Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 96


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, pasangan Asmirandah dan juga Zidane tengah berjalan-jalan di sebuah taman di kota itu. tentunya didampingi oleh Jordan dan juga Tiara yang setia menemani pasangan pengantin baru itu.


"apakah kamu membutuhkan sesuatu?"tanya Zidane saat mereka semua tengah berada di sebuah bangku dapat yang terlihat sangat kosong itu.


Tiara dan Jordan yang mendengar itu, seketika saling tatap satu sama lain. bukan apa-apa. kedua manusia berbeda gender itu hanya merasa ngeri jika nantinya wanita yang tengah berbadan dua itu meminta yang aneh-aneh seperti hari itu.


"mau jus alpukat."sahut Asmirandah manja kepada suaminya itu.


"mau dibikinkan siapa, hmm?"tanya Zid5an dengan lembut.


Wanita cantik yang tengah mengandung itu, seketika menoleh ke arah suaminya dengan senyuman yang sedikit aneh. hal itu sukses membuat dua manusia yang telah berada di sana, juga ikut merasa tegang.


"sepertinya, aku ingin makan sesuatu yang berbau bakar-bakaran. dan aku ingin, yang melakukannya, adalah Jordan dan Tiara." ucap wanita itu dengan senyuman yang sangat manis.


uhuk uhuk uhuk


Seketika itu pula, kedua manusia yang tengah menikmati makanan ringan di dalam toples itu, seketika tersedak hingga terbatuk-batuk.


"a..aku?" tanya wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu dengan nada suara terbata-bata. dan tak lama berselang, senyuman manis terbit dari wanita itu. mendapatkan respon anggukan kepala dari wanita yang tengah mengandung itu.


"o..oke," terpaksa, pada akhirnya Tiara dan juga Jordan menyanggupi permintaan dari wanita hamil itu.


Dengan mengendarai mobil mewah milik Jordan, mereka segera pergi menuju ke tempat yang diinginkan oleh Asmirandah. sesuai dengan permintaan dari wanita hamil itu, Tiara membeli semua makanan yang berbau bakaran seperti kata Asmirandah dari awal.


"belum juga hamil tapi sudah repot seperti ini." gerutunya Seraya sesekali mendengus kesal.


Sementara Jordan, laki-laki yang memiliki jambang tipis di sisi kanan kiri wajahnya itu, hanya melirik sekilas ke arah wanita di sampingnya itu. Seketika, senyuman yang sangat tipis tercetak jelas di wajah tampan laki-laki itu.


Dan sialnya, hal itu diketahui oleh Tiara. hingga membuat wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, seketika salah tingkah dibuatnya.


"oh astaga! apakah dia tersenyum karena melihat tingkahku? jika memang benar, rasanya aku ingin pingsan." gumam wanita itu dengan suara yang sangat pelan.


"ini semua pesanan kamu."ucap Tiara Seraya menaruh paper bag yang berisi makanan pesanan dari wanita hamil itu.

__ADS_1


"Makasih sayangku."sahut Asmirandah dengan senyuman manisnya. dengan segera, nikmati makanan itu tanpa berniat membagi kepada siapapun.


Tiara yang melihat pemandangan itu, seketika saling pandang dengan Jordan dan juga Zidane. karena ketiganya merasa sangat aneh dengan tingkah laku wanita hamil itu.


"fix ini anakmu nantinya pasti akan memiliki sifat pelit. dari dalam kandungan saja, sudah seperti ini. Apalagi, jika nanti sudah lahir. pasti akan semakin menjadi." celetuk Tiara tanpa sadar.


Dan hal itu, sukses membuat Asmirandah yang tengah menikmati makanan itu, seketika menghentikan aktivitasnya. tak lama berselang, melayangkan tatapan tajam ke arah sahabatnya itu. hingga membuat si empunya, seketika menundukkan kepala.


"sudah lanjutkan saja makanannya. jangan perdulikan mereka."ucap laki-laki berwajah hitam manis itu mencoba untuk meredam amarah dari istrinya.


"huh, selamat." gumamnya dalam hati. sementara Jordan, laki-laki yang merupakan adik sepupu dari Zidane itu, hanya dapat terkekeh pelan.


****


"kapan aku harus bergerak?"tanya Naomi dari seberang sana.


(sabarlah tunggu sebentar lagi. bukankah waktu 5 bulan itu tidak lama, bukan?)


Naomi seketika berdecak kesal saat membaca balasan dari lawan bicaranya itu. namun sekuat mungkin, wanita itu harus menuruti untuk menahan semua keinginannya agar dapat terlaksana dengan maksimal.


"sebentar lagi Kau pasti akan hancur." ucapnya Seraya mengepalkan kedua tangannya.


enam bulan kemudian,....


"tidak!"tiba-tiba saja, Asmirandah terbangun dari mimpinya. sekujur tubuhnya, seketika dibanjiri oleh keringat dingin.


"sayang kau kenapa?"tanya Zidan yang juga ikut terbangun dari tidurnya karena mendengar teriakan yang sangat keras itu.


Asmirandah yang mendengar itu, seketika dengan cepat menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.


"ke... kenapa Abang bisa ada di sini? dan kenapa perutku terasa sangat besar?"tanya wanita itu dengan tubuh bergetar hebat dan juga air mata yang mengalir dengan sangat deras.


degh

__ADS_1


Jantung Zidane seakan ingin lepas dari tempatnya saat mendengar penuturan dari wanita yang masih berstatus sebagai istrinya itu.


'apakah dia mulai mengingat semuanya?'batin Zidane bertanya-tanya. dengan langkah tergesa-gesa dan juga tanpa memperdulikan wajah dari wanita itu, Zidan segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke sebuah tempat di mana seorang ilmuwan berada.


"kenapa kau bodoh sekali Zidane. Bukankah peneliti itu sudah mewanti-wanti agar senantiasa berjaga-jaga? dan sekarang, semuanya benar-benar terjadi. dan kau, tidak memiliki persiapan apapun untuk membalas pertanyaan dari wanita yang kau cintai."gumam laki-laki itu. Seraya melangkahkan kakinya untuk menuju ke sebuah tempat.


****


"apa ini? kenapa aku bisa ada di sini? dan ini, kenapa aku bisa hamil seperti ini?"berbagai pertanyaan, seketika berputar-putar di dalam otaknya.


Tanpa sengaja, kedua bola matanya itu, memandang sebuah foto yang sangat besar berada tepat di hadapannya.


"tidak mungkin kan, aku menikah dengan Bang Zidane? ini pasti hanya mimpi saja!" ucapnya Seraya menggelengkan kepala berkali-kali.


"aaaakkhh."tiba-tiba saja perutnya merasa sangat kram. dan tak lama berselang, wanita cantik itu tak sadarkan diri karena merasakan sakit yang luar biasa di area perut bagian bawahnya.


***


"bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan?" tanya Zidane dengan raut wajah frustasi.


"tidak ada yang bisa aku lakukan. karena memang, ramuan itu hanyalah bersifat sementara."ucap sahabat dari Zidane itu dengan menghela nafas panjang.


Tentu saja hal itu membuat Zidane yang mendengarnya, merasa semakin frustasi. tiba-tiba saja, ponselnya berdering pemasangan kencang.


"ada apa?"tanya Zidane dengan nada sedikit ketus.


(maaf tuan, Nyonya tiba-tiba saja pingsan. dan dari jalan lahirnya, mengeluarkan darah.)


degh


Jantung laki-laki itu seketika ingin lepas dari tempatnya saat mendengar penuturan dari salah satu pelayan rumahnya itu.


"baik kalau begitu aku akan segera pulang."ucap Zidane yang langsung bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan, Zidane tak henti-hentinya mengutuk dirinya sendiri."kalau sampai, sesuatu terjadi kepada Asmirandah, aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri."gumam laki-laki itu.


__ADS_2