Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 162


__ADS_3

Asmirandah saat ini sudah benar-benar tersadar dari tidur panjangnya. Hal itu membuat Jordan yang melihatnya, semakin merasa bahagia.


"syukurlah kau membuka matamu sayang."ucap laki-laki itu dengan nada suara yang begitu lembut dan juga menenangkan.


Asmirandah yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala tanpa berniat untuk membalas ucapan Jordan atau hanya sekedar tersenyum tipis. karena memang, wanita itu masih belum mengikhlaskan keadaan yang terjadi saat ini.


Sementara Jordan sendiri, laki-laki itu seperti tidak memperdulikan reaksi yang ditunjukkan oleh Asmirandah. karena yang terpenting baginya, adalah bisa memiliki wanita itu seutuhnya tanpa ada yang mengganggu. dan itu sudah membuat Jordan merasa bahagia.


"apa kau mau melihat putri kita?"tanya laki-laki itu dengan tersenyum lebar.


Membuat Asmirandah yang awalnya terdiam Seraya menundukkan kepala, seketika menoleh dan menatap laki-laki yang ada di hadapannya itu dengan raut wajah terkejut.


"a..apa kamu bilang? aku sudah melahirkan?"tanya wanita itu tergagap. dan langsung dijawab anggukan kepala oleh Jordan.


Sontak saja, hal itu membuat Asmirandah seketika segera memeriksa perutnya yang ternyata memang sudah sedikit rata.


"di mana dia sekarang?"tanya Asmirandah menatap ke arah Jordan dengan tatapan sendu.


Membuat laki-laki itu seketika tersenyum senang."dia masih berada di ruangan perawatan khusus untuk bayi prematur. jika kau ingin ke sana, maka aku akan mengantarnya."ucap laki-laki itu yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Asmirandah.


Jordan segera menggendong wanita kesayangannya itu menuju kursi roda yang berada tidak jauh dari tempat mereka saat ini.


"let's go!"seru laki-laki itu dengan nada yang sangat antusias. membuat Asmirandah yang mendengarnya, tanpa sadar menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman.


tak lama berselang, Jordan dan juga Asmirandah telah sampai di depan ruangan perawatan bayi prematur itu. dan mendadak, wanita cantik itu menitihkan air mata karena merasa hidupnya benar-benar sial.


Dua kali melahirkan, dua kali pula wanita itu harus menyaksikan anak-anaknya berjuang di ruangan perawatan khusus untuk bayi prematur seperti ini. dan Asmirandah harus merasakan sakit untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


Jika dulu dirinya sempat tidak ingin menyusui Haidar, maka sekarang ini, dirinya tidak akan melakukan hal yang sama.


"apakah aku boleh masuk ke dalam?"tanya Asmirandah dengan nada suara serak.


Jordan yang mendengar itu seketika menoleh kaget."kau mau melakukan apa?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah khawatir.


"aku ingin memberikan Dia asi."jawabnya tersenyum tulus.


"tapi kan kamu baru saja sadar, sayang?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah semakin khawatir.


"aku mohon tolong izinkan aku."wanita itu Seraya mengatupkan kedua tangan di depan dada.


"Ada apa Tuan?"tiba-tiba saja dokter Mala datang menghampiri sepasang suami istri itu. hingga membuat keduanya, seketika menoleh secara serempak.


"bolehkah saya menyusui bayi saya?"tanya Asmirandah dengan raut wajah memelas.


"Nyonya Anda kan baru saja melahirkan? apa sebaiknya tidak menunggu sampai Anda benar-benar pulih?"Tanya Dokter wanita itu dengan raut wajah khawatirnya.


Dan pada akhirnya, dokter Mala tidak bisa berbuat apa-apa. wanita itu segera mempersilahkan Asmirandah untuk masuk ke dalam ruangan perawatan bayi prematur itu. tentunya dengan syarat dan juga ketentuan yang berlaku.


"sayang Mama datang."gumam wanita itu Seraya mengusap air mata yang mulai membasahi wajah cantiknya. dan dengan hati-hati, mulai memberikan air kehidupan itu walaupun melalui botol yang telah ia bawa dan juga sterilkan.


****


Sementara itu di tempat lain, keadaan yang hampir sama juga terjadi di keluarga Prakoso. Karena air ketuban yang tiba-tiba pecah, mengharuskan Tiara melakukan operasi caesar pada kandungannya yang masih berusia 6 bulan itu.


Semua orang saat ini tengah berharap-harap cemas berada tepat di depan ruang operasi. semua orang segera berdoa untuk keselamatan Tiara dan juga anaknya. hanya satu orang saja yang tidak melakukan hal itu. siapa lagi orangnya jika bukan Ajeng. Karena Wanita itu, justru malah menatap ponselnya dengan sesekali tersenyum tipis melihat sebuah video yang baru saja dikirimkan oleh pengasuh Haidar.

__ADS_1


"Oma sudah merasa tidak sabar ingin bertemu dengan kamu sayang."ucap wanita paruh baya itu kembali menatap ke arah aktivitas bocah laki-laki itu dari ponselnya.


ceklek


Semua orang seketika menoleh tak terkecuali. saat mendengar pintu yang dibuka dari dalam. dan tak lama berselang, seorang dokter wanita yang berusia paruh baya, berjalan dengan mendorong kotak kaca yang ada di hadapannya.


"selamat nyonya besar, cicit anda laki-laki. kami akan memberikan perawatan yang terbaik yang kami bisa."ucap dokter bernama dokter Vanessa itu menatap hormat ke arah Oma Keisha.


sementara wanita sepuh itu sendiri, menatap nanar ke arah bayi mungil yang masih sangat merah berada di dalam box kaca tersebut.


"selamat datang cicitku sayang, semoga kau bisa melewati masa-masa sulit mu ini dan menjadi laki-laki yang kuat nantinya."Oma Keisha Seraya maraba dinding kaca tersebut.


"kalau begitu saya permisi dulu."ucap dokter Vanessa Seraya mendorong kotak yang berisi bayi tersebut untuk segera dimasukkan ke dalam ruangan khusus untuk bayi prematur.


Tak lama berselang dari itu, ruang operasi kembali terbuka dan menampilkan Tiara yang didorong oleh para perawat itu untuk menuju ruang perawatannya yang berada di VVIP.


***


"sayang apakah kamu tidak ingin memberikan air kehidupan itu pada putramu?"tanya Oma Keisha dengan hati-hati.


Karena wanita renta itu tahu, kondisi dari emosional Tiara masih belum stabil akibat melahirkan dalam kandungan yang belum begitu matang.


"hah siapa yang sudi memberikan bayi memalukan itu air kehidupan? sorry aku tidak akan pernah Sudi memberikannya!"ucap Tiara dengan tatapan yang sangat tajam.


Namun sayangnya, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu tidak berani untuk melontarkannya secara langsung. karena Tiara masih ingin menikmati menghancurkan kebahagiaan Asmirandah secara perlahan dengan cara menguasai suami dan juga keluarganya terus-menerus.


Walaupun tindakannya ini kurang maksimal. karena dirinya tidak bisa menyentuh Putra pertama dari Zidane. karena bocah itu, sudah dijaga ketat oleh pasukan dari Zidane dan juga Ajeng. sehingga Tiara tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


"sepertinya belum keluar Oma."jawab wanita itu Seraya tersenyum terpaksa.


Seketika itu pula Oma Keisha langsung keluar ruangan untuk memberikan sesuatu pada cucu kesayangannya itu. sementara Tiara, memilih untuk memejamkan matanya karena merasa lelah yang luar biasa.


__ADS_2