
"sedang apa kau?!"tanya Jordan dari ambang pintu. hingga membuat wanita itu, seketika tersentak kaget. dan dengan terburu-buru, segera menyembunyikan alat pencegah kehamilan itu di tempat asalnya.
"tidak ada apa-apa. apa kau sudah selesai bekerjanya?"tanya wanita itu bersikap biasa saja.
Asmirandah bertekad, wanita itu akan bersikap lebih baik dari sebelumnya kepada Jordan. Karena Wanita itu tahu, bagaimana mengerikannya laki-laki yang telah berstatus sebagai suaminya itu jika sedang marah. sangat mengerikan dan menyeramkan.
Dan wanita itu akan belajar mencoba untuk bersikap lembut kepada laki-laki itu. walaupun sebenarnya, Asmirandah merasa sangat mual saat sesekali akan berbicara pada laki-laki itu. bukan karena bau badan ataupun penampilannya, melainkan Wanita itu sangat mual jika harus bersikap lembut pada laki-laki yang jelas-jelas telah merampasnya dan menghancurkan semua impiannya.
Mendengar pertanyaan dari wanita yang ia cintai, Jordan seketika berbunga-bunga. laki-laki itu, seketika merangsak maju dan langsung memeluk tubuh wanita itu dengan sangat erat.
"aku benar-benar sangat mencintaimu Sayang. dan aku tidak akan pernah membiarkan siapapun orangnya memisahkan kita."bisik Jordan tepat di telinga Asmirandah.
Membuat wanita itu dengan sekuat tenaga mencoba untuk tersenyum dengan begitu manisnya. walaupun di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia ingin sekali menghabisi laki-laki itu sesegera mungkin.
"aku harus mencari cara untuk bisa terlepas dari laki-laki gila ini."ujar wanita itu dalam hati.
"apa kau ingin makan sesuatu?"tanya Jordan Seraya mengusap bibir wanitanya itu yang sedikit bengkak akibat perbuatannya beberapa saat yang lalu.
Asmirandah sempat terdiam. wanita itu tengah memikirkan cara untuk mencari celah agar bisa melumpuhkan semua orang yang ada di tempat ini. terutama Jordan itu sendiri.
"aku ingin menyantap brownies. dan aku mau, kau sendiri yang membuatkannya untukku. apakah kau bisa?"tanya wanita itu dengan raut wajah mengharapnya.
"tentu saja bisa sayang."jawab laki-laki itu Seraya tersenyum simpul. dan dengan segera, mendaratkan satu kali kecupan di bibir mungil milik Asmirandah. hingga membuat wanita itu, sejenak menahan nafas.
Bukan karena bau mulutnya yang terasa menyengat, justru bau nafas laki-laki itu sangatlah menyegarkan. Namun karena Asmirandah sangat membenci laki-laki itu. hingga membuatnya, ingin sekali menampar sikap kurang ajar yang ditunjukkan oleh Jordan padanya.
__ADS_1
"kalau begitu, tunggulah di sini. aku akan segera menyelesaikan pesananmu."setelah mengatakan hal itu, Jordan segera pergi dari sana.
ueekk
Dengan secepat kilat, wanita cantik itu segera berlari masuk ke dalam kamar mandi dan langsung memuntahkan semua isi perutnya. merasa geli dan juga jijik karena telah disentuh oleh laki-laki lain.
Setelah selesai mengeluarkan isi perutnya, Asmirandah segera kembali ke dalam kamar untuk mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk melancarkan aksinya. Karena Wanita itu merasa, sudah tidak tahan dengan tingkah laku dari Jordan itu.
Hingga sesaat kemudian, matanya menangkap sebuah benda panjang dan juga hitam. dan yang Asmirandah tahu, itu adalah linggis. jika benda itu sampai menghantam kepala Jordan, nakal dipastikan laki-laki itu pasti akan langsung tak selamat. mengingat berat dari benda itu.
Dengan gerakan hati-hati dan juga penuh dengan kematangan, wanita itu segera mengambil benda itu. namun sebelumnya, wanita itu mengganti pakaiannya terlebih dahulu agar tidak dikenali.
Dengan langkah mengendap-endap seperti maling, wanita itu segera menghampiri Jordan yang masih berkutat di area dapur. tangan wanita itu terangkat setinggi mungkin. bersiap untuk menghantam kepala laki-laki itu. namun tiba-tiba saja....
"Tuan,Awas!"teriak para pekerja itu saat melihat di belakang majikannya, ada seseorang yang tengah bersiap untuk memukulnya.
"siapa kamu?!"tanya Jordan yang bersiap ingin menangkap orang itu. namun dengan segera, Asmirandah mengelak dengan memukul kan tongkat besi itu di perut Jordan.
Sehingga membuat laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, terhuyun ke belakang hingga jatuh tersungkur. kesempatan itu digunakan oleh Asmirandah untuk melarikan diri.
"Tuan tidak apa-apa?"tanya semua pelayan serempak.
"kalian bodoh sekali! kenapa bisa kecolongan seperti ini?!"hardik laki-laki itu Soraya menatap tajam ke arah para pekerjanya.
"tunggu apa lagi, kejar orang itu sekarang juga! jangan sampai, seperti itu lolos dan berkeliaran di tempatku!"Santak laki-laki itu. dengan nada suara yang sangat tinggi.
__ADS_1
"""
Sementara itu di dalam kamarnya, Asmirandah segera mengganti pakaian yang ia kenakan sebelumnya. dan setelah itu,...
"Jordan tolong!"teriak Asmirandah dengan sangat kencang. tak lupa, wanita itu mengacak-acak rambutnya. dan dengan segera, meringkuk di atas tempat tidur. namun sebelum itu, wanita itu sempat memukul dirinya sendiri menggunakan linggis itu. agar semua drama ini, terlihat sangat nyata dan juga lebih hidup.
Tak lama berselang, Jordan datang dengan langkah tergopoh-gopoh."ada apa?"laki-laki itu bertanya dengan nada yang sangat khawatir. walaupun sesekali, Jordan akan meringis merasakan sakit di perutnya akibat hantaman itu.
"Dia baru saja memukulku."adu Asmirandah mendramatisir keadaan.
Tentunya hal itu membuat Jordan yang mendengar itu, seketika membulatkan kedua matanya.
"apakah dia menyakitimu?"hanya laki-laki itu dengan raut wajah yang sangat panik.
Asmirandah menganggukkan kepala. seraya menyentuh lengannya yang terdapat memar dan juga terasa sangat ngilu. perihal rasa ngilu itu, Asmirandah tidak berbohong. rasanya memang benar-benar sangat menyakitkan.
Tanpa pikir panjang lagi, Jordan segera menghubungi seseorang dari seberang sana. dan tak lama berselang, di ambang pintu kamar itu sudah terdapat seorang laki-laki dengan memakai jas berwarna putih.
Tentunya Hal itu membuat Asmirandah yang melihatnya, merasa begitu terkejut. sejak kapan laki-laki itu berada di tempat ini? apakah Jordan juga membawa tenaga medis ke tempat seperti ini? batin Asmirandah Tak habis pikir.
Namun begitu, wanita itu tetap menurut saat Jordan menyuruhnya untuk berbaring. dan menyuruh dokter itu untuk memeriksanya.
"lukanya hanya lebam sedikit saja. tidak masalah dan jangan khawatir."tukas laki-laki itu Seraya menuliskan resep obat di sebuah kertas.
"kalian semua, segera tebus obat ini. dan dalam waktu 30 menit, kalian sudah harus kembali."titah Jordan tak terbantahkan.
__ADS_1
"bukankah kau juga harus diperiksa?"tanya wanita itu Seraya menatap ke arah perut yang begitu kebiruan. Karena pada saat itu, kebetulan perut Jordan sedikit tersingkap. sehingga menampilkan luka lebam di sana.
Asmirandah sempat meringis. saat membayangkan, bagaimana benda tumpul itu mengenai tubuh manusia yang begitu rapuh seperti kulit dan juga daging. pasti sangatlah menyakitkan.