
Sementara itu di kediaman keluarga Prakoso, terlihat semua orang tengah menikmati sarapan pagi dengan penuh kebahagiaan. terutama Oma Keisha. wanita sepuh itu, tak henti-hentinya mengajak Tiara untuk berbincang-bincang. hingga membuat wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, sesekali akan mendengus tertahan karena merasa jengah dengan situasi seperti itu.
"apakah kau nanti ingin menemaniku untuk melakukan body Spa sayang?"tanya Oma Keisha dengan nada suara yang sangat lembut.
Tiara yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum yang begitu terpaksa. dan hal itu sangat jelas di mata Zidane.
Namun hal itu sama sekali tidak diperdulikan oleh laki-laki berwajah manis itu. setelah selesai menikmati makanannya, Zidane segera berpamitan pada semua orang untuk menuju ke kantornya. karena memang, Hari ini ada rapat dengan petinggi-petinggi Prk Corp.
Karena memang laki-laki manis itu sudah benar-benar memegang kantor pusat. sementara Rafael, ditugaskan oleh Oma Keisha dan juga oppa Galang untuk menangani kantor cabang yang ada di kota lain.
"aku sudah selesai makan! kalau begitu, aku permisi dulu!"ucap laki-laki itu Seraya beranjak dari sana dan langkahkan kakinya untuk menuju ke pintu utama rumah itu.
Namun sebelum laki-laki itu sampai di ambang pintu, suara Oma Keisha menginstruksi.
"Zidane kenapa kamu tidak mencium kening dari istrimu? kau tidak lupa bukan, itu adalah salah satu tradisi yang dimiliki keluarga Prakoso?"tanya Oma Keisha mencoba untuk memperingatkan cucunya itu.
Membuat Zidane yang mendengar itu, seketika mengeram secara tertahan. Namun demikian, laki-laki itu tetap melaksanakan apa yang menjadi perintah wanita sepuh itu.
cup
"sudah kan, Oma? sekarang aku sudah boleh pergi?"tanya laki-laki itu sesekali akan menyembunyikan raut wajah agar tidak terlalu kentara di hadapan orang-orang yang ada di sana.
"belum!"
Bukan Oma Keisha yang menjawab. melainkan, Tiara itu sendiri. dengan tanpa aba-aba dan juga peringatan sebelumnya, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu menarik tengkuk dari Zidane. agar mereka berdua semakin dekat. hingga sesaat kemudian..
cup
Wanita itu mengecup bibir dari laki-laki yang telah resmi menjadi suaminya itu. Bahkan, Tiara tidak hanya sekedar mencium laki-laki itu. Melainkan, sedikit Mel***t bibir ranum milik Zidane.
Membuat semua orang yang ada di sana, seketika terperangah kaget. tak terkecuali, Oma Keisha itu sendiri. namun, hal itu tak berlangsung lama. karena wanita sepuh itu, justru terlihat sangat bergembira menyaksikan hal itu.
__ADS_1
Tanpa memperdulikan apapun, Zidane segera pergi dari sana. setelah sampai di dalam mobil, laki-laki itu segera berkumur-kumur dan juga tak lupa mengelap bibirnya dengan tisu yang sudah diberikan alkohol. katakanlah, Zidane sangat berlebihan kali ini. tapi mau bagaimana lagi, laki-laki itu masih merasa sangat kesal dengan tingkah laku yang ditunjukkan oleh sahabat istrinya itu.
Ah. Zidane saja sampai bingung bagaimana cara menyebutkan posisi dari wanita itu saat ini. apakah mantan sahabat dari mantan istrinya? Ataukah sahabat dari mantan istrinya? Ah memikirkan itu saja, kepala Zidane terasa ingin meledak.
Karena tidak ingin terlalu memusingkan hal itu, Zidane segera melajukan kendaraannya untuk menuju ke kantor.
***
"sebaiknya aku segera menemui cucuku. karena aku, benar-benar sangat merindukannya."ucap Ajeng dengan senyum mengembang.
Situasi di rumah ini benar-benar sangat lenggang. Karena semua anggota keluarga Prakoso, tengah menjalankan aktivitas masing-masing. Rafael pergi ke kantor cabang. Oma Keisha dan juga Tiara, pergi memanjakan diri. sementara Opa Galang, memilih untuk beristirahat. karena memang kesehatan dari laki-laki yang hampir mencapai usia 90 tahun itu, akhir-akhir ini sedikit menurun. hingga membuat Opa Galang harus beristirahat lebih banyak.
Perlahan tapi pasti, wanita paruh baya itu segera menuju sebuah kendaraan yang memang telah dipesan sebelumnya. untuk kali ini, Ajeng tidak ingin menggunakan kendaraan pribadi di rumah itu. Karena Wanita itu, tidak menginginkan hal seperti kemarin terulang lagi.
***
Tak terasa, perjalanan dari wanita itu pun telah berakhir. dengan berhentinya taksi di depan sebuah pagar rumah yang begitu tinggi.
Setelah membayar dengan aplikasi yang ada di ponselnya, Ajeng segera masuk ke dalam untuk segera menemui cucu kesayangannya itu.
"Di mana cucuku?"tanya Ajeng Saat sudah sampai di area ruang tamu rumah itu.
"Tuan kecil sedang berjemur di belakang sana! kalau begitu, saya panggilkan dulu."setelah mengatakan hal itu, salah satu dari pelayan itu segera pamit untuk undur diri.
Tak lama berselang, mereka semua datang dengan membawa Haidar dalam stroller. tentunya Hal itu membuat Ajeng yang melihatnya, seketika berbinar. dengan segera, wanita paruh baya itu menggendongnya.
"Nyonya Mau minum apa?"tanya salah seorang pelayan Seraya menghampiri Ajeng yang tengah bermain dengan cucunya itu.
"es jeruk Sepertinya enak."sahut Ajeng tanpa menoleh ke sumber suara. karena sepertinya, wanita paruh baya itu benar-benar sangat fokus dalam bermain dengan cucu pertamanya itu.
Ajeng beberapa kali merasa sangat kagum dengan apa yang dilakukan oleh bayi kecil itu. mulai dari mengangkat kepalanya dengan tegak, sampai dengan tengkurap sendiri. hal itu sudah membuat Ajeng merasa excited.
__ADS_1
"pelayan!"panggil Ajeng pada orang-orang yang bekerja di rumah itu.
"ya Nyonya, ada apa?"tanya mereka secara bersamaan.
"apa merk susu dari cucuku ini?"tanya Ajeng tanpa harus menoleh.
"kami memberikan susu ini Nyonya memangnya, ada apa?"tanya salah seorang pelayan dengan ekspresi wajah takut-takut.
"apakah dia cocok dengan susu itu?"tanya Ajeng Seraya memperhatikan komposisi yang tertera dari kalengnya.
"sejauh ini, Tuan kecil cocok-cocok saja nyonya, memangnya ada apa?"tanya pelayan itu dengan rasa takut-takut.
"tidak apa-apa! aku hanya ingin memberikan cucuku yang terbaik. tapi sepertinya, ini sudah paling baik. berapa harganya?"tanya Ajeng menatap sekilas ke arah orang itu.
"satu kalengnya lima juta Nyonya."jawabnya singkat.
Ajeng hanya mengangguk-anggukkan kepala. tak berselang lama, wanita paruh baya itu segera mengambil ponselnya untuk diam-diam memesan susu itu lebih banyak. tentunya dengan masa kadaluarsa yang berbeda-beda.
"saya akan membelikan beberapa kaleng susu dan juga baju untuk cucu saya. dan kalian harus memastikan semuanya aman untuk dipakai oleh Haidar."setelah mengatakan hal itu, Ajeng kembali bermain dengan bayi berusia hampir 4 bulan itu.
"baik Nyonya!"setelahnya mereka segera undur diri dari sana. membiarkan pasangan nenek dan juga cucu itu bermain sepuasnya.
drrrttt drrttt
Tiba-tiba saja, ponsel dari Ajeng berdering cukup kencang. membuat wanita paruh baya itu, segera mengangkatnya.
"halo Zidan, ada apa?"
("Mami sekarang ada di mana?")
"Mami ada di tempatmu sekarang. sedang bermain dengan Haidar memangnya ada apa?"
__ADS_1
("apakah aman saat Mami, pergi?") terdengar suara Zidane yang sedikit khawatir dari sebelah sana.
"kamu tenang saja sayang. Mami sudah memperhitungkan semuanya. Jadi, kau tak perlu khawatir."