Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 44


__ADS_3

Tentu saja hal itu membuat Tiara yang mendengarnya, seketika membulatkan kedua matanya. dan tak lama berselang, wanita itu hanya tersenyum Seraya tersipu malu. sementara Jordan dan juga Asmirandah, hanya terdiam Seraya membuang pandangannya ke arah lain.


"kalian sudah sampai?"tiba-tiba saja, terdengar suara dari seorang laki-laki yang berada tepat di samping Jordan. hingga membuat mereka semua, ketika menoleh ke arah sumber suara.


degh


Jantung Asmirandah seakan lepas dari tempatnya. bagaimana tidak, saat ini di depan matanya, terdapat Zidane yang juga menatapnya dengan tatapan yang sama-sama terkejut.


"Asmirandah, kamu ke mana aja selama ini?"tanya laki-laki itu Seraya mencoba untuk mendekati wanita yang selama ini mengganggu pikiran dan hidupnya.


Sontak saja hal itu membuat Asmirandah yang mendengarnya, berlari tunggang langgang seperti seseorang yang baru saja dikejar oleh makhluk tak kasat mata.


"Tiara ayo cepat!"seru Asmirandah Sera yang menarik tangan sahabatnya itu. karena wanita cantik yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, masih terdiam membisu di tempatnya.


Baru setelah Asmirandah menarik tangannya, wanita itu tersadar dari lamunannya dan juga ikut berlari meninggalkan bandara. Zidane berencana ingin menyusul kedua wanita itu. namun langkahnya terhenti saat mendapat tarikan dari Jordan.


"Bang, siapa dia?"tanya Jordan dengan raut wajah penasaran. walaupun laki-laki yang memiliki brewok tipis itu tahu siapa wanita yang akan dikejar oleh sepupunya itu. namun tetap saja, Jordan harus tahu apa hubungan antara Kakak sepupunya itu dengan Asmirandah.


Terlebih lagi, Jordan hanya mengetahui bahwa Kakak sepupunya itu memiliki hubungan dengan seorang wanita cantik. namun seingatnya, wanita itu bukan Asmirandah.


Zidane yang mendengar pertanyaan dari adik sepupunya itu, mengusap wajahnya kasar. kemudian segera mengajak kedua laki-laki itu untuk meninggalkan bandara. mendadak hati laki-laki yang memiliki kulit sedikit gelap itu, menjadi tidak karuan. ada perasaan kesal yang menghampiri hati Zidane. saat laki-laki itu tidak berhasil mendapatkan penjelasan dari wanita itu. namun Zidane juga tidak boleh berputus asa. walaupun laki-laki itu belum bisa menemui wanita yang perlahan-lahan mulai mengisi relung hatinya.tapi setidaknya, laki-laki itu sudah merasa tenang. Karena Wanita itu telah kembali.


"sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada kakakmu dan juga wanita itu."ucap Chandra berbisik di telinga Jordan.


"aku rasa juga begitu." Sahut laki-laki itu dengan cepat.

__ADS_1


Ketiga laki-laki tampan itu akhirnya memutuskan untuk segera menuju ke kediaman orang tua Zidane. karena kebetulan, orang tua Jordan tengah berada di sana saat ini. mereka tengah berkumpul untuk mengakrabkan antara satu keluarga dengan keluarga yang lain.


Sementara Chandra, laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu sebenarnya memutuskan untuk pulang saja ke rumah. namun hal itu segera ditentang oleh Jordan. karena laki-laki itu, telah menganggap Chandra menjadi bagian dari keluarga mereka. ditambah lagi, Zidane juga tidak mempermasalahkan tentang semua itu.


Pada akhirnya, Chandra mengiyakan tawaran dari sahabatnya itu. toh juga laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu merasa sangat kelelahan akibat menuruti keinginan dari sahabat karibnya itu. yang terkadang, tidak memiliki aturan dalam waktu istirahatnya.


Di perjalanan, Zidane tak henti-hentinya menatap ke arah adik sepupu dan juga temannya itu secara terus-menerus. hingga membuat kedua laki-laki yang berada di belakang, seketika merasa risih dengan tatapan laki-laki itu.


"Abang kenapa liatin aku seperti itu?"tanya Jordan menatap ke arah Kakak sepupunya itu dengan pandangan mata tidak nyaman.


Karena memang, laki-laki yang berprofesi sebagai pengusaha muda itu, sama sekali tidak akan nyaman jika orang itu terus menerus memperhatikannya.


"kalian kenal dengan kedua wanita itu?"bukannya menjawab, Zidane malah balik bertanya. membuat dua laki-laki itu, seketika saling memandang satu sama lain.


Sementara Jordan yang mendengar penuturan dari sahabatnya itu, ketika langsung melayangkan tatapan tajam pada laki-laki yang bekerja di salah satu rumah sakit milik keluarga Prakoso itu.


Membuat Chandra yang melihat itu, seketika hanya dapat terkekeh pelan.


"kita sama-sama liburan di sana Bang. lagi pula, kita bertemu dengan dua wanita itu secara tidak sengaja. saat salah satu dari mereka, terkena lemparan bola. dan setelah itu, kami menjadi semakin dekat."beritahu Jordan pada Kakak sepupunya itu.


Zidane yang mendengar penuturan dari adik sepupunya itu, segera menganggukkan kepala. menandakan, bahwa laki-laki itu mengerti. dan pada akhirnya, tidak ada lagi obrolan di antara mereka bertiga. hingga pada akhirnya, mereka sampai di depan sebuah rumah yang sangat besar yang tak lain adalah milik keluarga Zidane


"selamat pagi semuanya!"sapa Jordan saat mereka bertiga telah masuk ke dalam rumah mewah milik keluarga besar Prakoso.


"sayang, kamu sudah datang?"sapa seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah ibunda dari laki-laki berjambang tipis itu.

__ADS_1


Jordan yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala. kemudian ikut bergabung bersama dengan keluarga besarnya itu.


Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk beristirahat di kamar masing-masing. karena tahu, Chandra dan juga Jordan pasti sangat lelah. apalagi mereka baru saja tiba di negara itu dan belum sempat beristirahat.


****


Sementara itu di tempat lain, terlihat dua orang wanita tengah menyusuri jalan raya. di mana salah satu dari mereka, tengah menggerutu kesal. karena baru saja mendapatkan kenyataan. yang menurutnya, sangat mengagetkan.


"kenapa Bang Zidane bisa ada di sana? dan sepertinya, mereka bertiga sangatlah dekat? apa hubungan di antara mereka?"tanya Asmirandah pada dirinya sendiri.


Sementara Tiara, wanita itu masih menggerutu. karena usaha untuk mendekati salah satu dari mereka, harus gagal akibat tangannya ditarik oleh Asmirandah secara tiba-tiba.


"Asmirandah, Kau ini kenapa?"tanya wanita yang memiliki rambut panjang itu Seraya menepuk bahu sahabatnya.


Membuat si pemilik, seketika tersentak kaget. dan setelah itu, menatap wajah sahabatnya yang terlihat masam.


"kenapa wajahmu seperti itu?"tanpa rasa bersalah, Asmirandah malah bertanya seperti itu pada sahabatnya itu.


"kok malah nanya balik, aku itu masih kesel sama kamu. kenapa kita buru-buru sekali untuk keluar dari bandara itu?"protes Tiara menatap tidak suka ke arah sahabatnya.


Mendengar omelan dari sahabatnya itu, membuat Asmirandah sekarang paham tentang apa yang dialami oleh sahabat itu.


"kamu benar-benar ingin menjalin kasih dengan laki-laki yang bernama Jordan itu?"tanya Asmirandah untuk memastikan semuanya.


"tentu saja!"sahut Tiara dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2