
Pagi harinya,....
Kini kediaman tersembunyi milik Jordan, telah ramai dengan orang-orang yang berusaha untuk membereskan pesta semalam. mereka tanpa sibuk dengan pekerjaan masing-masing. termasuk juga, dengan keluarga mereka yang juga ikut membantu tentunya akan mendapatkan imbalan yang setimpal atas kinerja mereka.
Sementara si pemilik tempat, saat ini tengah berada di dalam kamar mereka tengah bermesraan dengan bayi mungi l yang berada di tengah-tengahnya.
"kau tidak ingin bekerja?"tanya Asmirandah dengan nada mengusir. karena jujur saja, Wanita itu sudah mulai goyah dengan pendirian awalnya. dia itu sangat membenci Jordan. namun semakin ke sini, wanita itu semakin merasakan hal yang berbeda di dalam hatinya.
Mungkin juga, karena ikatan keduanya yang semakin lama semakin kuat. karena ada seorang malaikat di tengah-tengah mereka.
"kau mengusirku?!"tanya Jordan Seraya memicingkan mata. membuat Asmirandah yang mendengar itu, sontak saja menggelengkan kepalanya.
"Bu.. bukan begitu maksudku. aku hanya tidak ingin, aku hidup miskin. karena aku, adalah wanita yang realistis dan semuanya itu membutuhkan uang. Jika kamu tidak bekerja, apakah kamu bisa membiayai aku dan juga anak-anak kita?"wanita itu sedikit meringis saat mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan hati nuraninya.
Karena memang Asmirandah bukanlah tipe wanita yang materialistis atau realistis atau apalah sebutannya itu. karena memang pada kenyataannya, wanita itu bisa bahagia hanya hidup dengan sederhana.
Jordan yang mendengar itu, sempat melebarkan kedua matanya. namun tak lama berselang, terdengar kekehan kecil dari laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu.
"berarti kau siap hidup denganku dengan anak banyak?"tanya laki-laki itu dengan tersenyum menyeringai.
gluk
Dengan susah payah, Asmirandah menelan salivanya. wanita itu sedikit merutuk kebodohannya sendiri. Namun demikian, dirinya sama sekali tidak bisa berkutik. karena masih takut dan trauma dengan perilaku laki-laki itu sebelumnya.
__ADS_1
"oke diam berarti tandanya setuju! setelah pendarahan itu selesai, kita akan langsung melakukan bulan madu lagi. supaya Putri kita ini, kembali mendapatkan adik."ucap Jordan tersenyum lebar.
Asmirandah mendadak terserang dingin yang luar biasa. tubuhnya tiba-tiba saja menggigil. namun sekuat tenaga, wanita itu mencoba untuk bersikap biasa saja.
Setelah bersiap-siap, Jordan segera pergi dari sana untuk pergi ke kantor. namun sebelum itu, laki-laki itu sempat menoleh ke arah Asmirandah dan mengatakan sesuatu.
"Kau boleh pergi kemanapun. asalkan jangan pergi meninggalkanku! jika hal itu sampai terjadi, Maka jangan salahkan aku jika aku akan menghancurkan orang-orang yang kamu sayangi. terutama Haidar."ucap laki-laki itu menekankan kalimat terakhirnya.
Asmirandah ketika menganggukkan kepala. dengan segera wanita itu mengantarkan suaminya itu untuk pergi ke kantor dengan menggendong Putri mereka.
"apakah aku boleh pergi untuk berbelanja ataupun ke pantai?"tanya wanita itu dengan ada hati-hati.
Jordan yang awalnya sibuk merogoh sesuatu dari saku celananya, ketika menghentikan aktivitasnya itu. dan tak lama berselang, laki-laki itu menoleh ke arah wanita yang masih berstatus sebagai istrinya saat ini.
"boleh saja siapa yang melarangmu untuk pergi. yang terpenting, ingat satu pesanku. jangan pernah, meninggalkan aku apapun alasannya. karena jika hal itu sampai terjadi, maka kamu akan menerima akibatnya."ucap laki-laki itu penuh dengan kelembutan namun juga begitu mengerikan.
Asmirandah dengan cepat menganggukkan kepala. Lagi pula wanita itu tidak ada niatan untuk pergi dari sisi Jordan saat ini. karena di samping dirinya memiliki Putri yang masih begitu kecil, Asmirandah juga tidak ingin terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pada Haidar. walaupun Asmirandah tahu, bahwa Zidan pasti tidak akan pernah membiarkannya.
Namun tetap saja, sebagai seorang ibu Miranda tidak ingin terjadi sesuatu pada putranya itu. daripada Haidar yang terkena sesuatu, lebih baik dirinya. karena tentu saja, Asmirandah akan lebih siap terkena masalah dibandingkan anak sekecil Haidar.
"aku pergi dulu. jaga dirimu baik-baik."setelah mengatakan hal itu, Jordan segera mencium kening milik anak dan juga istrinya. dan setelahnya masuk ke dalam mobil untuk menuju ke tempatnya bekerja.
Sementara Asmirandah, wanita itu segera masuk ke dalam penjara mewah yang telah disiapkan oleh laki-laki berjambang tipis itu.
__ADS_1
"aku harus memikirkan sesuatu bagaimana caranya supaya bisa keluar dari tempat seperti ini. menuju rumah sakit terdekat untuk memasang alat kontrasepsi."bunga wanita itu berpikir keras. karena jujur saja, Asmirandah merasa sangat keberatan jika harus kembali melahirkan seorang anak. karena jujur saja, Ibunya sudah sedikit merasa kelelahan. apalagi jarak antara kelahiran Haidar dan juga kelahiran Arabella, begitu sangat dekat.
"apakah Nyonya membutuhkan sesuatu?"tanya salah seorang pelayan yang datang menghampiri wanita itu. setelah mendudukkan dirinya, di kursi panjang relaksasi yang ada di ruang keluarga itu.
Asmirandah sempat menoleh sebentar. hingga pada akhirnya, wanita itu menggelengkan kepalanya."aku belum mau membutuhkan sesuatu. nanti kalau aku sudah butuh, kalian pasti akan aku panggil."sahutnya dengan cepat.
Mereka semua pada akhirnya menganggukkan kepala dan langsung kembali pada pekerjaan masing-masing. sementara Asmirandah sendiri, udah menikmati pijatan otomatis yang dilakukan oleh kursi yang tengah ia duduki itu. tentunya dengan baby Ara yang sudah masuk ke dalam stroller yang ada di sebelahnya.
Setelah hampir satu jam, wanita itu akhirnya membuka mata. karena tubuhnya benar-benar merasa sangat segar sekarang. dan setelahnya, Asmirandah bangkit menuju ke kamar pribadi Seraya menggendong baby Ara.
"apa yang harus aku lakukan sekarang?"tanya wanita itu tampak berpikir keras bagaimana cara untuk bisa keluar dari penjara mewah ini.
Matanya menatap ke sekeliling entah apa yang dicari oleh wanita itu. hingga pada akhirnya, pandangan matanya terhenti saat melihat sesuatu yang tampak kosong di dalam kulkas kaca yang terlihat dari tempat Asmirandah berdiri saat ini.
"aha aku punya ide."ucapnya dengan tersenyum riang. dengan segera, wanita itu melangkahkan kakinya menuju ruang ganti yang ada di kamarnya.
***
"Nyonya, nyonya mau ke mana?"tanya para pekerja itu dengan suara serempak. saat melihat, istri dari tuan mereka telah rapi dan juga cantik dengan balutan dress yang begitu pas di badannya.
"aku mau keluar membeli stok cemilan dan juga beberapa alat pumping."sahut wanita itu masih terlihat begitu tenang.
"apakah tidak sebaiknya kami saja yang pergi?"tawar salah satu pelayan menatap khawatir ke arah istri dari tuan mereka itu.
__ADS_1
"tidak aku saja yang pergi. karena aku, juga membutuhkan refreshing. satu minggu berada di rumah ini, mendadak membuatku sedikit pusing."ucapnya berkeluh kesah.