
Beberapa hari kemudian,....
setelah aksinya yang hampir ketahuan, pada akhirnya Tiara memutuskan untuk memperhalus tingkah lakunya itu. karena wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, tidak ingin hal-hal yang buruk terjadi padanya kembali.
Wanita itu sudah mulai memberikan asupan yang tepat untuk Elvio di dalam ataupun di luar pengawasan keluarga Prakoso. Karena Wanita itu, tidak ingin hal buruk sampai menimpa dirinya dengan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.
"Tiara, kau ada di mana?"tanya Oma Keisha dari arah dalam. Karena Wanita itu saat ini berada di taman belakang kediaman Prakoso.
"aku ada di taman belakang Oma!"sahut wanita berambut panjang sampai pinggang itu Seraya menggendong putranya.
Tak lama berselang, terdengar suara langkah kaki yang perlahan tapi pasti, menuju ke arahnya. dan hal itu, membuat Tiara dengan terburu-buru langsung mengangkat Elvio ke atas pangkuannya.
Karena memang sejak tadi, bayi malang itu sedang berada di bangku taman tergeletak begitu saja seperti sebuah barang yang tidak terlalu diminati.
Hal itu membuat para pelayan yang melihatnya, merasa miris sendiri dengan perlakuan Tiara pada Putra kandungnya itu. kenapa ada seorang ibu yang bisa berbuat hal seperti itu pada Putra kandungnya sendiri? sungguh para pelayan itu benar-benar tidak habis pikir.
Namun, mereka semua tidak ada yang berani untuk mengadu ataupun menegur wanita itu. karena takut, Yang tersakiti bukanlah mereka melainkan bayi malang itu. dan para pelayan itu tidak ingin hal itu sampai terjadi kedua kalinya.
Cukup sekali saja mereka menyaksikan keganasan dari Tiara saat menyiksa tubuh rentan milik tuan muda mereka. mereka janji tidak akan pernah melakukan hal itu lagi.
"sayang, kau ada di sini?"tanya Oma Keisha langsung memeluk tubuh ramping milik Tiara dan mencium pipinya. hal itu tentu saja membuat Tiara merasa sedikit risih. Namun demikian, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu tetap membiarkan wanita rentah itu melakukan apapun keinginannya.
Karena saat ini, Bukan saatnya untuk melakukan perlawanan. Karena Wanita itu masih memikirkan keuntungan-keuntungan yang lain agar tidak cepat menghilang dari hidupnya.
__ADS_1
"bagaimana keadaan Putramu?"tanya wanita renta itu Seraya dengan hati-hati mencoba untuk menggendong Elvio.
Tiara seketika tersenyum simpul"dia sudah baik-baik saja Oma. maafkan aku karena kemarin begitu lalai pada Putraku ini."ucapannya mengusap lembut kepala dari Elvio.
Membuat wanita renta itu seketika tersenyum kecil."tidak apa-apa itu bukan salah kamu kok."ucapnya Seraya mengusap kepala dari Tiara penuh dengan kasih sayang.
Membuat wanita itu, seakan ingin muntah karena memerankan peran baik di hadapan semua orang yang ada di kediaman Prakoso. entah pergi ke mana sifat bidadari yang lemah lembut dan juga baik hati milik Tiara. setelah pengkhianatan yang dilakukan oleh Asmirandah secara tidak sengaja itu, mengubah diri wanita itu menjadi menyeramkan seperti ini.
"ayo sekarang kita masuk!"ajak Oma Keisha membuat lamunan dari Tiara seketika buyer. Tak lama berselang, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, senyum kecil dan mengikuti langkah dari wanita renta itu.
Di jalan saat mereka hendak masuk ke dalam rumah, mereka berpapasan dengan Zidane yang sepertinya akan pergi ke suatu tempat terbukti dengan beberapa tas ransel yang ada padanya dan juga beberapa pelayan di belakang laki-laki itu.
"Kau mau ke mana?"tanya Oma Keisha menghentikan langkahnya. membuat laki-laki berwajah manis itu, seketika menoleh dan tersenyum kecil ke arah wanita renta itu.
Oma Keisha yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala dan tersenyum kecil."titip salam pada mereka ini Oma juga memberikan bantuan"ujar wanita sepuh itu Seraya menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat yang dapat dipastikan isinya adalah uang.
Zidane dengan perlahan menganggukkan kepala. dan tak lama berselang, segera menerima uluran tangan dari wanita rentah itu.
"Terima kasih Oma nanti akan aku sampaikan."setelah mengatakan hal itu, Zidan segera pergi dari sana meninggalkan tempat itu tanpa menoleh ke arah Tiara sedikitpun.
Dan sepertinya hal itu sama sekali tidak disadari oleh Oma Keisha. karena wanita renta itu, masih terdiam di tempatnya dengan senyuman yang tidak pernah luntur dari bibir keriputnya itu.
Karena jika Oma Keisha mengetahui, maka mungkin saja wanita renta itu akan meneriaki cucunya itu untuk kembali lagi karena belum berpamitan dengan anak dan juga istrinya. Yah begitulah tradisi kediaman keluarga Prakoso. sebuah keluarga kecil, diharuskan tetap harmonis apapun Yang terjadi. jika tidak bisa di dalamnya, maka mereka harus berpura-pura di luar. agar image itu tidak luntur.
__ADS_1
"dia mau ke mana Oma?"tanya Tiara dengan raut wajah penasaran. membuat wanita renta itu, tersadar dari lamunannya.
"eh, astaga! kenapa Allah menjadi lupa seperti ini harusnya kamu kan berpamitan dan mencium tangan suamimu? astaga apakah dia sudah benar-benar pergi?!"paniknya Seraya berlari keluar dari dalam rumah.
Namun sayangnya mobil yang ditumpangi oleh Zidane telah melesat jauh ke sana. Hal itu membuat wanita tua itu, menghembuskan nafasnya kasar.
"memangnya dia mau ke mana, Oma?"tanya Tiara sekali lagi karena wanita itu masih merasa penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Zidane.
Oma Keisha mendengar itu seketika menoleh ke arah menantu kesayangannya itu."dia mau pergi ke panti asuhan yang ada di negara-negara tetangga."jawab wanita itu dengan senyuman.
"hah? untuk apa?"tanya Tiara masih dengan raut wajah kebingungan.
Kemudian dengan segera Oma Keisha mencoba untuk menjelaskan apa yang ia dan suaminya lihat beberapa hari yang lalu itu.
Tiara yang melihat itu, seketika menggilingkan kepalanya Soraya terkekeh sinis.
"tidak akan pernah mungkin Oma, karena Tiara yakin, pasti Kak Zidane akan menemui anaknya dari perempuan lain."ucap Tiara dengan nada suara yang begitu sungguh-sungguh.
Tentu saja hal itu membuat wanita renta itu, merasa begitu terkejut. namun tak lama berselang, Oma Keisha menggelengkan kepalanya.
"tidak Tiara! Sepertinya kau salah besar. Zidan bukannya menemui anak dari perempuan lain seperti yang kau tuduhkan itu. karena Oma, melihat sendiri bahwa cucu Oma itu menemui anak-anak yang kurang beruntung dari negara tetangga."ucapnya dengan keukeuh.
Tiara yang mendengar itu, seketika mengerutkan kening. hingga tak lama berselang, wanita itu pun mendengus kesal. dan memilih untuk tidak membahas tentang laki-laki itu.
__ADS_1
Karena percuma saja. wanita renta itu tidak akan pernah mempercayai apa yang ia katakan. karena di sini posisinya, Zidane adalah anggota keluarga inti dari Prakoso. sementara dirinya, hanyalah orang luar yang diikat menjadi bagian dari keluarga. tentu pengaruhnya tidak akan pernah sebesar jika dirinya keluarga inti.