Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 236


__ADS_3

Sontak saja, Asmirandah segera menggilingkan kepalanya dengan sangat cepat dan juga kuat. pertanda bahwa wanita itu, sama sekali tidak menyetujui ide gila dari mantan suaminya itu.


"Tidak Bang, aku tidak ingin Putraku merupakan semuanya."tolak Asmirandah dengan tegas.


Membuat Zidane dan juga Ajeng yang mendengar itu, seketika saling pandang satu sama lain. Karena sejujurnya mereka juga merasa bingung dengan apa yang mereka lakukan saat ini. dan tak lama berselang dari itu pasangan ibu dan anak itu benar-benar merasa frustasi dengan masak yang dihadapi saat ini.


"lalu apa yang harus kita lakukan? karena memang hanya cara itulah yang bisa menyelesaikan semuanya."tukas Zidane setelahnya.


Asmirandah tampak tetap menggelengkan kepalanya."Tidak Bang pasti ada cara lain untuk menghadapi masalah ini. tidak harus menggunakan ramuan itu."dengan sekuat tenaga, Asmirandah tetap menolak rencana yang dilontarkan oleh mantan suaminya itu.


Setelah melakukan perdebatan dan penolakan itu, pada akhirnya Asmirandah memutuskan untuk segera pergi dari sana menenangkan dirinya sendiri. karena jujur saja, wanita itu benar-benar merasa bingung saat ini.


"Ya Tuhan tolong bantu aku bagaimana caranya agar semua ini bisa terlaksana tanpa harus menyakiti satu sama lain."ratap wanita itu serah yang mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


Wanita itu mencoba untuk memohon pertolongan pada sang pemberi hidup. karena jujur saja, pantai itu saat ini benar-benar merasa frustasi dengan semua yang terjadi.


Setelah beberapa saat memikirkan semuanya, dan juga mengingat bagaimana Jordan jika sedang kumat, pada akhirnya Asmirandah memutuskan untuk mengikuti sarana dari Zidane. walaupun wanita itu merasakan begitu berat tentang keputusannya ini tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa membahayakan nyawa putranya jika terus seperti ini.


"bagaimana tentang keputusanmu itu?"tiba-tiba saja, Zidane bertanya seperti itu. membuat Asmirandah sedikit merasa terkejut dengan kehadiran laki-laki itu.


"baiklah. kalau begitu, aku setuju."setelah mempertimbangkan cukup lama, pada akhirnya wanita itu pun mengikuti rencana dari mantan suami dan mantan mertuanya.


Ajeng dan juga Zidan yang mendengar itu, seketika saling pandang satu sama lain. kemudian mereka berdua, menghela nafas lega secara bersamaan.


"syukurlah jika kamu sudah membuka hatimu sedikit untuk melakukan rencana ini. karena jujur saja, hanya cara ini yang dapat kita lakukan untuk sekarang ini."tutur Ajeng mencoba untuk memberikan penjelasan pada mantan menantunya itu.

__ADS_1


"aku mengerti."sahut Asmirandah Seraya menganggukkan kepala. walaupun di dalam hatinya, wanita itu masih merasa sangat keberatan dengan rencana-rencana yang akan dilakukan oleh pasangan ibu dan anak itu. akan tetapi, Lagi Dan Lagi Asmirandah tidak memiliki pilihan lain.


"kapan ramuan itu akan diberikan pada Haidar?"tanya Asmirandah pada kedua manusia yang berada tepat di hadapannya saat ini.


"nanti sore. tepat saat kamu ingin pulang, aku juga akan memberikan obat itu pada anak kita."ucapnya Seraya menatap botol kecil yang sudah berada di tangannya itu.


Degh


Jantung Asmirandah seakan melompat dari tempatnya. saat wanita itu mendengar kalimat yang dilontarkan oleh mantan suaminya itu.


'kita?'tanya Asmirandah Seraya tersenyum miris. dan entah mengapa, kalimat itu bisa membuat hati Asmirandah menghangat dan juga teriris secara bersamaan.


Karena Wanita itu benar-benar teringat bagaimana kilasan masa lalu yang begitu manis bersama dengan laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.


Setelah menganggukkan kepala, wanita cantik itu segera menuju ke kamar. di mana saat ini, Haidar tengah terlelap dalam tidur damainya.


Tes...


"maafkan Mama sayang. Mama mohon, maafkan Mama. Mama tidak pernah bermaksud untuk membuat melupakan tentang kenangan kenangan kita ini. dan pasti setelah kamu bangun dan meminum ramuan itu, pasti kamu akan sangat kecewa karena kamu berpikir tidak bertemu dengan Mama sampai sebesar ini."ucapnya Seraya menitihkan air mata.


Karena memang ramuan yang akan diberikan oleh Zidane pada Haidar itu sama seperti apa yang diberikan laki-laki itu pada Asmirandah dulu.


Ramuan itu akan menghapus ingatan terakhir pada si peminum. dan hal itu yang akan terjadi pada putranya. entah bagaimana nanti nasib dari Asmirandah setelah ramuan itu benar-benar masuk ke dalam tubuh putranya. apakah dia sanggup saat melihat tatapan mata dari bocah kecil itu yang tampak asing nantinya? Entahlah. Asmirandah juga tidak mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya pada kehidupannya.


Walaupun ramuan itu hanya berlangsung 6 bulan saja, tapi tetap saja Asmirandah merasa sangat berat jika putranya mengonsumsi apa yang pernah ia konsumsi sebelumnya.

__ADS_1


"tenanglah Asmirandah ini hanya bersifat sementara. dan setelah semuanya itu bisa diatasi, kalian pasti bisa bersatu kembali."ucap Ajeng mencoba untuk memberikan semangat pada menantunya itu.


Asmirandah yang mendengarnya hanya menganggukkan kepala. kemudian mulai melangkahkan kakinya untuk menghampiri Zidane yang sudah berdiri di sana sejak tadi.


"bagaimana apakah kamu benar-benar sudah siap?"tanya laki-laki yang memiliki wajah manis itu pada wanita yang ada di hadapannya saat ini.


"sudah!"sahutnya dengan nada suara yang sedikit tidak rela.


Zidane segera mengeluarkan botol itu dan memberikannya pada Asmirandah. membuat wanita itu menatap nanar kepada benda kecil yang ada di tangannya saat ini.


"Kau harus yakin. karena jika kau tidak yakin, maka semuanya akan sia-sia belaka."ucap Zidan mencoba untuk memperingatkan wanita itu


Fiuuuhh


Setelah membuang nafasnya beberapa kali, pada akhirnya Asmirandah pun menganggukkan kepala. kemudian dengan segera, meneteskan beberapa butir dari ramuan itu pada minuman milik Haidar. Karena pada saat ini, bocah kecil itu harus minum susu sesuai dengan jadwalnya.


'Ibu macam apa kau Asmirandah? kau bahkan tidak pernah memberikan air kehidupanmu itu pada Haidar. tapi sekarang, kau malah memberikan kesusahan pada putramu itu dengan menghapus ingatannya' batin Asmirandah meronta-ronta.


akan tetapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa berbuat banyak untuk saat ini. setelah selesai bergelut dengan batin dan juga pikirannya sendiri, pada akhirnya wanita itu memutuskan untuk segera memberikan minuman itu pada Zidane.


"Mama mohon maafkan Mama."hanya kalimat itu yang berhasil digaungkan oleh Asmirandah pada putranya karena benar-benar merasakan bersalah luar biasa di dalam hatinya.


"Mama...."lamunan dari Asmirandah seketika buyar saat mendengar suara dari seseorang yang sangat ia cintai itu. membuat Asmirandah yang mendengarnya, seketika menoleh dan tersenyum kecil kepada bocah berusia 2 tahun itu.


"sayang diminum susunya ya."ucap wanita itu Seraya menitikan air mata.

__ADS_1


__ADS_2