
Kini semua orang menatap ke arah Tiara dengan tatapan penuh dengan keheranan. sementara Naomi sendiri, wanita yang berstatus sebagai kakak kandung dari Asmirandah itu hanya tersenyum simpul saat melihat raut wajah ketakutan dari Tiara.
Sangat menyenangkan bukan, saat melihat seseorang yang awalnya sok jago kini berubah menjadi seperti kucing dalam karung. sungguh sangat-sangat miris sekali.batin Naomi meremehkan menatap ke arah wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu.
Sementara Jordan sendiri, lakilaki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, masih menatap bingung ke arah Naomi, karena seingat dia, dia sudah melemparkan tubuh wanita itu di dasar jurang. tapi kenapa, malah Berada tepat di hadapannya seperti ini?sungguh tidak pernah masuk akal.
"aku memang masih hidup Tiara ."sahut wanita itu dengan senyuman manisnya.
Kemudian Tiara segera merubah ekspresi wajahnya.menjadi sedikit normal dari sebelumnya.
" tunggu dulu, kenapa wajahmu berubah menjadi tegang seperti itu ?Apa jangan-jangan kau tahu siapa yang mencelakai ku beberapa waktu yang lalu ?" Tanya Naomi pura-pura bodoh.
Tentu saja pertanyaan dari Naomi itu, sukses membuat wajah dari wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu semakin merasa pias dan juga ketakutan yang luar biasa. Bagaimana ini? Bagaimana jika semuanya terbongkar saat ini juga? dia tidak bisa lagi untuk melakukan sesuatu hal sesuka hatinya.dan juga Tiara masih belum siap untuk mendapatkan konsekuensi dari perbuatannya itu yang akan dilakukan oleh keluarga dari Prakoso.
"hahaha."semua orang yang ada di sana, seketika tersentak kaget. saat mendengar suara tertawa dari seseorang siapa lagi orangnya jika bukan Naomi.wanita yang merupakan kakak kandung dari Asmirandah itu tertawa terbahak-bahak pernah melihat raut wajah lucu dari orang-orang itu.
"Tenangkan dirimu Tiara aku hanya bercanda aku memang masih hidup karena Tuhan memberikan ku kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya."tukas Naomi Seraya tersenyum cerah.
' Karena ini belum saatnya untuk kau mendapatkan giliran itu tiara. setelah aku bisa menghancurkan adikku dan juga suaminya, setelah itu akan menjadi giliranmu. 'batin Naomi Seraya menatap sinis ke arah wanita yang berada tepat di tengah-tengah mereka itu.
"hentikan basa-basi mu itu!"tiba-tiba saja suara dari seseorang menggelegar. orangnya jika bukan Oma Keisha. wanita tua itu seketika menatap tajam ke arah mantan kekasih dari cucu laki-laki pertamanya itu.
Sesungguhnya, ada rasa jijik dan juga muak saat melihat perempuan itu kembali menghadapnya. sementara Naomi yang mendengar itu seketika tersenyum simpul.
__ADS_1
"untuk apa aku datang ke sini lagi?"kini giliran Opa Galang yang bertanya seperti itu.
Naomi yang mendengar itu, seketika terkekeh pelan. "aku akan menunjukkan sesuatu pada kalian sesuatu yang akan membuat jantung kalian berhenti untuk beberapa waktu yang tidak bisa dipastikan."
Oma Keisha seketika tersenyum sinis. mendengar penuturan dari wanita yang ada di hadapannya saat ini.
"Memangnya Apa yang ingin kau tunjukkan pada kami?pasti itu hanya bohongan dan juga kebusukan dari ulahmu saja, kan ?"tanyanya Seraya menatap sinis ke arah Naomi.
Membuat wanita merupakan kakak kandung dari Asmirandah itu segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. Karena sejujurnya wanita itu benar-benar saat ini merasa sangat kesal atas penuturan yang dilontarkan oleh orang-orang itu.
"baiklah kita mulai sekarang."ucapnya Seraya memberikan isyarat pada wanita yang sejak tadi berada tepat di samping Naomi itu.
Semua bola mata seperti kamu bulatkan sempurna saat mengetahui siapa orang yang berada di pihak lawan saat ini.
"karena aku memang berada di pihak wanita ini dari awal."sahutnya dengan senyuman tenang.
"maksudmu apa?"tanya wanita tua itu dengan mata membulat sempurna. namun hal itu sama sekali tidak dikuti oleh orang-orang itu. karena dua wanita itu, sibuk untuk merencanakan sesuatu hal yang lebih besar dari sekedar menjawab pertanyaan wanita tua itu.
Wanita yang berpakaian sebagai perawat itu segera memberikan apa yang diminta oleh Naomi. kemudian dengan segera menyalakan proyektor kecil yang berada tepat di hadapannya.
" tutup semua pintu dan juga matikan lampu."perintah wanita itu pada orang-orang yang ada di sana. membuat semua mata menatap ke arahnya dengan tatapan mata menghina.
"dasar wanita tidak tahu diri."Sahara yang merasa kesal dengan tingkah laku yang ditunjukkan oleh Naomi itu.
__ADS_1
Naomi yang mendengar itu seketika tersenyum ke arah orang-orang itu."Terserah kalian jika kalian tidak ingin mengikuti ucapanku kalian tidak akan pernah melihat suatu kebenaran."setelah mengatakan hal itu, Naomi bangkit dari sana. Menurutnya,tidak ada gunanya juga APK membantu keluarga itu biarkan saja hidup dalam kebohongan. pikir Naomi yang mulai kesal dengan keadaan ini.
"tunggu!"
Seruan yang oleh seseorang itu sukses membuat langkah kaki dari wanita itu berhenti. kemudian kedua sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman. dan tak lama berselang wanita itu pun membalikkan tubuhnya menatap ke arah mereka.
"tutup semua pintu dan matikan semua lampu!"titah Oma Keisha menatap kepada para pekerjanya itu. Hal itu pun langsung turuti oleh orang-orang itu.
Klik
Tepat saat dan itu selesai dilakukan,layar monitor itu menyala dan mulai menampilkan beberapa video di dalam ponsel milik Naomi. tentu saja harus membuat orang-orang yang ada di sana, seketika membelalakkan kedua mata masing-masing.
Serempak, mereka semua tampak menggelengkan kepalanya. mungkin itu pasti hanya akal-akalan dari wanita yang ada di hadapan mereka saat ini.begitulah ucapan yang ada dalam benak mereka semua.
"ka...kau! kau melakukan hal ini?!"Santa Oma Keisha dengan nada suara yang begitu getaran karena masih tidak menyangka dengan apa yang dia lihat.
Sementara Naomi sendiri, wanita itu hanya menatap bingung ke arah orang-orang itu. "apa yang aku lakukan aku hanya ingin menunjukkan suatu kebenaran?"wanita itu dengan raut wajah tidak terima.
" kebenaran apa? kami semua di sini sangat yakin ini semua adalah akal-akalan mu saja supaya kau bisa membuat kami membenci Zidane atas apa yang telah ia lakukan. dasar wanita ular!" desis Sahara tajam.
"terserah kalau kalian tidak ingin mempercayai ucapanku. jika kau tidak percaya, maka datanglah ke alamat ini maka kau akan mendapatkan sebuah kebenaran."ucap Naomi Seraya menatap ke arah Jordan.
"kenapa kau malah menatap ke arah Jordan? apa sebenarnya maksudmu?"tanya Sahara dengan marah. karena wanita paruh baya itu tidak terima jika putranya terseret masuk ke dalam masalah itu.
__ADS_1