
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang wanita cantik yang tengah berdebat dengan seorang laki-laki yang ada di hadapannya saat ini. dengan sesekali menatap sengit satu sama lain.
"bagaimana mungkin adikmu itu tidak ditemukan?"tanya Yudha dengan galak.
Naomi yang mendengar itu seketika mendelik tajam "terus, aku harus apa? aku memang tidak mengetahui keberadaan wanita itu."sahutnya dengan nada yang sangat ketus.
Membuat Yudha yang mendengar itu, seketika mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.
"apa kau yakin jika Zidane dan juga Asmirandah tidak bersama saat ini?"tanya Yudha dengan tatapan menyelidik. laki-laki yang pernah menjadi bagian termanis dalam hidup Asmirandah itu, masih merasa ragu dengan apa yang dikatakan oleh wanita yang ada di hadapannya saat ini.
"tentu saja, karena informasi ini aku dapatkan langsung dari Bunda dan juga Papa "jawabnya dengan serius.
hening,....
Sejenak, suasana diantara kedua mantan suami istri itu hening. mereka berdua terdiam cukup lama. dengan pikiran yang menerawang jauh di kepala masing-masing.
"aku memiliki ide."ucap Yudha dengan cepat. membuat Naomi yang mendengar itu, seketika menoleh ke arah sumber suara.
"apa rencanamu?"tanya Naomi dengan suara antusias. berharap Mereka dapat menemukan titik terang dari masalah yang mereka hadapi saat ini.
"kita datangi tempat persembunyian keduanya secara diam-diam."jawab laki-laki itu dengan antusias.
Membuat Naomi yang mendengar itu seketika memicingkan kedua matanya. "apakah kamu yakin jika Zidane dan juga Asmirandah ada di sana? dan apakah kamu yakin bahwa semuanya akan berhasil?"tanya Naomi dengan raut wajah sedikit ragu.
"kita coba saja dulu."sahut laki-laki itu Seraya melangkahkan kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu. membuat Naomi yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala. kemudian, mengikuti langkah dari mantan suaminya itu.
***
"Naomi, Dari mana saja kamu?"tanya Aaron yang berada di ambang pintu rumah mewahnya.
"bertemu seseorang."jawabnya cuek. dengan segera, melangkahkan kakinya untuk menapaki anak tangga menuju ke kamar pribadinya.
__ADS_1
Sementara Aaron di belakang sana, hanya dapat menghirup udara sebanyak mungkin. dan setelah itu, menghembuskannya secara perlahan.
"sabar Pah. pasti akan ada hikmah dibalik semua ini."ucap Chelsea yang berada tepat di Sampit laki-laki paruh baya itu. dan hanya dijawab anggukan kepala oleh laki-laki itu.
****
Setelah melewati drama cukup panjang, pada akhirnya, Zidane setuju untuk mengantarkan Asmirandah pulang ke rumah kedua orang tuanya. dengan catatan, mereka akan sering bertemu apapun keadaannya. setelah berdiskusi cukup panjang, Zidane dan juga Asmirandah memutuskan untuk menaiki pesawat masing-masing.
Tentu saja, itu dilakukan oleh Zidan dan juga Asmirandah untuk meminimalisir kecurigaan keluarga besar masing-masing. apalagi pasti di sana, akan ada Naomi. yang akan menjadi garda terdepan dalam hal mencari kesalahan dari Asmirandah.
"jangan lupa nanti setelah sampai di sana, tolong kabari aku."ucap Zidane Seraya melambaikan tangan kepada pesawat yang akan ditumpangi oleh istrinya.
Asmirandah yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala. kemudian dengan segera, kembali melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam pesawat yang berbeda dengan Zidane.
Karena rencananya, wanita cantik itu akan mampir terlebih dahulu ke tempat yang terkenal dengan pusat perbelanjaannya sebelum mendarat dengan mulus ke negara kelahirannya. sementara Zidane, laki-laki berwajah hitam manis itu memutuskan untuk langsung pulang ke rumahnya.
Beberapa saat kemudian,...
Kini Zidan telah sampai di bandara. laki-laki itu saat ini, tengah mengedarkan pandangannya ke penjuru arah mencari keberadaan kedua orang tuanya.
"Mami, Papi."gumam laki-laki itu. saat netranya, tidak sengaja melihat seseorang yang ada di hadapannya saat ini. dengan langkah cepat, laki-laki itu menghampiri kedua orang tuanya.
Membuat pasangan suami istri paruh baya itu, segera memeluk tubuh putranya dengan perasaan rindu yang luar biasa. jujur Saja, mereka merasa begitu rindu dan kehilangan saat mengetahui laki-laki berwajah hitam manis itu pergi meninggalkan rumah.
"apa kamu meninggalkan rumah seperti seorang gadis yang tengah mengambek pada kedua orang tuanya?"tanya Ajeng Seraya memukul lengan kekar milik putranya itu.
Zidane yang mendengar penuturan dari ibunya itu, seketika memasang wajah masamnya."karena memang kenyataannya seperti itu."sahut Zidan dengan malas.
membuat Ajeng yang mendengar itu, seketika membulatkan kedua matanya."Zidane kamu tau sendiri kan kalau Mami melakukan hal ini bukan tanpa alasan?"tanya wanita paruh baya itu mencoba untuk bernegosiasi pada putranya.
Namun sepertinya, semua itu hanya sia-sia belaka. karena putranya itu, justru malah memutar bola mata malas.
__ADS_1
"kenapa tradisi seperti itu masih ada di zaman modern seperti ini?"tanya Zidan Seraya berdecak sebal.
Sementara Rafael dan juga Ajeng yang mendengar itu, seketika saling tatap. dan tak lama berselang, mereka mengajak putranya itu untuk pulang ke kediaman mereka.
****
"jadi kamu akan pulang sekarang?"tanya seseorang dari seberang sana.
"iya Bunda, Asmirandah akan segera tiba di sana mungkin sekitar 2 jam lagi." ucap Asmirandah memberitahu pada ibunya.
"baik. kalau begitu, Bunda sama Papa akan bersiap-siap untuk menjemput kamu."ucap Chelsea Dengan semangatnya dari seberang sana. membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika terkekeh pelan.
"Bun,"panggil Asmirandah pada wanita paruh baya yang masih tertawa di seberang sana.
"iya, ada apa sayang?"tanya Chelsea Seraya menghentikan aktivitas tertawanya.
"tolong jangan beritahu Kak Naomi jika aku akan pulang."jawab Asmirandah Seraya menggigit bibir bawahnya takut jika sang Bunda, mencurigai tentang sesuatu.
"kamu tenang saja. Bunda sama papa, tidak akan pernah mengatakan sesuatu hal apapun pada kakakmu itu."ucap Chelsea dari seberang sana dengan nada suara bersungguh-sungguh.
fyuuuhh
Asmirandah seketika bernafas dengan lega setelah mendengar penuturan dari ibundanya itu.
Setelah selesai bercakap-cakap, Asmirandah segera menutup sambungan teleponnya itu karena sebentar lagi, pesawat akan kembali terbang setelah berhenti di sebuah negara.
Tanpa pikir panjang lagi, wanita cantik itu segera kembali naik ke dalam burung besi yang akan membawanya ke negara kelahirannya.
****
"bagaimana apakah kamu sudah siap?"tanya seorang laki-laki kepada seorang wanita yang ada di sampingnya saat ini.
__ADS_1
"aku sudah siap beberapa saat yang lalu. malah sebenarnya, aku yang harus bertanya padamu. apakah kau sudah siap atau belum?"tanya wanita itu dengan ada yang sangat kesal.
Siapa lagi mereka jika bukan Yudha dan juga Naomi. kedua pasangan mantan suami istri itu tengah berdebat akan menemui pasangan yang mereka cintai di sebuah negara di belahan dunia sana.