Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 39


__ADS_3

Pada akhirnya, rencana hanya tinggal rencana. karena pada kenyataannya, Tiara dan juga Asmirandah larut dalam kesenangan bersama dengan Jordan dan juga Chandra. mereka berempat asyik menikmati keindahan pantai dan sesekali akan berselancar di air laut yang tampak naik itu.


"kenapa kita tidak jadi kembali?"protes Asmirandah menatap ke arah sahabatnya itu dengan ekspresi wajah yang cemberut.


Sementara Tiara yang melihat itu, hanya terkekeh pelan. tentu saja hal itu membuat Asmirandah yang merasa diabaikan, semakin merasa kesal dan memilih untuk menjauh dari mereka.


"eits, mau ke mana?"tanya Tiara Seraya menarik pergelangan tangan sahabatnya itu. hingga si pemilik, seketika semakin menatap ke arah Tiara dengan tetapan tajamnya.


"kita sini sebentar lah. tiga puluh menit aja."ucap Tiara dengan ekspresi wajah mengiba. berharap sahabatnya itu, menyetujui permintaannya.


Asmirandah yang melihat itu, sejenak terdiam. wanita itu mencoba untuk menimbang apa yang baik dan apa yang tidak dibalik keputusannya itu. dan tak lama berselang, wanita itu menganggukkan kepala.


Membuat Tiara yang melihat itu, seketika bersorak kegirangan. membuat Jordan dan juga Chandra yang menyaksikan itu, menatap wanita dengan rambut panjang sampai pinggang itu, dengan tatapan bertanya-tanya.


Seketika itu pula, Tiara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. dengan tersenyum lebar menahan rasa mangga yang menghampirinya. sementara Asmirandah, wanita itu hanya menahan senyum saat melihat sahabatnya bertingkah seperti anak kecil.


Mereka berempat akhirnya memutuskan untuk kembali bermain di sekitaran pantai itu. dan sesekali, mereka akan menggunakan papan seluncuran untuk bermain di tengah-tengah laut itu.


"huh, lelah juga ternyata."gumam Tiara Seraya menggerak-gerakan kepalanya ke kiri dan ke kanan.


Tiba-tiba saja, Tiara terdiam. saat mendapati, Jordan berada di hadapannya dengan mengeluarkan sebuah minuman ke arah Asmirandah. dengan segera, Tiara merampas dan langsung meminumnya. Karena Wanita itu berpikir, minuman itu ditunjukkan untuk dirinya.


"Makasih ya,"ucap Tiara menatap ke arah Jordan. membuat laki-laki itu, seketika menganggukkan kepala. dan berelalu pergi dari sana.


Sementara Asmirandah, wanita itu sama sekali tidak memperdulikan apa yang terjadi dengan orang-orang di sekitarnya itu. yang dirinya perdulikan adalah, bagaimana cara menghadapi kemarahan kakaknya nanti Setelah dia pulang. karena pasti, Naomi akan mengajarnya habis-habisan setelah dirinya pulang dari acara liburan singkat ini.

__ADS_1


Mengetahui sifat asli dari Naomi, seketika membuat bulu kuduk milik Asmirandah meremang. wanita itu sejenak terdiam. apa yang bisa membuatnya selamat dari kemarahan sang kakak setelah dirinya pulang nanti.


"Kau kenapa Mira?"tanya Tiara yang langsung menepuk bahu sahabatnya itu. yang sejak tadi, hanya terdiam di tempatnya.


"aku hanya bingung. apa yang harus aku lakukan untuk menghindari kemarahan Kak Naomi nanti."jawab wanita itu dengan menghirup udara sebanyak mungkin. dan setelah itu, menghembuskannya secara perlahan.


Tiara yang mendengar penuturan dari sahabatnya itu, bukannya malah prihatin malah tersenyum tipis.


"sudah kamu tenang saja. semua akan baik-baik saja kamu percaya sama aku."Tiara semakin tersenyum lebar menatap ke arah sang sahabat.


"boleh kita minta foto?"tiba-tiba saja, Tiara terkesiap saat mendapati Jordan dan juga Chandra berada tepat di hadapan mereka.


"euum oke kalau begitu."ucap Tiara dengan antusias. wanita itu tidak sadar, dengan ucapannya itu. dan juga, dengan tatapan dari Asmirandah yang begitu tajam terhadapnya.


"kau ini apa-apaan sih?"tanya Asmirandah memprotes tindakan dari sahabatnya itu dengan sedikit berbisik dan menarik tangan sahabatnya itu untuk sedikit menjauh dari pria-pria itu.


"tapi Tiara,..."ucapan Asmirandah ketika menggantung di udara saat melihat tatapan mata dari sahabatnya itu. "huftt. Ya sudah kalau begitu. ini demi kamu ya, aku rela kerja seperti ini."Asmirandah akhirnya mengalah. dan menuruti permintaan dari sahabat karibnya itu.


Tentu saja hal itu membuat Tiara yang mendengarnya, merasa sangat gembira. wanita berambut sepinggang itu, langsung menarik tangan sahabatnya untuk menghampiri Jordan dan juga Chandra yang masih berdiri di tempatnya.


"ayo kalau gitu kita foto."ucap Tiara dengan semangat. membuat Jordan dan Chandra yang melihat itu, seketika saling pandang. namun tak lama berselang, kedua laki-laki tampan itu mengedikkan bahunya merasa tak peduli dengan tingkah laku dari wanita itu.


Jika kalian mempertanyakan bagaimana reaksi dari Asmirandah, jujur saja wanita itu ingin sekali menghilang saat ini juga karena melihat tingkah laku dari sahabat yaitu yang membuatnya sedikit malu.


Akhirnya sesi foto itu selesai. dengan hati Tiara yang berbunga-bunga. Karena pada saat itu, dirinya ada kesempatan untuk berfoto berdua dengan Jordan. laki-laki yang entah sejak kapan, telah mengisi relung hatinya. terbilang cepat memang. karena Tiara sendiri, bukanlah tipe wanita yang sulit untuk ditaklukan. dia akan langsung merasa cocok, dengan laki-laki yang menurutnya masuk dalam kriteria hidup. seperti Jordan itu.

__ADS_1


"Ya sudah ayo kita balik!"ucap Tiara Seraya menggandeng tangan sahabatnya itu. dan sesekali, wanita itu akan menatap ke arah ponselnya dengan sesekali tersenyum tipis.


Sesampainya di dalam kamar, mereka memutuskan untuk membersihkan diri secara bergantian.


"bagaimana menurutmu?"tanya Tiara Seraya menunjukkan ponselnya itu pada sahabatnya. setelah mereka, merebahkan diri masing-masing di tempat tidur.


"euuumm bagus semua."ucap Asmirandah yang tampak ragu untuk mengatakan sesuatu hal pada sahabatnya itu.


"ada apa?"tanya Tiara yang seakan mengetahui reaksi wajah dari sahabatnya itu.


"boleh aku memberi saran?"tanya Asmirandah menatap ke arah wanita berambut panjang itu.


"boleh, saran apa?"


"jangan terlalu agresif dengan laki-laki yang bernama Jordan itu. kau tidak tahu kan, waktu kau meminta foto dan bersikap seperti anak kecil itu, Jordan menatapmu dengan tatapan risih. aku hanya merasa kasihan padamu."ucap Asmirandah pada akhirnya mencoba untuk mengingatkan sahabatnya itu.


"maksudmu apa?"tanya Tiara dengan ekspresi wajah yang sudah tampak berubah dari sebelumnya.


Membuat Asmirandah yang melihat itu, sejenak terdiam mencoba untuk mencari cara agar sahabatnya itu tidak marah jika mendengar ucapannya.


"umm maafkan aku. mungkin aku hanya merasa sangat khawatir padamu sehingga aku bersikap seperti ini."ucap Asmirandah pada akhirnya.


Wanita itu memutuskan untuk tidak lagi membahas tentang laki-laki itu pada Tiara. karena sepertinya, Tiara mulai sensitif jika mendengar tentang Jordan.


"bagaimana caranya agar bisa menyadarkan dia?"batin Asmirandah bertanya-tanya.

__ADS_1


Sementara Tiara sendiri, wanita itu malah tersenyum lebar saat melihat foto dirinya bersama dengan laki-laki sedikit masuk ke dalam hatinya itu.


__ADS_2