
"oh jadi seperti ini."ucapan dari seseorang itu, sukses membuat Asmirandah dan juga Jordan yang tengah berbincang-bincang seketika menoleh ke arah sumber suara.
"Ba...Bang Zidane, kenapa kamu ada di sini?"tanya Asmirandah dengan nada suara terbata-bata. wanita itu seperti seseorang yang baru saja ketahuan tengah berselingkuh.
Walaupun siapapun orang yang melihat itu, pasti akan berpikiran yang sama dengan apa yang ada di dalam otak laki-laki itu. walaupun itu sama sekali tidak benar.
"jadi ini alasannya? kau meninggalkanku dan ingin menjebak ku agar kembali dengan Naomi. supaya kamu, bisa bersama dengan Jordan?"tanya Zidan dengan dada naik turun. menandakan bahwa laki-laki itu, saat ini tengah menahan emosi yang luar biasa.
"Bang, bukan begitu maksudnya. "Jordan berusaha keras untuk menjelaskan semuanya pada Kakak sepupunya itu. namun tiba-tiba saja,....
bugh
Satu pukulan keras, seketika mendarat mulut di wajah Jordan. hingga membuat laki-laki yang memiliki brewok tipis itu, seketika terjengkang ke belakang. sementara Asmirandah yang melihat itu, refleks menutup matanya.
Wanita itu sama sekali tidak menyangka jika kekasihnya itu dapat berbuat hal seperti itu jika tengah dikuasai oleh amarah.
"kau mau mencoba merebut calon istriku, hmm?"tanya laki-laki itu Seraya mencengkeram kerah baju milik Jordan.
Tentu saja hal itu membuat Asmirandah yang melihatnya, merasa begitu panik. wanita itu mencoba untuk melerai kedua laki-laki itu.
" Abang, jangan seperti ini!"teriak Asmirandah tanpa sadar. hingga membuat kedua laki-laki yang tengah ada jotos itu, seketika menoleh ke arah wanita yang terkenal lemah lembut itu, secara bersamaan.
"bagus aku mengerti sekarang! kau benar-benar telah berubah Asmirandah!"setelah mengatakan hal itu, Zidane pergi meninggalkan mereka. namun sebelum itu, laki-laki berwajah manis itu, menghempaskan tubuh adik sepupunya ke tanah.
Asmirandah menggelengkan kepalanya. berusaha untuk mengejar dan menjelaskan semuanya pada laki-laki yang masih berstatus sebagai kekasihnya itu. namun, semuanya terlihat sia-sia. karena Zidane masih dikuasai oleh amarah. laki-laki itu, tidak mendengarkan ucapan dari Asmirandah.
Membuat wanita cantik itu, akhirnya memutuskan untuk membantu Jordan yang masih terkapar di atas tanah. karena memang, luka dari laki-laki itu cukup parah.
__ADS_1
"ayo ikut aku, aku akan mengobatimu."setelah mengatakan hal itu, Asmirandah segera membawa Jordan menuju ke sebuah tempat yang terlihat sangat sepi. karena Asmirandah merasakan, beberapa orang tengah memperhatikannya dari jauh. dan Asmirandah yakin, bahwa itu adalah orang-orang suruhan dari Naomi.
Setelah beberapa saat kemudian, Asmirandah dan juga Jordan sampai di sebuah tempat yang cukup sepi. wanita itu dengan cekatan mengobati luka dari sepupu kekasihnya itu.
"maafkan atas perlakuan Bang Zidane padamu."setelah selesai mengobati laki-laki yang memiliki brewok tipis itu, Asmirandah segera menjauh dari sana.
"tidak masalah. ini juga termasuk salahku. karena aku, tidak bisa untuk mengendalikan diriku sendiri."ucap Jordan ambigu.
Kening Asmirandah seketika mengerut. saat mendengarkan penuturan dari laki-laki yang ada di sebelahnya saat ini.
"maksudnya bagaimana?"tanya Asmirandah dengan raut wajah penasaran.
Jordan dengan segera menggenggam tangan dari Asmirandah. hingga kedua mata wanita itu, seketika membelalak. dan tak lama berselang, tangan dari laki-laki itu dihempaskan secara kasar oleh Asmirandah.
"Kau ini kenapa?"tanya Asmirandah dengan raut wajah panik. Karena Wanita itu mengira, bahwa Jordan saat ini tengah mengalami kerasukan. karena memang, sikap laki-laki itu sangatlah aneh.
"Asmirandah, aku mencintaimu!"ucap laki-laki itu dengan nada suara yang sangat serius.
Jantung Asmirandah seakan ingin lepas dari tempatnya. wanita itu mencoba melihat raut wajah dan juga mata dari laki-laki itu. berharap apa yang dikatakan olehnya, hanyalah sebuah bualan semata.
Namun harapan wanita itu seketika pupus. saat Asmirandah melihat dengan jelas ketulusan dan keseriusan yang terpancar dari bola mata Jordan.
Seketika itu pula, tubuh Asmirandah bergetar hebat. dan tak berselang lama, wanita itu akhirnya lunglai. namun masih tetap tersadar.
"se... sejak kapan kamu memiliki perasaan padaku?"tanya Asmirandah dengan nada suara terbata-bata.
"baru dua minggu yang lalu."jawabnya santai.
__ADS_1
"kenapa bisa?"tanya Asmirandah dengan nada suara yang sangat lirih.
"aku juga tidak tahu. yang jelas saat ini, aku hanya ingin mengutarakan semuanya padamu. masalah kau membalasnya atau tidak, itu masalah hatimu. yang terpenting sekarang, aku sudah mengatakan semua yang menjadi beban hidupku selama ini."setelah mengatakan hal itu, Jordan segera pergi dari sana.
Meninggalkan Asmirandah yang masih menganga lebar. "aaakkkhhhh! kenapa semuanya menjadi seperti ini?"tanya Asmirandah dengan raut wajah frustasi.
Entahlah, wanita itu harus senang ataupun sedih karena diperebutkan oleh beberapa pria berpengaruh di negaranya. Terkadang, kecantikan yang diimpikan oleh semua wanita, seperti sebuah kutukan bagi Asmirandah. Karena kecantikan itulah, wanita itu harus merasakan pahitnya sebuah hubungan.
Setelah puas bergelut dengan pikirannya sendiri, wanita cantik itu memutuskan untuk segera pergi meninggalkan tempat itu. dengan semua rasa yang berkecamuk di dalam dada.
***
Asmirandah melangkahkan kakinya dengan gontai menuju ke dalam rumah. saat wanita itu, baru saja tiba di kediaman kedua orang tuanya. tak sengaja, wanita cantik itu bersitatap dengan seseorang yang tak lain adalah Naomi.
Dengan kasar, wanita itu menabrak tubuh Sang adik dengan kuat. hingga membuat Asmirandah, ketika terhuyung ke belakang. dan dengan tatapan sinis yang menghunus sampai ke ulu hati.
"dasar munafik!"hardiknya terlalu pergi. sementara Asmirandah, wanita itu masih mencerna ucapan dari kakak kandungnya itu. nggak tak lama berselang, wanita itu mengedikkan bahu tak peduli. dan memutuskan untuk masuk ke dalam kamar pribadinya.
Asmirandah merosotkan bobot tubuhnya di atas tempat tidur dengan wajah yang tampak kelelahan. pikiran wanita itu seketika melanglang buana entah ke mana. karena banyaknya, beban yang harus ia pikul seorang diri.
"aku lelah Ya Tuhan."setelah mengatakannya, Asmirandah memutuskan untuk membersihkan diri. setelah itu memutuskan untuk beristirahat karena hari memang sudah hampir malam.
Tak berselang lama, terdengar suara ketukan dari depan pintu kamarnya. dengan langkah gontai, wanita cantik itu mulai mengayunkan kakinya untuk menghampiri sumber suara.
"Ada apa Bunda?"tanya Asmirandah. saat wanita itu, membuka pintu dan mendapati wanita yang telah melahirkannya itu tepat berdiri di depan kamarnya.
"mau makan sekarang?"tanya Chelsea menatap ke arah putrinya dengan tatapan meneliti dari atas sampai bawah.
__ADS_1
"nanti saja. nanti kalau aku sudah lapar, aku akan turun sendiri ke bawah."jawab Asmirandah Seraya tersenyum simpul.
Chelsea yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala. kemudian berlalu pergi dari sana. sementara Asmirandah, kembali masuk ke dalam kamar dan menutup pintu rapat-rapat