
Pada akhirnya setelah melalui drama cukup panjang, pernikahan Zidane dan juga Asmirandah ketika digelar dengan cukup mewah.
semua tamu yang hadir mengucapkan selamat pada kedua mempelai yang terlihat sangat bahagia itu. sementara Ajeng dan juga anak-anak dari Asmirandah dan juga Zidane, ikut berdiri di pelaminan dengan wajah bahagianya.
Lebih tepatnya yang bahagia hanyalah Ajeng. karena wanita paruh baya itu bisa melihat putranya menjalani pernikahan yang bahagia. tidak seperti hari-hari kemarin yang menjalani pernikahan penuh dengan rasa tertekan.
"semoga setelah ini, kalian berdua bisa selalu hidup bahagia tanpa adanya masalah seperti kemarin lagi."ucap wanita paruh baya itu Seraya menatap Putra dan juga menantunya itu dengan tatapan sendu.
Sementara Asmirandah dan juga Zidane yang masih di atas pelaminan dan tengah duduk secara bersisian, hanya dapat memandang satu sama lain dengan senyuman yang tertahan. mereka sudah seperti sepasang ABG yang baru saja mengenal cinta. menatap dengan malu-malu. dan sesekali akan melempar senyum.
Malam Harinya....
Saat ini Asmirandah tengah berada di balkon kamarnya. tanpa Asmirandah sadari, ada seseorang yang berdiri tepat di belakang wanita itu.
Hap...
Asmirandah seketika terlunjak kaget saat merasakan tubuhnya dipeluk dengan sangat kencang dari belakang. wanita itu dengan segera membalikkan tubuhnya. dua bola matanya seketika berbinar dengan memancarkan aura yang begitu teduh saat melihat siapa orang yang ada di hadapannya saat ini.
"Aku benar-benar sangat mencintaimu. dan setelah ini, aku berjanji tidak akan pernah membuatmu bersedih lagi. yang ada di dalam rumah tangga kita kedepannya, hanyalah kebahagiaan."ucap Zidane Seraya membelai wajah mulus milik sang istri.
Asmirandah yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala. membalas senyuman yang terpatri di wajah tampan milik suaminya itu.
__ADS_1
Zidane yang melihat itu, seketika memajukan wajahnya secara perlahan-lahan. hingga membuat jarak di antara mereka, seketika terkikis dan....
"Mama! Ayah!! huuuaaa!"
Asmirandah spontan langsung mendorong tubuh milik suaminya itu saat mendengar suara Haidar yang menangis dengan sangat kencang di balik pintu kamar mereka.
Tentu saja hal itu membuat laki-laki yang memiliki wajah manis itu, seketika berdecak kesal. Namun demikian laki-laki itu tidak bisa berbuat apa-apa. karena memang saat ini, mereka tidak lagi berdua melainkan memiliki buntut yang sangat banyak. sehingga pasti mereka tidak akan pernah bisa untuk meluangkan waktu hanya berdua saja.
"Asmirandah Zidane, kalian masih ada di dalam, kan?"lihatlah sekarang ini justru suara Ajeng yang mendominasi dan mengetuk pintu kamar mereka.
Sembari menahan tawa, Asmirandah melangkahkan kakinya untuk menghampiri anak dan juga Ibu mertuanya yang pasti masih berdiri di depan pintu.
Dan setelah wanita itu hilang di balik pintu, Zidane segera memutuskan untuk menuju ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya untuk mendinginkan suasana hatinya karena merasa kesal.
"Ayah!"teriak Haidar. saat bocah kecil itu, melihat sosok ayahnya berdiri di belakang sang Mama.
Zidan yang melihat itu, seketika tersenyum dan langsung menggendong tubuh mungil milik Haidar. dan memutar-mutarkannya beberapa kali. hingga membuat bocah kecil itu tertawa.
setelah lelah bermain, laki-laki itu segera membawa Haidar untuk duduk di samping istri dan juga anak-anak yang lain.
"apa kamu bahagia sayang?"tanya laki-laki itu Seraya menatap ke arah putranya.
__ADS_1
"aku bahagia Ayah. akhirnya, bisa melihat Ayah dan Mama di dekat Haidar. Haidar bahagia sekali."jawab bocah kecil itu dengan senyuman.
Hal itu membuat ketiga orang dewasa itu, seketika menganggukkan kepala dan ikut tertawa bersama dengan puncak kecil berusia dua setengah tahun itu.
Malam harinya....
setelah menidurkan anak-anak mereka, Asmirandah dan juga Zidan memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamar. kemudian mereka berdua, memutuskan untuk duduk bersama di atas sofa panjang kamar itu.
"Aku benar-benar tidak menyangka kalau kita akan melewati proses yang begitu panjang dan juga melelahkan. tapi bersyukurnya, kita dapat melewatinya dengan baik. setelah ini, semoga saja tidak ada Jordan dan juga Tiara kedua."ucap Zidan Seraya merengkuh tubuh sang istri dan membawanya untuk berada dalam dekapan.
"aku juga tidak menyangka karena bisa melalui cobaan-cobaan itu dengan begitu kuat dan juga tegar. Terima kasih atas semua cintanya. Dan semoga saja, kita akan bisa melalui badai yang mungkin lebih besar ke depannya."Asmirandah langsung mendekap tubuh kekar milik suami.
Dan pada akhirnya, dua pasang suami istri yang saling mencintai itu dapat melewati malam panjang mereka dengan penuh kebahagiaan.
Sungguh Asmirandah benar-benar sangat bahagia sekarang. beberapa kali, wanita itu menatap ke atas mencoba untuk berbicara pada bintang-bintang yang dianggap sebagai keluarganya itu. karena saat ini, Asmirandah dan juga Zidane sudah berada di balkon kembali.
Dari kisah Asmirandah dan juga Zidan ini dapat ditarik garis besarnya. jika cinta sejati itu memang ada. dan yang namanya cinta sejati, pasti akan pulang kepada tempat yang semestinya dan juga di waktu Yang semestinya.
halo halo halo! Terima kasih telah setia membaca cerita receh ku ini. semoga saja, kita bisa dipertemukan di karya selanjutnya. mungkin untuk beberapa bulan ke depan, author akan libur dulu.
kalau mau mampir di cerita yang lain, mampir saja di F*zzo. Judulnya : Sekedar Figuran.
__ADS_1
See you next time. Babay para reader yang baik hati dan juga Budiman.