
Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang dikendarai oleh laki-laki berwajah hitam manis itu, telah sampai di depan rumahnya.
" di mana istriku?"tanya laki-laki manis itu saat telah membuka rumahnya dengan kasar.
"ada di kamarnya, tuan."jawab salah satu dari mereka.
Tanpa pikir panjang lagi, laki-laki berwajah manis itu segera melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamar.
brakkk
Karena sudah merasa tidak kuat dan tidak merasa tidak sabar, laki-laki berwajah manis itu segera membuka pintu kamar itu dengan kasar dan juga sedikit keras.
Tubuh laki-laki itu, seketika terpaku di ambang pintu. matanya seketika menyerah menahan tangis. saat di depan sana, terpampang nyata saat tubuh istrinya, mengalami rasa sakit yang luar biasa.
Dengan deraian air mata, laki-laki berwajah manis itu, segera melangkahkan kakinya dengan lunglai Dan hampir saja tumbang jika tidak ada keseimbangan pada tubuhnya.
"sa...sayang, apakah kau baik-baik saja?"dengan nada suara yang terbata-bata, laki-laki itu segera menghampiri wanita yang berstatus bagi istrinya itu.
Dengan deraian air mata dan juga keringat dingin yang membasahi wajah cantiknya, wanita itu segera menoleh ke arah sumber suara. sesaat kemudian, terpaku karena merasa terkejut. hingga beringsut mundur.
"ja... jangan! a..aku mohon jangan." ucap wanita itu dengan terbata-bata. namun tiba-tiba saja,..
"aaarrrgggh!" wanita itu menjerit sekuat tenaga. hingga tak lama berselang, akhirnya tak sadarkan diri. tentunya Hal itu membuat Zidan yang melihat itu, merasa sangat terkejut.
Dengan gerakan secepat kilat, laki-laki itu segera menggendong tubuh istrinya yang nggak telah berlumuran darah.
"cepat siapkan mobil!"teriak Zidane pada orang-orang yang bekerja di rumah barunya itu.
Di sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit, Zidane tak henti-hentinya mengucapkan permintaan maaf di telinga istrinya itu. dirinya tidak menyangka karena perbuatannya itu, sukses membuat wanita yang ia cintai meregang nyawa.
Andai saja dirinya mampu untuk menahan semua rasa dan juga mampu untuk tidak terburu-buru untuk menikahi Asmirandah dalam keadaan belum siap, mungkin keadaannya tidak akan seperti ini.
Tak membutuhkan waktu lama, mobil itu akhirnya sampai juga di sebuah rumah sakit ternama di kota itu. dengan tanpa menunggu lama, Asmirandah segera digendong oleh Zidane untuk memasuki bangunan kesehatan itu.
"suster, Dokter, tolong istri saya!"teriak laki-laki berwajah hitam manis itu dengan suara yang sangat lantang.
Hingga tak lama berselang, beberapa orang muncul dengan membawa ranjang rumah sakit.
__ADS_1
"saya mohon, selamatkan istri dan juga anak saya."ucap laki-laki itu mengalirkan cairan bening dari kedua sudut matanya. sungguh Zidane merasa sangat bersalah saat ini mengutuk dirinya dengan sangat keras.
"anda tenang saja tuan, kami akan berusaha sekuat tenaga untuk dapat menyelamatkan keduanya.
Selepas mengatakan hal itu, Asmirandah segera dibawa menuju ke ruang ICU untuk segera ditangani.
Sementara Zidane, laki-laki berwajah hitam manis itu hanya dapat terduduk lemas di sebuah bangku panjang yang ada di depan ruangan itu. seraya menyandarkan tubuhnya di tembok.
"tolong selamatkan istri dan juga anakku Ya Tuhan!" Raung laki-laki itu Seraya menutup wajahnya menggunakan kedua tangan.
Lama terdiam, ingatannya seketika tertuju kepada dua orang yang bisa saja membantunya saat ini. siapa lagi orangnya juga bukan Tiara dan juga Jordan.
"semoga saja, mereka bisa membantu." gumam laki-laki itu dengan segera mengambil ponselnya dan langsung mandail nomor kedua orang itu.
Tut Tut
Lama mereka menunggu, pada akhirnya sambungan telepon itu pun tersambung kepada Tiara.
(halo Kak Zidane, ada apa?)
(ada apa?)
"cepat datang ke rumah sakit Citra Medika. bawa juga Jordan bersamamu."setelah mengatakan hal itu, sambungan telepon itu pun akhirnya terputus.
Laki-laki itu, kembali menutup seluruh wajahnya menggunakan kedua tangan. dirinya merasa gagal untuk melindungi wanita yang sangat ia cintai itu.
***
"apa? jadi wanita pelakor itu, sekarang sudah berada di rumah sakit sedang menjalani perawatan akibat pendarahan?"tanya seorang wanita yang tak lain adalah Naomi.
(benar. Jadi, sekarang adalah giliranmu.)
"Terima kasih aku sangat menyukai hal ini."ucap Naomi dengan senyuman yang sulit diartikan.
'kita akan segera bermain-main.' batin Naomi tertawa girang.
Baru saja wanita itu melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumahnya, wanita itu harus dikejutkan dengan kehadiran Yudha di ambang pintu.
__ADS_1
"Kau mau ke mana?"tanya Yudha Seraya menatapnya dengan tatapan tajam dan juga tangan bersedekap dada.
"itu bukan urusanmu." sahut wanita itu langsung berlalu pergi dari sana. namun beberapa saat kemudian, wanita itu terhenti. saat lengannya, di cekal oleh Yudha.
"kenapa kau berubah seperti ini? apa kau sudah tidak berada di pihakku lagi?"tanya Yudha dengan tatapan yang sangat tajam.
Karena merasa sangat malas, pada akhirnya Naomi hanya menjanjikan seadanya saja."aku ada urusan Yudha. nanti setelah urusanku selesai, aku akan kembali membantumu."ucapnya Seraya berlalu pergi dari sana.
Bahkan wanita itu, tak lagi mengindahkan ucapan dari teriakan dari laki-laki yang pernah menjadi suaminya itu. tujuannya saat ini, adalah fokus untuk menghancurkan Asmirandah dengan bantuan seseorang.
***
" bagaimana keadaan dia?"suara seseorang yang menghampiri Zidane yang tengah terduduk lemas di ruang tunggu.
Membuat lawan bicaranya, seketika menatap ke arah sumber suara."syukurlah akhirnya kalian datang juga." ucapnya dengan nada yang terdengar lega.
Setidaknya saat ini, dirinya merasa tidak sendiri lagi. ada lawan bicara untuk membuatnya lebih tenang dari sebelumnya.
"bagaimana keadaan Asmirandah?"tanya Tiara pada laki-laki berwajah hitam manis itu.
"mereka masih ada di dalam."jawab laki-laki itu Seraya menatap ke arah pintu ruangan yang masih tertutup rapat.
Tak berselang lama, pintu ruangan ICU itupun, terbuka. dan tak lama berselang, terlihat seorang dokter wanita datang menghampiri mereka.
"bagaimana keadaan istri dan juga calon anak saya?" tanya laki-laki itu langsung menghampiri dokter itu.
Untuk beberapa saat kemudian, Dokter wanita itu hanya dapat terdiam. hingga tak berselang lama, terdengar suara helaan nafas dari wanita yang memakai pakaian serba putih itu. tentunya Hal itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa sangat panik luar biasa.
"ada apa?!"tanya Zidane menuntut.
"kami terpaksa harus mengeluarkan bayi anda. karena pendarahannya sangat hebat. tuan berdoa saja semoga semuanya, berjalan dengan lancar." ucap wanita itu pada akhirnya.
degh
Jantung laki-laki itu, seakan ingin lepas dari tempatnya. tubuh Zidane seketika Luruh ke lantai. dengan tangisan yang pecah luar biasa.
"apapun itu, tolong selamatkan istri dan juga anak saya. karena mereka berdua, adalah jantung dan nyawa saya untuk bertahan hidup." ratap laki-laki
__ADS_1