Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
BAB 57


__ADS_3

Asmirandah diseret oleh nabi menuju ke kendaraan yang telah wanita itu pesan. kontak saja, ronta'an dan juga beberapa perlawanan dilakukan oleh wanita itu agar bisa terlepas dari cengkraman kakaknya.


Namun sayangnya, ternyata kekuatan Naomi lebih besar dari kekuatan Asmirandah. hingga dengan satu kali hentakan, Asmirandah tersungkur di atas tanah. dan dengan segera, Naomi kembali menyeret tubuh wanita itu untuk masuk ke dalam taksi.


Tentu saja hal itu membuat sopir yang ada di sana, merasa sangat kebingungan. laki-laki itu ingin membantu Asmirandah. Namun dengan segera, aksi laki-laki itu dihentikan oleh Naomi.


"sudah Pak, ayo kita pergi! jangan dibantu saya sedang menghukum adik saya." ucap Naomi menatap ke arah laki-laki paruh baya itu.


meski terlihat sangat bingung, namun laki-laki paruh baya itu hanya menganggukkan kepala dan segera masuk ke dalam kendaraan itu untuk membawanya menjauh dari tempat itu. sementara Naomi, segera memasukkan tubuh adiknya itu ke dalam kendaraan yang sama dengan laki-laki itu.


"jalan sekarang!"Titan Naomi pada sopir taksi itu. sementara Asmirandah, wanita itu hanya menangis tergugu di tempatnya.


"Kak! aku mohon, jangan seperti ini!"ucap wanita itu Seraya mengatupkan kedua tangannya. berharap bahwa wanita itu berbesar hati untuk mengabulkan permintaannya.


Sejenak, Asmirandah terdiam. hingga beberapa saat kemudian, beberapa rencana muncul di dalam kepala wanita itu. seketika itu pula, senyuman dari Naomi mengembang sempurna.


"oke! kalau begitu, kamu harus menuruti apa semua kemauanku."ucap wanita itu Seraya menatap ke arah Asmirandah dengan tatapan yang sulit diartikan.


Sementara itu, Asmirandah sendiri menatap bingung ke arah wanita yang berstatus sebagai kakak kandungnya itu. Namun demikian, Asmirandah sama sekali tidak ingin bersinggungan lagi dengan wanita itu.


Lama mereka terdiam. hingga tak terasa, mereka telah sampai di sebuah warung bakso yang terkenal enaknya di kota itu. entah ada angin apa, Naomi mengajak Asmirandah untuk turun di tempat itu.


"kakak mau apa ke sini?"tanya Asmirandah dengan raut wajah waspada. tidak salah, kan? jika wanita itu memasang insting waspada terhadap kakaknya sendiri? Apalagi, mereka baru saja cekcok. yang kemungkinan besar, sesuatu yang lebih buruk akan terjadi pada dirinya.


"sudah kita turun saja! nanti setelah ini, akan aku jelaskan apa yang harus kamu lakukan untuk membuat aku, tidak mengatakan sesuatu pada kedua orang tua kita."ucapnya dengan senyuman yang sangat manis.

__ADS_1


Sejenak, Asmirandah terdiam. hingga beberapa saat kemudian, wanita itu pun mengerti apa yang dimaksud oleh kakak kandungnya itu. dan pada akhirnya, Naomi dan juga Asmirandah mampir ke sebuah warung yang menjual berbagai masakan yang sangat menggugah selera.


Kalau dipikir-pikir, Naomi tidak pernah membawa Asmirandah ke tempat seperti ini seumur hidupnya. dan baru kali ini juga, kakaknya itu bersikap manis terhadap Asmirandah setelah kejadian pengkhianatan itu.


Tak lama berselang, seorang wanita yang membawa nampan di tangannya datang menghampiri Asmirandah dan juga Naomi dan meletakkan makanan itu di depan mereka.


"silakan dinikmati nona!"ucap pelayan itu dengan ramah.


Asmirandah yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis. sementara Naomi, wanita itu sama sekali tidak peduli dan memilih untuk langsung menyantap makanan itu.


"Kakak mau bicara apa denganku?"tanya Asmirandah saat mereka, tak bertegur sapa untuk beberapa saat.


"aku ingin, kau melakukan satu hal untukku. Kau pasti tidak ingin kan, jika aku membongkar ini semua pada Papa dan Bunda?"tanya Naomi dengan nada mengancam.


Asmirandah yang mendengar itu, sejenak terdiam. hingga tak lama berselang, wanita itu menatap ke arah sang kakak dengan tatapan bertanya.


Naomi yang mendengar itu, seketika tersenyum sumringah. kemudian mendekatkan wajahnya, ke wajah sang adik dan membisikkan sesuatu.


Sontak saja hal itu membuat Asmirandah yang mendengarnya, seketika melebarkan kedua matanya.


"a... apa maksud kakak?"tanya Asmirandah dengan nada suara terbata-bata. Karena, wanita itu masih merasa syok dengan apa yang dikatakan oleh kakak kandungnya itu.


"ya itu maksudku. sekarang, terserah kamu Jika kamu menuruti perkataanku, maka aku tidak akan pernah membongkar hal ini pada kedua orang tua kita. tapi jika tidak mau, maka dengan terpaksa aku akan mengatakan semuanya pada Papa dan juga Bunda."ucapnya dengan senyuman yang sulit diartikan.


Tentunya Hal itu membuat Asmirandah yang mendengarnya, seketika menatap ke arah sang kakak dengan raut wajah tidak percaya.

__ADS_1


"kenapa Kakak melakukan hal ini? apa sebenarnya yang Kakak inginkan?"tanya Asmirandah dengan raut wajah tidak percaya.


"hahaha" bukannya menjawab, Naomi justru tertawa terbahak-bahak. dan tak lama berselang, wanita itu menatap ke arah adiknya itu dengan tatapan yang sangat tajam.


"Tentu saja Ini aku lakukan agar aku kembali kepada Zidane. aku tidak ingin, laki-laki yang aku cintai bersama wanita lain. termasuk kau sendiri!"ucapnya penuh dengan penekanan.


Asmirandah yang mendengar itu, seketika terhenyak kaget. wanita itu tidak menyangka, jika kakak yang dikenal sangat ramah dan juga penyayang, dapat melakukan ini semua.


"tapi,..."ucapan Asmirandah ketika terhenti. saat mendapatkan tatapan tajam dari wanita itu.


"tidak usah tapi-tapian. apa kau memang ingin kedua orang tua kita tahu tentang hubunganmu dengan Zidane? dan aku yakin, mereka tidak akan pernah setuju dengan pilihanmu itu."ucapnya tersenyum lebar.


Asmirandah yang mendengar itu, seketika terdiam. karena apa yang dikatakan oleh Naomi saat ini, adalah sebuah kebenaran. dan pada akhirnya, wanita cantik itu hanya menuruti keinginan kakak kandungnya itu.


"sudah sekarang kita pulang!"Titah Naomi pada adiknya itu. dan dijawab anggukan kepala oleh Asmirandah.


Di sepanjang jalan, dua kakak beradik itu hanya terdiam dengan pikiran masing-masing.


"ingat kau tidak boleh mengatakan apapun pada orang lain kecuali kita berdua."ucap Naomi melirik ke arah adiknya sekilas. dan dijawab anggukan kepala oleh wanita itu.


Tak membutuhkan waktu lama, kendaraan yang ditumpangi oleh Asmirandah dan juga Naomi Akhirnya sampai juga tepat di depan gerbang rumah mewah kedua orang tua mereka.


"eh Naomi, Asmirandah, tumben kalian akur?"tanya Chelsea yang kebetulan keluar dari dalam rumah hendak membuang sampah di depan sana.


Seketika itu pula, kedua wanita cantik dan juga muda itu, menatap ke arah wanita paruh baya yang telah melahirkan mereka.

__ADS_1


"eh Bunda, nggak ikut Papa ke kantor?"tanya Naomi Seraya menghampiri wanita paruh baya yang berjasa melahirkannya itu.


Chelsea yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala."Papa kalian sedang ada urusan di kantor cabangnya. jadi, Bunda disuruh di rumah saja untuk menjaga kalian."ucapnya Seraya menatap ke arah kedua putrinya itu secara bergantian.


__ADS_2