Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 101


__ADS_3

Beberapa Jam kemudian,...


Terlihat seorang perawat, datang menghampiri Zidane dan yang lain. yang sepertinya tengah beristirahat.


"ada apa?"tanya Jordan saat laki-laki yang memiliki brewok tipis di wajahnya itu; mengetahui kedatangan perawat itu.


"Tuan Zidane, apakah anda setuju jika putra anda meminum susu formula? karena saat ini, putra anda harus segera mendapatkan asupan."beritahu perawat itu pada semua orang yang ada di sana.


Membuat mereka semua seketika saling pandang satu sama lain."memangnya, tidak bisa menggunakan ASI ibunya sendiri?" tanya Tiara mencoba untuk bernegosiasi pada perawat itu.


"sepertinya tidak bisa. karena pasien dalam keadaan belum sadarkan diri. tapi kalau anda semua ingin mencobanya, kami akan mempersilahkannya."ujar perawat itu pada akhirnya.


Hal itu, membuat Zidane dan yang lainnya memutuskan untuk mencoba saran dari Tiara itu. dengan catatan, Tiara yang akan melakukan proses itu. karena di antara semuanya, hanya Tiara yang bisa.


"silakan dicoba. kalau sudah selesai, segera panggil saya kembali."setelah mengatakan hal itu, perawat wanita itu segera pergi dari sana.


"Kak Zidane, boleh tolong belikan sesuatu?"tanya Tiara meminta bantuan pada laki-laki berwajah hitam manis itu.


"Mau meminta bantuan seperti apa?"tanya laki-laki itu menetap sahabat dari istrinya itu.


"bolehkah aku meminta bantuanmu untuk membeli sebuah alat pompa ASI di apotek?"tanya wanita itu pada suami sahabatnya itu.


Sejenak, Zidane terdiam. hingga beberapa saat kemudian, laki-laki itu menganggukkan kepala menyanggupi apa yang dipinta oleh wanita berambut panjang sampai pinggang itu.


"sekalian beli kacang almond dan juga susu ibu menyusui supaya produksi asinya bisa tambah lancar!" seru wanita itu saat Jordan dan juga Zidane melangkah semakin menjauh.


Mereka berdua menganggukkan kepala dan segera berlalu dari sana. sementara Tiara, wanita itu segera duduk di kursi sebelah ranjang yang ditempati oleh sahabatnya itu.


"apa kau akan marah jika kau tahu aku juga terlibat atas kebohongan yang dilakukan oleh suamimu itu? Jika iya, tolong jangan pernah membenciku terlalu lama. karena aku sangat menyayangimu. Kau bukan hanya sekedar sahabat. Melainkan, kau juga sebagai saudara sebagai sandaran tempat aku berkeluh kesah." ucap Tiara penuh dengan ketulusan di dalam hatinya.

__ADS_1


***


"benar ini semua?"tanya Zidane pada Jordan.


"mungkin saja iya. karena, aku juga tidak tahu."jawab laki-laki yang memiliki jambang tipis di wajahnya itu.


Karena sebenarnya, mereka juga tidak tahu apa yang terbaik untuk ibu menyusui. keduanya seketika dilanda kebingungan yang luar biasa. hingga tak lama berselang, seorang ibu yang membawa anak dalam gendongannya datang melewati dua pria itu.


"lebih baik, kita tanya pada ibu!!tunjuk Jordan pada wanita paruh baya yang berada tepat di hadapannya saat ini. itu hanya dijawab anggukan kepala oleh Zidane.


"Permisi Bu, apakah saya boleh bertanya?" ucap laki-laki itu Seraya mencoba menepuk pundak dari wanita itu.


"iya, ada apa?"tanya wanita paruh baya itu Seraya menolehkan kepalanya menghadap ke arah Jordan dan juga Zidane yang masih berdiam diri di tempatnya.


Sejenak kedua laki-laki tampan itu terdiam. mereka berdua saling ikut satu sama lain. seakan mempersilahkan salah satu dari mereka untuk bertanya terlebih dahulu kepada wanita paruh baya itu. dan pada akhirnya, Zidane yang memberanikan diri untuk bertanya.


"emm mohon maaf sebelumnya. apakah ibu tahu susu yang cocok untuk ibu menyusui yang mana ya? karena istri saya, baru saja melahirkan. dan memerlukan suplemen untuk memperlancar Asinya."jawab Zidane mencoba untuk menjelaskan.


"saya Zidane. dan istri saya baru saja melahirkan. ini Jordan adik sepupu saya."ucap laki-laki berwajah hitam manis itu memperkenalkan diri.


Menurut laki-laki itu, perkenalan diri adalah suatu hal yang sangat wajib dilakukan oleh seseorang. apalagi dalam situasi seperti ini. tujuannya adalah, agar tidak menimbulkan fitnah dan juga prasangka buruk bagi seseorang yang tidak mengetahui fakta yang sebenarnya.


Dan sepertinya, benar apa dugaan dari Zidane. karena beberapa saat kemudian, wanita itu mengangguk dan mulai menjelaskan suplemen apa saja yang dibutuhkan oleh ibu menyusui dan juga khasiatnya dari masing-masing suplemen itu.


Akhirnya, Zidane memutuskan untuk membeli semua suplemen itu. dan kedua laki-laki itu, memutuskan untuk segera pergi meninggalkan tempat itu untuk kembali ke rumah sakit.


***


Tak lama berselang, dua laki-laki yang masih memiliki hubungan kekerabatan itu, sampai di rumah sakit. dengan segera, Zidane menyerahkan apa yang diperlukan untuk mengambil cairan kehidupan untuk putranya itu.

__ADS_1


"ini tolong lakukan dengan hati-hati."ucap laki-laki berwajah manis itu Seraya menyerahkan beberapa yang dibutuhkan untuk mengambil air kehidupan itu. Tiara hanya menganggukkan kepala. kemudian dengan segera, wanita cantik yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu segera masuk ke dalam ruangan di mana Asmirandah berada.


Tak membutuhkan waktu lama. karena cairan kehidupan itu sudah terkumpul hampir satu kantong berukuran sedang. dan hal itu sukses membuat Tiara yang melihatnya merasa sangat takjub.


***


Tiga puluh menit berlalu. dan tak lama berselang, Tiara membuka pintu ruangan itu dengan membawa beberapa kantong berisi ASI milik Asmirandah.


" ini cairan kehidupan yang dibutuhkan oleh putramu."ucap Asmirandah Seraya menyerahkan kantong itu pada Zidane.


"terima kasih."setelah mengatakan hal itu, laki-laki berwajah manis itu segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke ruangan di mana putranya berada.


***


Air mata dari laki-laki itu seketika menetes. saat melihat, bagaimana perjuangan dari putranya menikmati air kehidupan itu.


"semoga kau cepat membaik sayang. agar kau bisa menikmati air kehidupan itu tanpa bantuan alat apapun."ucapnya Seraya meraba pintu kaca ruangan itu.


"tenangkan dirimu Bang. aku yakin, Putramu itu nanti akan kuat jika orang tuanya juga kuat." Jordan mencoba untuk menasehati Kakak sepupunya.


Beberapa jam kemudian,...


Terdengar lenguhan dari atas tempat tidur. dan tak berselang lama, orang yang ada di sana mulai membuka mata secara perlahan.


"aaakkkhhhh!" setelah tersadar cukup lama, Asmirandah seketika menjerit dengan sangat kencang.


Hal itu sukses membuat Tiara dan yang lain seketika terjaga. mereka berbondong-bondong menghampiri ranjang rumah sakit itu.


"tenang Asmirandah." ucap Tiara mencoba untuk menenangkan wanita yang baru saja melahirkan itu.

__ADS_1


Sementara Asmirandah sendiri, wanita itu menatap sekeliling dengan tatapan yang sulit diartikan. Namun demikian, sentuhan dari Zidane seringkali ditepis oleh wanita itu.


"apa yang kamu lakukan padaku?"tanya Asmirandah pada akhirnya Setelah sekian lama bungkam.


__ADS_2