Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 140


__ADS_3

Sementara itu di kediaman Prakoso, seorang laki-laki yang tengah duduk seorang diri di bangku taman belakang rumahnya. bahkan saking fokusnya dalam melamun, laki-laki berwajah manis itu tidak menyadari kedatangan seseorang. yang saat ini, tengah duduk di sampingnya.


puk


Zidane seketika menoleh saat merasakan punggungnya ditepuk oleh orang lain. saat itulah, laki-laki berwajah manis itu menemukan sosok yang sangat dihormati selama ini. siapa lagi orangnya jika bukan Ajeng.


Walaupun keduanya sempat adu mulut karena beda pendapat tentang belahan jiwa yang dipilih oleh Zidane, namun tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini hubungan mereka benar-benar mengerat. apalagi, saat Ajeng menyadari bahwa Wanita itu sangat menyayangi Asmirandah, semuanya menjadi berubah.


"kamu kenapa, sayang?"tanya Ajeng yang memang belum mengetahui perihal kehamilan dari Asmirandah.


Zidane yang mendengar itu seketika menggelengkan kepala."tidak ada apa-apa Mi,"jawabnya Saraya tersenyum simpul.


Ajeng yang mendengar itu, seketika terdiam. Namun demikian, wanita itu sama sekali tidak percaya jika putranya saat ini tengah baik-baik saja. terlihat dari raut wajah laki-laki itu yang begitu murung. membuat wanita itu seketika menghela nafas panjang.


"apakah kamu masih marah dengan Mami?"secara tiba-tiba, Ajeng berkata seperti itu.


Sontak saja hal itu membuat Zidan yang mendengarnya, seketika sangat terkejut."apa maksud Mami? kenapa Mami bicara seperti itu?"tanyanya seraya menatap lekat-lekat ke arah wanita paruh baya itu.


"kalau memang kamu masih marah sama Mami? tidak masalah. Mami bersalah karena telah sempat menentang hubunganmu dengan Asmirandah. tapi sekarang, Mami benar-benar sudah menerima dia dengan baik."ucapnya panjang lebar.


"Mami ini bicara apa, sih?"tanya Zidane dengan raut wajah tidak suka.


"kalau begitu katakan ada apa? Mami bisa menjadi pendengar yang baik."dan pada akhirnya, wanita paruh baya itu mengungkapkan maksud dari ucapannya itu.


Zidane yang mendengar itu seketika kembali menghela nafas panjang. tak lama berselang, laki-laki itu pun menundukkan kepala dengan memainkan kedua jari tangannya sendiri. dan hal itu semakin membuat Ajeng yang melihatnya, merasa penasaran.

__ADS_1


"Ada apa sayang, cerita sama Mami?"ucap wanita itu penuh dengan kelembutan mencoba untuk menjadi teman yang baik untuk putra semata wayangnya itu.


Tak berlangsung lama, tiba-tiba saja Zidan segera berhambur ke dalam pelukan Ajeng. membuat si pemilik tubuh, sedikit tersentak kaget. namun hatinya semakin merasa kacau saat mendengar suara isakan tangis yang keluar dari mulut putranya.


Dan pada akhirnya, Ajeng pun hanya terdiam. wanita itu akan membiarkan putranya untuk menumpahkan semua rasa sesak di dalam dada. hingga nanti jika telah selesai, wanita itu akan mencoba berbicara kembali pada putranya itu.


Setelah hampir 30 menit berlalu, pada akhirnya Zidan menyelesaikan acara tangis menangisnya itu. dan setelah dianggap lebih tenang dari sebelumnya, Ajeng mencoba untuk menanyakan apa penyebab laki-laki itu menangis tersedu-sedu seperti itu.


"sekarang, ceritakan sama Mami. apa yang membuatmu menangis seperti ini?"tanya Ajeng secara perlahan.


"Asmirandah tengah mengandung anak dari Jordan."ucapnya dengan lirih.


degh


tes


Tak lama berselang, air mata dari wanita paruh baya itu pun seketika berguguran. wanita itu merasa sangat bersalah pada putranya.


"maafkan Mami sayang."ucap wanita paruh baya itu kembali memeluk tubuh putranya itu dengan erat. sementara Zidane sendiri, laki-laki itu pun ikut menangis dengan tangisan yang begitu pilu.


Tanpa disadari oleh siapapun, ada seseorang yang sejak tadi menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. tak lama berselang, orang itu pun masuk ke dalam kediaman Prakoso.


***


"kalian semua, tolong siapkan makanan dan minuman kesukaan Zidane. dan setelah itu, bawa semuanya ke hadapan saya!"perintah Tiara dengan nada suara yang sangat angkuh.

__ADS_1


Membuat semua orang yang ada di sana, saat ini membungkuk hormat. dan dengan segera, mengerjakan apa yang ditugaskan oleh wanita itu.


Sementara Tiara sendiri, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu kini telah duduk di kursi yang ada di dalam kamarnya.


"aku akan melakukan hal yang sama dengan apa yang kamu lakukan."ucapnya Seraya mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat karena sangat menahan amarah yang luar biasa.


Tak lama berselang, terdengar seseorang yang mengetuk pintunya dari arah luar. membuat wanita itu, seketika bangkit dan mengambil apa yang ia perintahkan pada para pekerja itu.


"bawa itu semua dan letakkan di atas nakas!"perintahnya Seraya melipat kedua tangannya di depan dada. memang saat ini, Tiara benar-benar seperti orang yang sangat angkuh dan juga sombong.


Padahal dulu, wanita itu adalah sosok wanita yang lemah lembut dan juga penyayang. apa karena sebuah penghianatan dapat merubah perilaku dan juga sifat seseorang? ataukah mungkin dulu itu hanya berpura-pura saja? entahlah tidak ada yang tahu dengan pemikiran seseorang.


Setelah selesai menjalankan perintah dari Tiara, semua para pekerja itu Kembali ke tempat masing-masing. sementara Tiara sendiri, segera melancarkan aksinya dengan memberikan obat bius dan juga obat per*ngs*ng dalam jumlah yang sama.


"dengan ini, kau tidak akan pernah sadar jika telah melakukan sesuatu denganku secara berulang-ulang."setelah mengatakan hal itu, Tiara segera kembali menata makanan-makanan itu di atas nampan dan membawanya keluar.


Wanita itu berjalan dengan tenang tanpa takut ketahuan. karena di dalam rumah itu, tidak ada anggota lain selain dirinya. karena semua orang yang ada di sana, tengah bergelut dengan aktivitas padat masing-masing. sementara para pekerja itu, tidak ada yang berani menegur ataupun mengucapkan sepatah kata pun. karena memang Tiara bisa melakukan apa saja terhadap mereka.


Sesampainya di depan kamar milik Zidane, wanita itu segera masuk ke dalam dan meletakkan makanan itu di tempatnya. setelah selesai, Tiara segera pergi dari sana.


"aku perlu satu dari kalian untuk aku jadikan kambing hitam. siapa di antara kalian yang bersedia? aku akan membayar kalian dengan nominal yang fantastis!" seru wanita itu dengan lantang.


Awalnya semua orang yang ada di sana tidak ada yang bersedia. namun setelah mendengar kalimat pengancaman, pada akhirnya ada salah seorang pelayan yang bersedia dijadikan tumbal. setelahnya, Tiara tersenyum senang. karena pada akhirnya, rencananya akan berhasil dengan begitu mudahnya.


"bagus. setelah ini kau boleh menjalankan aksimu. dan ingat, jangan pernah membuka mulut tentang apa yang sebenarnya terjadi. karena jika sampai hal itu benar-benar kau lakukan, maka keluargamu akan menjadi taruhannya!"ucapnya penuh dengan ancaman.

__ADS_1


__ADS_2