
Dengan secepat kilat, laki-laki berwajah manis itu untuk menghindar dari serangan Naomi yang secara tiba-tiba itu.
"kenapa Bang, kenapa Abang menolakku?"dengan tidak tahu malunya, wanita yang memiliki gelar sebagai kakak kandung dari Asmirandah itu malah bertanya demikian.
Membuat Zidane yang mendengar itu, seketika mendengus kesal."bahkan sampai sejauh ini pun, kau sama sekali tidak merasa bersalah dengan apa yang pernah kau lakukan padaku."ucapnya dengan menghela nafas panjang.
"itu juga karenamu Bang. kalau saja kau memberikan perhatian yang lebih padaku, maka itu semua tidak akan pernah terjadi."selalu dan selalu saja Naomi tidak mau disalahkan dengan apa yang baru saja terjadi pada kehidupannya itu.
"terus maksudmu, kau ingin aku menyentuhmu sebelum kita menikah, begitu? jika memang itu kemauanmu dari awal, Maaf aku sama sekali tidak bisa melakukannya."ucap laki-laki itu tersenyum petir.
Membuat Naomi yang mendengar itu, seketika menatap mantan kekasihnya itu dengan tatapan yang sangat tajam.
"apakah ini alasanmu saja agar kau bisa bersama dengan wanita itu?"tanya Naomi melayangkan tatapan mautnya pada laki-laki berwajah manis itu.
"tidak usah playing victim. di sini yang salah itu adalah dirimu. jika kau tidak melakukan penghianatan itu, maka tidak akan pernah terjadi hal seperti ini."ucapnya dengan sorot mata datar.
Mendengar penuturan dari laki-laki berwajah hitam manis itu, membuat Naomi mendengus. namun, secepat kilat sebuah senyuman yang sangat misterius menghiasi wajah wanita itu.
Tanpa ba bi bu, wanita itu segera menerjang Zidane yang masih berdiam diri di tempatnya. tentunya Hal itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa sangat terkejut. terutama Zidane sendiri. laki-laki berwajah manis itu, malah mematung di tempatnya. dan hal itu dimanfaatkan oleh Naomi untuk menyatukan bibir mereka.
Sungguh, pemandangan yang tersaji saat ini, sukses membuat semua orang terkejut tanpa terkecuali. sementara Naomi sendiri, seketika tersenyum miring di tengah-tengah aktivitas mereka itu.
plak
Satu kali tamparan, seketika mendarat mulus di wajah wanita itu. hingga membuat si empunya, seketika mematung di tempatnya. karena tidak pernah membayangkan akan mendapatkan perlakuan seperti ini.
__ADS_1
"dasar wanita murahan!"hardik Tiara dengan emosi yang luar biasa. terlihat dalam ekspresi wajahnya merah padam karena menahan amarah.
Bukannya marah, wanita itu justru malah tertawa dengan sangat keras. hingga membuat semua orang yang ada di sana, ketika saling tetap satu sama lain.
"kenapa, hmm? kenapa kau terlihat marah sekali? apakah kamu memiliki hubungan dengan mantan kekasihku ini?"tanya Naomi dengan nada yang sangat tenang. menatap datar. namun tatapan wanita itu sangatlah tajam.
"dasar murahan!"sekali lagi, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu mengumpat Kakak dari sahabatnya itu.
Membuat orang yang sedang dihina kini menatap Tiara dengan tatapan tidak terima. dengan langkah lebarnya, Naomi berusaha untuk menerjang sahabat adiknya itu. namun hal tak terduga terjadi. Tiara dengan segera mengelak dan langsung memelintir tangan wanita itu hingga membuatnya kesakitan.
"awww sakit sialan!"umpat wanita itu dengan sesekali meringis. Apalagi, tangan wanita itu semakin ditarik kuat oleh Tiara.
"dengarkan aku baik-baik. jangan pernah mengganggu Zidane ataupun Asmirandah. jika sampai hal itu terjadi, jangan salahkan aku jika aku melakukan hal yang Di luar batas kendaliku."setelah mengatakan hal itu, Tiara segera mendorong tubuh Naomi hingga membentur tembok.
"emangnya kau siapa, wanita sialan? kau ini bukan siapa-siapa. jadi jangan pernah, mencampuri urusanku dan juga Asmirandah." desis Naomi tajam.
Setelah mengatakan hal itu, Tiara segera beranjak dari tempatnya berdiri saat ini. sungguh, wanita itu merasa sangat muak berada di dalam tempat yang sama bersama dengan wanita itu.
Sementara Naomi, wanita itu hanya tersenyum sinis saat melihat pemandangan itu. sedangkan Zidane, laki-laki berwajah hitam manis itu masih mematung di tempatnya untuk beberapa saat. hingga setelah itu, ikut menyusul bersama dengan Tiara dan juga Jordan yang telah terlebih dahulu melangkahkan kakinya.
"Sayang Kau mau ke mana?"tanya wanita licik itu Seraya mencoba untuk meraih tangan laki-laki berwajah manis itu. namun dengan segera, tepisan kasar diterima oleh Naomi.
"jangan pernah sentuh aku."desisnya dengan ekspresi wajah merah padam. disertai dengan tatapan yang sangat tajam.
Naomi menggelengkan kepalanya."sampai kapanpun juga, aku tidak akan pernah melepaskanmu. karena sampai saat ini, aku merasa kau masih menjadi milikku."ucapnya Seraya tersenyum simpul.
__ADS_1
Tak mau mendengarkan celotehan wanita sinting itu, dengan langkah terburu-buru Zidan segera melangkahkan kakinya menyusul kedua manusia yang telah keluar terlebih dahulu dari rumah itu.
****
"mereka semua ke mana?"tanya Asmirandah pada dirinya sendiri. karena saat wanita itu membuka mata, Hal pertama yang dilihat oleh wanita itu adalah kekosongan.
tak lama berselang, terdengar suara pintu yang dibuka dari luar. membuat Asmirandah dengan segera, menoleh ke arah sumber suara.
Wajah yang awalnya berbinar itu, ketika kembali datar dan cenderung murung. saat menyadari, bahwa orang yang masuk ke dalam ruangan itu bukanlah orang yang ia harapkan.
"Sus, di mana orang-orang yang biasa menjagaku?"tanya Asmirandah pada perawat itu.
"suami anda dan juga yang lain sedang ada urusan. mungkin sebentar lagi, mereka juga akan datang."tepat saat perawat itu mengatakan kalimat terakhir, terdengar suara pintu yang dibuka dan menampilkan suaminya bersama dengan yang lain masuk.
"Abang, Abang dari mana?"tanya Asmirandah saat mendapati raut wajah tidak bersahabat dari suaminya itu.
Mereka semua menggelengkan kepalanya. dengan mengulas senyum secerah mungkin.
"apa kamu sudah makan?"tanya Zidane mencoba untuk mengalihkan pertanyaan dari wanitanya itu.
Gelengan kepala terlihat samar dari wanita itu. membuat Zidane yang melihat itu, seketika menghela nafas panjang.
"memangnya kau mau makan apa?"tanya Zidane dengan sedikit menahan nafas. karena laki-laki itu teringat akan permintaan yang aneh dan juga ajaib dari istrinya itu.
"mau makan nasi goreng campur sayur lodeh."ucapnya dengan suara yang sangat antusias. dan hal itu sukses membuat semua orang yang ada di sana, seketika melongo tak percaya.
__ADS_1
"kamu serius mau makan itu?"tanya Tiara dengan raut wajah cengo. dan hal itu langsung dijawab anggukan kepala oleh Asmirandah.
"aku serius."ucapnya dengan ekspresi wajah lebih serius dari biasanya.