
Rencana yang pada awalnya hanya beberapa hari di negara itu, menjadi hampir satu minggu karena ternyata Tiara memiliki misi tersendiri untuk keberlangsungan hidup dan masa depannya. yaitu menaklukkan hati Jordan.
Tentu saja hal itu membuat Asmirandah yang mendengarnya, sedikit merasa keberatan. karena ini adalah liburan pertama tanpa kedua orang tuanya. dan Hal itu membuat Mira, sedikit tidak nyaman.
"kamu yakin mau di sini seminggu?"tanya Asmirandah menatap ke arah sang sahabat yang masih asik menyantap makanan di sebuah restoran tidak jauh dari tempat mereka menginap.
"yakin Asmirandah! aku sangat yakin!"ucapnya tersenyum simpul. di dalam otaknya, sudah banyak rencana-rencana yang akan ia lakukan untuk menjerat hati laki-laki tampan itu.
Karena sepertinya, Tiara benar-benar menyukai laki-laki yang bernama Jordan itu. membuat Asmirandah yang mendengar penuturan dari sahabatnya itu, seketika merasa pasrah dan memilih untuk mengikuti kemauan dari sahabatnya.
"sudah kau tidak usah cemas! Om sama Tante pasti akan mendukung kok."ucapnya penuh dengan keyakinan.
"tahu dari mana?"tanya Asmirandah Seraya menoleh ke arah sahabatnya itu dengan tatapan mata yang sangat serius. namun hal itu justru dijawab oleh Tiara dengan mengedikkan bahu.
Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali menyantap makanan masing-masing dalam kondisi hening dan juga sunyi. Karena dua wanita cantik itu tenggelam dalam pikiran masing-masing.
"hai boleh gabung?"tanya seseorang memandang ke arah dua wanita itu. hingga membuat keduanya, seketika mendongakkan kepala kepalanya dan mendapati dua orang laki-laki yang membuat Tiara, langsung mengganggukan kepala dengan senyum cerah.
"silakan tuan."jawab Tiara dengan tersenyum malu-malu. dan Hal itu membuat Asmirandah yang melihatnya, sedikit merasa lain dengan sikap dari sahabat yaitu.
"dia benar-benar menyukai laki-laki itu!"batin Asmirandah tersenyum simpul. merasa sikap yang ditunjukkan oleh sahabatnya itu, sangat-sangat lucu.
Namun sayangnya, senyum simpul yang ditunjukkan untuk diri sendiri itu, malah disalah artikan oleh tatapan kedua laki-laki itu yang seketika saling pandang satu sama lain.
"dia tersenyum kepadaku?"tanya Jordan pada dirinya sendiri. karena merasa tak percaya dengan tingkah wanita yang ada di hadapannya saat ini.
"jangan ke gr-an dulu, siapa tahu mereka tersenyum pada sekitar kita."ucap Chandra mencoba untuk memberikan persepsi yang logis pada kawannya itu.
Tentu saja hal itu membuat senyum Jordan yang sedikit terbentuk, perlahan-lahan luntur dan diubah dengan ekspresi datar khas orang laki-laki. Chandra yang melihat itu, seketika tertawa pelan. membuat atensi dari kedua wanita itu seketika beralih kepadanya.
__ADS_1
"euuumm tidak ada apa-apa."ucapnya tersenyum canggung.
Mereka akhirnya menikmati makan siang mereka itu dengan sesekali bercerita dan berkenalan satu sama lain.
"omong-omong, sampai kapan kalian ada di negara ini?"tanya Chandra menatap ke arah Asmirandah dan juga Tiara secara bergantian.
"euuumm sepertinya satu minggu."jawab Tiara dengan cepat. membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika menatap ke arah sahabatnya itu dengan tatapan heran sekaligus bertanya-tanya.
Bukan karena jawaban dari Tiara yang membuat Asmirandah heran. melainkan, interaksi dan gerak-gerik sahabatnya itu yang membuat Asmirandah sedikit heran. karena biasanya, Tiara adalah sosok wanita yang pendiam dan juga kalem. tapi sekarang, sahabatnya itu menunjukkan perubahan yang sangat menonjol.
"kau benar-benar menyukai Jordan?"tanya Asmirandah berbisik.
"hmm sepertinya memang begitu."ucapnya tersenyum simpul.
Asmirandah yang mendengar itu, hanya mengangguk-anggukkan kepala."aku akan mendukungmu."ucapnya Seraya mengangkat kedua jempolnya. yang dibalas oleh Tiara dengan senyuman.
"emm aku tidak...."ucapan Asmirandah seketika terhenti. saat mendengar ucapan dari Tiara.
"ayo aku setuju!"ucapnya antusias. Seraya menatap ke arah Asmirandah dengan tetapan permohonan. membuat wanita itu, seketika menghela nafas panjang. kemudian, menganggukkan kepala.
"tapi sebentar saja ya,"pinta Asmirandah pada semua orang yang ada di sana.
"beres sayangku!" sahut Tiara dengan senyuman yang sangat lebar. membuat Asmirandah yang melihat itu, seketika menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah absurd dari sahabatnya itu.
Akhirnya, di sinilah mereka sekarang di tepi pantai dengan ditemani beberapa buah kelapa yang ada di tangan masing-masing. dan sesekali, Tiara akan mencuri pandang ke arah Jordan. karena sepertinya hati wanita itu, benar-benar telah terpaut oleh laki-laki itu. tentu saja aksi yang dilakukan oleh Tiara itu, sesekali akan mendapatkan teguran dari Asmirandah.
"jangan terlalu diperlihatkan rasa sukanya! takutnya, nanti dia tidak nyaman."ucap Asmirandah mencoba untuk memperingatkan sahabatnya itu.
Tiara yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya. kemudian mulai bersikap seperti biasa. tanpa disadari oleh keduanya, terlihat Jordan dan juga Chandra tengah asik berbalas pesan satu sama lain.
__ADS_1
(bagaimana menurutmu? apakah kau sudah jatuh cinta pada salah satu dari kedua wanita itu)
Jordan seketika mendelik tajam saat membaca pesan singkat yang dikirimkan oleh sahabatnya itu.
(sepertinya kau salah besar. aku sama sekali belum merasakan hal aneh ataupun getaran aneh dalam hatiku)
Senyuman Jordan seketika tersungging. saat melihat Chandra, tampak mendengus kesal ke arahnya.
"siapa suruh menggodaku terus. aku yakin aku tidak akan pernah tertarik pada salah satu dari mereka." batin Jordan tersenyum puas.
Baru saja laki-laki itu mengatakan hal bahwa dirinya tidak akan pernah tertarik pada salah satu dari mereka, mata laki-laki itu seketika tak berkedip dan terpaku saat melihat tawa yang begitu anggun yang terpancar dari wajah Asmirandah.
Cukup lama laki-laki itu menikmati tawa yang sangat memukau dari wanita itu. hingga sebuah batu yang melayang mengenai bahu, menyadarkan lamunannya.
"kenapa berbuat seperti itu?"tanya Jordan tanpa suara dengan raut wajah kesal.
"sengaja mau menyadarkan mu jika ucapan,
bisa menjadi bumerang untuk dirimu sendiri."jawaban dari Chandra, membuat Jordan merasa semakin kesal.
Tiba-tiba saja, tawa lepas terdengar dari mulut Chandra. membuat Asmirandah dan Tiara yang tengah berbincang-bincang, seketika menatap ke arah laki-laki itu dengan tatapan bingung.
Karena menurut mereka, tidak ada yang berbincang-bincang dengan mengambil tema yang lucu. namun kenapa laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu, tiba-tiba tertawa? sepertinya ada yang aneh. pikir kedua wanita itu.
"euuumm Maaf aku tidak sengaja."ucap Chandra Seraya menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal.
Sekuat tenaga, Jordan melipat kedua bibirnya hanya untuk tidak membuatnya tertawa terbahak-bahak karena melihat reaksi dari ketika orang itu.
"dasar menyebalkan."batin Chandra menatap tajam ke arah sahabatnya itu.
__ADS_1