Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 209


__ADS_3

Sementara itu dalam kamar yang lain, lihat seorang wanita yang tengah menangis tergugur di atas tempat tidur karena berhasil menemukan satu fakta yang begitu menyakitkan.


"ja... jadi ini dia melakukan hal itu pada bayi yang tidak berdosa seperti Elvio?"tanya Ajeng dengan tubuh bergetar hebat. Hati dari wanita paruh baya itu benar-benar merasa sangat sakit saat ini saat melihat satu fakta yang begitu mengejutkan.


Atau mungkin, ini adalah salah satu dari berbagai fakta iya ketahui selama ini? Ajeng merasa begitu sakit hati saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.


" aku harus segera memberikan bukti ini pada Oma Keisha. agar wanita renta itu tahu gimana kelakuan dari wanita yang digadang-gadang sebagai menantu kesayangannya itu."putus Ajeng Seraya beranjak dari tempat tidur.


Kemudian dengan tergesa-gesa, wanita paruh baya itu segera melangkahkan kakinya hendak menuju keluar dari rumah untuk menemui wanita renta itu. karena memang saat ini, Oma Keisha dan juga Opa Galang berada di tempat bisnis yang tidak jauh dari kediamannya.


"Mami mau ke mana?"Ajeng tersentak kaget. saat wanita paruh baya itu mendengarkan suara dari seseorang yang berada tepat di belakangnya.


"Astaga Zidan kau ini mengagetkan Mami saja !"gerutu wanita paruh baya itu Seraya mengusap dadanya yang terasa berdenyut akibat merasa terkejut.


"Mami mau ke mana ? tanya Zidan lagi. tanpa merespon tingkah laku dan juga ocehan dari Maminya itu.karena laki-laki yang memiliki wajah manis itu tahu saat ini tidak adamomen untuk bercanda.


Ajeng tampak menghela nafas panjang.kemudian secara perlahan tapi pasti wanita paruh baya itu segera menghampiri putranya untuk menunjukkan sesuatu hal padanya.


"Apakah dia sudah gila dengan menyiksa tubuh seorang bayi kecil tidak berdosa hanya karena kemarahannya kepada orang lain ?" tanya Ajeng Seraya menitikan air mata karena tidak kuasa melihat pemandangan itu.


Zidane tampak menghela nafas panjang."Sepertinya kita harus melakukan tindakan itu karena memang merubah sikapnya pada Elvio.


Ajeng seketika mendongakkan kepalanya."Bukankah kau pernah bilang jika Sisi dari Haidar juga merasa tidak aman jika kau tetap melakukan hal ini ?"tanya Ajeng wajah kebingungan.


Zidane yang mendengar itu pun, seketika menganggukkan kepala."memang kita akan ada dalam bahaya jika melakukannya secara langsung."sahut laki-laki itu dengan tenang.


Ajeng semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Putra semata wayangnya itu.


"Maksudnya bagaimana Kenapa Mami masih merasa tidak mengerti dengan apa yang kamu maksud saat ini ?"tanya Ajeng dengan raut wajah kebingungan.


"aku akan membuat tindakan yang dilakukan oleh Tiara terbongkar dengan sendirinya.dan itu langsung diketahui oleh Oma Keisha." sambung laki-laki itu dengan mantap.


"caranya?"tanya Ajeng masih dengan raut wajah yang sangat kebingungan.

__ADS_1


"sudah nanti mami juga akan tahu apa yang aku maksud."setelah mengatakan hal itu Zidane segera pergi dari sana.


Ajeng yang mendengar itu seketika mendengus kesal."ck, apa-apaan dia ini kenapa dia sudah berani bermain rahasia-rahasiaan denganku?"tanya wanita itu berdecak kesal.


****


Sementara itu di tempat lain, terlihat Naomi yang tengah tertawa terbahak-bahak. karena salah satu dari rencananya ternyata sudah berhasil.


"aku akan membuatmu kembali merasakan ketakutan yang luar biasa Tiara."gumam wanita itu Seraya tersenyum menyeringai.


*****


Malam harinya,....


Tiara saat ini tengah berada di dalam kamar mandi. wanita itu saat ini tengah mandi dengan ditemani lilin aromaterapi. sementara sayup-sayup, wanita itu masih mendengarkan suara tangisan dari Elvio. wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu sama sekali tidak memperdulikan hal itu. Tiara lebih memilih untuk masa bodoh.


Tiba-tiba saja,...


Kreetaak!


"tidak ada apa-apa!" gumamnya Seraya kembali menatap lurus ke depan.


"aaaakkhh!"


Tiara menjerit dengan suara sekuat tenaga. saat wanita itu, melihat dengan mata kepalanya sendiri. adanya sebuah tulisan di kaca cermin kamar mandi itu.


"si.. siapa yang berani-beraninya melakukan hal ini padaku ?" tanya wanita itu dengan tubuh yang bergetar hebat karena menahan rasa takut yang luar biasa.


"Tiara.... Tiara..."tiba-tiba saja, suara seseorang yang memanggilnya. dan Hal itu membuat wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu segera menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari siapa gerangan yang memanggilnya.


Bhaaaa!!!


"aaaakkhh!"

__ADS_1


Tiara kembali menjerit dengan sekuat tenaga. karena di hadapannya saat ini, berdiri sosok perempuan yang mengenakan pakaian serba putih. jangan lupakan, raut wajah dari sosok itu yang begitu mengerikan.


Dimana seluruh wajah dari wanita itu, gosong karena terbakar.dan hal itu sukses membuat melihat itu seketika merasa ketakutan luar biasa.


Tanpa pikir panjang lagi,wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu segera keluar dari dalam kamar mandi dengan tergesa-gesa.


huh huh huh


Wanita cantik itu tampak mengatur nafasnya yang tidak menentu akibat rasa terkejut yang luar biasa.


"Apakah benar itu adalah arwah dari Naomi yang tengah bergentayangan dan menuntut balas ?"tanya wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu dengan nada terbata-bata dan juga nafas ngos-ngosan.


"Tiara..... hihihi." Tiara terkesiap kaget. saat wanita itu mendengar suara yang begitu familiar di dalam gendang telinganya.


Dengan secepat kilat, wanita itu, segera menyambar tubuh Elvio. dan langsung keluar dari dalam kamar dengan tubuh menggigil.


"tolooong!" teriak wanita itu dengan berlari menuju ke arah ruang tamu. diana semua orang, tengah berkumpul di sana.


"astaga Tiara! ada apa?!" tanya wanita sepuh itu, dengan nada suara yang terdengar sangat panik. apalagi, saat melihat bagaimana Elvio menangis semakin bertambah paniklah wanita itu.


Dengan segera, Oma Keisha mengambil alih tubuh dari Elvio. kemudian menimang-timang bayi itu, sampai kembali terlelap.


"kenapa Tiara?!" tanya Sahara yang juga ikut merasa panik dengan kedatangan wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu.


"a..ada Hantu!$ serunya dengan nada suara terbata-bata. dan tak lama berselang, wajahnya di tutup dengan kedua tangan.


Karena memang, Tiara saat ini, benar-benar merasa takut luar biasa.


"hantu?" beo semua orang yang ada di sana dengan tatapan mata tak percaya.


"iya Oma, di kamar mandi ada hantu. "ucapnya dengan tubuh yang masih gemetaran.


"ngak usah ngaco!" sergah Zidane cepat. karena laki-laki itu, sama sekali tidak percaya dengan ucapan Tiara.

__ADS_1


Tiara yang mendengar itu, seketika menatap tajam ke Zidane."aku Sama sekali tidak berbohong Zidane!"sentaknya marah.


__ADS_2