
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang wanita cantik yang berusaha untuk keluar dari rumah yang tengah ia tempati itu. wanita itu terlihat mengendap-endap seperti seorang maling karena takut ketahuan.
"aku harus segera pergi dari sini. jangan sampai, laki-laki gila itu menemukanku!" setelah mengatakan hal itu, Asmirandah segera pergi dari sana. dengan membawa ponsel milik Jordan. untuk mencari informasi. di mana sekarang dirinya berada.
Setelah melewati perjuangan yang cukup panjang, pada akhirnya wanita cantik itu menemukan sedikit kebebasannya. sebab, saat ini dirinya telah berada di sebuah jalan raya.
"permisi tuan, apakah Anda tahu alamat ini?"tanya Asmirandah Seraya menunjukkan sebuah alamat di ponsel itu.
Membuat dua orang yang ada di sana, seketika saling pandang satu sama lain. dan tak lama berselang, kedua orang itu menatap ke arah Asmirandah dengan tatapan penuh selidik.
"kenapa Anda bisa ada di sini?"tanya salah satu dari mereka dengan raut wajah mengintimidasi. membuat Asmirandah yang melihat itu, sedikit merasa ketakutan.
"sa.. saya adalah korban penculikan. saya mohon, tunjukkan jalan agar saya bisa keluar. nanti jika saya sudah keluar, saya akan memberikan imbalan pada kalian."Asmirandah berucap Seraya memberikan kartu nama yang memang terbawa oleh wanita itu.
saat kedua orang itu melihat kartu nama milik Asmirandah, keduanya tampak kembali terkejut.
"Anda benar putri dari Orlando?"tanya salah satu dari mereka dengan nada sedikit sopan dan tidak seperti awal mereka bertemu.
"iya saya Asmirandah Sheila Kumalasari. Putri kedua dari tuan Aaron Orlando."ucap wanita itu Seraya mengulurkan tangan hendak bersalaman dengan dua orang itu.
Namun, alangkah terkejutnya Asmirandah saat mendapati dua orang itu sedang membungkuk Dengan mengatakan maaf berkali-kali.
"maafkan kami Nona muda. kami tidak bermaksud untuk bersikap kurang ajar pada anda."ucap salah satu dari mereka dengan tubuh bergetar hebat.
Tentunya Hal itu membuat Asmirandah yang mendengarnya, merasa sangat kebingungan. Lantas, wanita itu segera meminta keduanya untuk berdiri.
"kalian ini kenapa? ayo berdiri saja!"setelah mengatakan hal itu Asmirandah segera membawa dua orang itu untuk menuju ke sebuah minimarket yang memang ada di sana.
Sesampainya di sana, Asmirandah segera bertanya apa yang dimaksud oleh kedua orang itu. dan dengan segera, salah satu dari mereka mencoba untuk menceritakannya.
"Jadi kalian salah satu anak buah dari Papa?"tanya wanita itu saat mereka berdua selesai menceritakan semuanya.
__ADS_1
"iya Nona, kami adalah anak buah dari tuan Aaron Orlando. beliau adalah sosok laki-laki yang sangat baik dan juga bijaksana. berkat pertolongan dari beliau, kami sudah tidak merasakan yang namanya kelaparan lagi."terang laki-laki itu Seraya tersenyum simpul.
tes
Tanpa terasa, satu cairan bening seketika mengalir dengan sangat deras dari dalam pelupuk mata milik Asmirandah. membuat mereka berdua, seketika saling pandang satu sama lain.
"Ada apa Nona? kenapa anda menangis?"
Asmirandah yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala."tidak apa-apa. saya hanya merasa rindu dengan sosok ayah saya."ucapnya tersenyum dengan sedikit dipaksakan.
****
"kenapa dia bisa kabur?"amuk seorang laki-laki dengan menatap nyalang ke arah beberapa pelayan yang ditugaskan untuk menjaga wanita kesayangannya.
"maafkan saya Tuan Jordan, saya mengaku salah karena saya telah lalai menjaga Nona Asmirandah."jawab salah satu dari mereka dengan tubuh bergetar hebat.
Hal itu justru membuat Jordan yang mendengarnya, semakin melayangkan tatapan tajam."lantas dengan kau meminta maaf, apakah wanitaku dapat kembali?"tanya Jordan Seraya mencengkeram dagu dari orang itu.
Kemudian dengan perlahan, mulai mencekik hingga membuat si pemilik tubuh, seketika megap-megap seperti ikan yang kehabisan oksigen karena berada di darat terlalu lama. aksi Jordan tidak sampai di situ saja. karena laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, mulai mengangkat tangannya lebih tinggi lagi. hingga kaki orang itu menendang-nendang di udara. hingga tiba-tiba saja...
"aaaakkhh!" pekikan keras seketika menggema di ruangan itu.
"am... ampun Tuan, tolong ampuni saya!"ucapnya memohon dengan nafas tersengal-sengal dan tubuh semakin gemetaran.
"bawa dia ke kandang Milo!"ucap Jordan pada para pengawal di sana.
Tak lama berselang terdengar suara jeritan dan juga raungan dari orang itu yang memohon ampun agar tidak dibawa ke kandang Milo. Milo adalah buaya yang memang dipelihara oleh Jordan beberapa hari yang lalu untuk menakut-nakuti Asmirandah jika tidak ingin mengikuti permintaannya.
Entahlah. mengapa Jordan dapat berubah seperti ini. dia tidak akan segan untuk melukai atau bahkan melenyapkan orang yang dianggap berpotensi menghambat keinginannya bersanding dengan Asmirandah.
"cari tahu di mana keberadaan wanita kesayanganku! jangan pernah kalian kembali jika tidak menemukan dia!"setelah mengatakan hal itu, Jordan segera pergi dari sana untuk masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"sialan! kenapa aku menjadi lengah seperti ini?"tanya laki-laki itu Seraya mengeram kesal.
drrrttt drrttt
Tiba-tiba saja terdengar suara ponsel yang berdering. dengan perasaan malasnya, Jordan mulai mengangkat panggilan itu yang tak lain dari Naomi.
("bagaimana bulan madumu? apakah kau bahagia?")
"berhentilah bicara omong kosong. tidak ada yang bulan madu. karena adikmu itu, berhasil meloloskan diri!"jawabnya dengan ketus.
("kenapa bisa begitu?") tanya Naomi yang merasa penasaran dari seberang sana.
"setelah aku 'menghajarnya'beberapa hari yang lalu, aku memang membiarkan dia untuk sedikit merasakan kebebasan. karena aku tidak ingin, wanita kesayanganku menjadi depresi. tapi ternyata, keputusanku itu adalah keputusan yang salah. karena dia seketika melarikan diri." ucapnya mencoba untuk menjelaskan.
("kenapa kau bodoh sekali, hmm? seharusnya, kau tidak usah membiarkan dia terbebas. jika sudah seperti ini, apakah kau yakin dapat menemukannya kembali? kalau firasatku, mungkin saat ini Asmirandah sudah berada di perjalanan untuk menuju ke pelukan suaminya!")
Naomi mengatakannya dengan suara yang menggebu-gebu. membuat Jordan yang mendengar itu, mengerang tertahan. Karena sejujurnya, laki-laki yang memiliki jambang tipis di wajahnya itu juga merasa frustasi dengan apa yang terjadi saat ini.
"aku akan pastikan, orang-orang yang membantu Asmirandah untuk kabur akan menemui Tuhan lebih cepat dari prediksi mereka!"setelah mengatakan itu, Jordan segera menutup panggilan telepon itu.
Sungguh saat ini, laki-laki itu merasa sangat frustasi bagaimana cara untuk mencari keberadaan wanita kesayangannya itu.
tok tok tok
Tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.
"ada apa?"tanya Jordan setelah melongokkan kepalanya melihat ketika bodyguard yang pernah diutus untuk mengeksekusi orang yang tidak becus itu.
"semua sudah beres Tuan. apalagi yang harus saya lakukan?"tanya salah seorang dari mereka dengan memberikan bukti berupa sebuah tulang kecil yang ada di tangannya dengan berlumur darah.
"bagus. sekarang, kalian kumpulkan saja orang-orang yang ada di rumah ini dan berikan ultimatum bahwa siapa saja yang mencoba untuk mengkhianati peraturanku, maka mereka akan bernasib sama dengan orang itu!"ucap Jordan dengan suara yang sangat dingin dan juga mengerikan.
__ADS_1
"baik Tuan!"ucap mereka serempak Seraya sedikit membungkukkan badan masing-masing.
Jordan kembali masuk ke dalam kamarnya dengan menutup pintu itu dengan rapat."jika aku tidak bisa memilikimu secara baik-baik, Maka jangan salahkan aku jika mengambil langkah yang salah!"ujar laki-laki itu Seraya memandangi sebuah foto Asmirandah yang tengah tersenyum lebar.