Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 223


__ADS_3

Sementara itu di dalam kamarnya, Asmirandah masih bergulat bagaimana cara untuk membuat laki-laki yang ada di sampingnya ini benar-benar tertidur lelap. karena Asmirandah sudah merasa tidak sabar ingin bertemu dengan Putra sulungnya yang sudah hampir 2 tahun ini tidak ia kunjungi. dan dia tidak tahu bagaimana rupa dari laki-laki kecil itu.


Drrrttt Drrrttt


Asmirandah samar-samar mendengar suara ponsel yang berdering. yang memang sengaja disembunyikan oleh wanita itu di tempat aman yang tidak bisa dijangkau oleh orang lain. terutama oleh Jordan.


Saat Jordan merasa lengah, wanita itu langsung meraih ponsel dan membukanya dengan secepat kilat. kedua sudut bibirnya seketika terangkat membentuk sebuah senyuman saat membaca pesan singkat yang memang dikirimkan oleh Ajeng.


Karena memang sebelumnya, Asmirandah diberikan ponsel bekas untuk mereka berkomunikasi mengenai Haidar. ponsel itu adalah merupakan milik Ajeng pada zaman dulu. walaupun pada zaman dulu, tapi masih bagus dan juga masih bisa untuk digunakan dengan layak.


Karena memang selama ini, wanita itu tidak diberikan ponsel oleh Jordan. dengan alasan, bisa-bisa Asmirandah akan melarikan diri jika diberikan akses seperti itu.


Asmirandah menoleh pada ranjang. untuk memastikan apakah Jordan masih pada tempatnya atau tidak. dan ternyata laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu masih setia di atas tempat tidur laptop yang ada di pangkuannya.


Tok tok tok tok


Atensi dari keduanya seketika teralihkan saat mendengar suara ketukan pintu dari luar. dengan langkah cepat Asmirandah bangkit dan langsung membuka pintu kamar itu. namun tak lupa sebelumnya, Asmirandah kembali menyembunyikan ponsel itu agar tidak ketahuan.


"eh Mah, ada apa?"tanya wanita itu Seraya tersenyum lebar ada wanita paruh baya yang saat ini menjadi Ibu mertuanya itu.


Sahara seketika tersenyum lebar dan juga menyerahkan Arabella pada Asmirandah. "Maaf Sheila, Mama mau pergi jadi mama kasih Arabella sama kamu. kamu nggak masalah kan?"tanya wanita itu merasa tidak enak.


Karena memang sebelumnya Sahara ngotot ingin menjaga dan bermain-main dengan bocah berusia 2 bulan itu. Namun ternyata ekspektasinya itu melenceng jauh dari kenyataan.


"Mama ini kenapa kenapa harus minta maaf. ini kan memang menjadi tugasku untuk menjaga arabella."Asmirandah menyahut dengan senyuman.


tak lama berselang Jordan yang melihat itu ikut bangkit dan langsung menghampiri sang ibu yang tengah menyerahkan Arabella pada Asmirandah.

__ADS_1


"memangnya Mama mau ke mana?"tanya Jordan Seraya mencium pipi milik putrinya itu.


"Mama sama Papa harus ke perusahaan. karena sepertinya, sedang ada masalah di sana."ucap Sahara menatap ke arah putranya itu.


"apa mau dibantu?"tanya Jordan menawarkan.


Sahara sejenak terdiam. dan tak lama berselang, wanita paruh baya itu ingin menyahuti pertanyaan dari putranya itu. namun semuanya urung dilakukan saat mendengar suara Garda dari arah depan sana.


"Sahara ayo cepat nanti kita terlambat!"ucap laki-laki paruh baya itu sedikit berteriak. karena memang, jaraknya lumayan jauh.


"iya sebentar!"sahut wanita paruh baya itu dengan nada suara yang juga sedikit meninggi.


Kemudian menoleh ke arah Jordan yang masih mematung di tempatnya."nanti kalau Mama minta bantuan, kamu segera ke sana saja. untuk saat ini, sepertinya kami masih bisa menghandle sendiri."setelah mengatakan hal itu Sahara segera berjalan menjauh dari depan kamar Putra dan menantunya itu.


'bukankah perusahaan milik Mama Sahara jauh dari tempat ini? jika Jordan mengikuti mereka, aku tidak usah repot-repot untuk memberikan dia obat tidur. Tapi, pasti itu akan beresiko. karena sewaktu-waktu, Jordan pasti akan pulang dan akan langsung mengamuk jika mengetahui hal ini.'


Puk


"astaga!"


Asmirandah tersentak kaget. saat wanita cantik itu merasakan punggungnya ditepuk oleh seseorang dari arah belakang.


"kamu ngapain ngelamun aja di sini lagi mikirin apa?"tanya laki-laki itu dengan nada suara yang penuh dengan selidik.


"emmm tidak apa-apa aku hanya berpikir ingin membuat makanan apa."ucap Sahara pada akhirnya.


Sepertinya wanita itu akan menggunakan cara yang diberikan oleh Ajeng. wanita itu akan mencampurkan beberapa obat tidur pada laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu. karena sepertinya penghuni rumah di sini sedang tidak ada mereka sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing. karena tadi, Asmirandah sempat mendengar suara Oma Keisha dan juga Opa Galang yang tampak mengatakan ingin menuju ke tempat sosial untuk menyalurkan bantuan.

__ADS_1


"kebetulan kalau begitu buatkan aku green tea."ucapnya Seraya memberikan satu kecupan di pipi kanan dan kiri milik wanita itu.


Membuat Asmirandah yang mendengar itu segera menganggukkan kepala dengan antusias. kemudian dengan segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar. setelah sebelumnya, wanita itu menidurkan arabella diranjang khusus untuk bayi yang memang disediakan oleh keluarga Prakoso.


****


Sesampainya di dapur wanita cantik itu berpapasan dengan Ajeng. Yang sepertinya wanita paruh baya itu baru saja membuatkan air kehidupan pada Elvio.


"bagaimana, apakah kamu sudah siap?"tanya wanita paruh baya itu sedikit berbisik. karena dirinya tidak ingin, rencana mereka ini menjadi gagal.


"tante tenang saja semuanya bisa aku atur."ucapnya Seraya tersenyum simpul.


Ajeng segera menganggukkan kepalanya mantap."bagus. kalau semuanya sudah benar-benar siap, kamu segera hubungi saya. dan segera kasihkan ini kepada minuman Jordan."wanita itu segera menyerahkan sebuah botol kecil pada Asmirandah.


"ini efeknya berapa lama?"tanya wanita itu Seraya membolak-balikkan botol yang ada di tangannya.


"tergantung kamu memberikannya sebanyak apa. jika satu tetes, maka itu efeknya akan sampai 1 jam. dan juga begitupun seterusnya."sahut wanita itu Seraya menatap kiri dan kanan. aku takut kalau ada yang menguping.


Namun sepertinya tidak ada orang. membuat wanita paruh baya itu sedikit merasa lega.


"lalu jika aku ingin memberikan ini pada Jordan dengan jangka waktu 2 hari, apakah aku harus memberikan banyak tetesan?"tanya wanita itu masih merasa kebingungan.


Yang hanya dijawab anggukan kepala oleh wanita paruh baya itu.


"apakah ini benar-benar aman?"tanya Asmirandah masih merasa sangat khawatir.


"tenang obat ini adalah obat bius paling aman. dia tidak akan pernah memberikan efek samping. paling hanya sedikit pusing jika kebanyakan mengkonsumsinya. karena ramuan ini, dibuat menggunakan bahan-bahan alami. aku sampai memesan ramuan ini ke suatu negara terpencil. karena ingin membantumu."paper wanita paruh baya itu dengan penuh ketulusan.

__ADS_1


Asmirandah yang mendengarnya, seketika tersenyum simpul. "kalau begitu terima kasih."ucapnya dengan nada suara yang begitu tulus.


__ADS_2