat ekspresi wajah dari istrinya itu. bukankah Oma Keisha baru saja mengumumkan jika Tiara tengah hamil? lalu kenapa wajah dari Ajeng begitu murung? apa yang tidak diketahui oleh Rafael?.
Ajeng yang mendengar itu, seketika tersenyum tipis."Mami tidak apa-apa Pi. hanya tidak enak badan saja."setelah mengatakan hal itu, Ajeng segera masuk ke dalam pelukan suaminya. hingga beberapa saat kemudian, wanita paruh baya itu terlelap terbang ke alam mimpi.
"apa yang sebenarnya kamu sembunyikan?" hanya Rafael Seraya memindai wajah cantik milik istrinya itu.
Entahlah. laki-laki paruh baya itu merasakan ada sesuatu yang tengah disembunyikan oleh istrinya. Sayangnya, laki-laki itu tidak menemukan bukti apapun yang mengarah pada hal negatif pada istrinya.
Nb: yuk mampir kalian pasti tidak akan pernah menyesal jika mampir di karya yang satu ini.
__ADS_1