
Tak lama berselang, Jordan dan juga Asmirandah telah tiba di kediaman keluarga Prakoso. wanita cantik itu langsung disambut oleh Oma Keisha yang langsung memeluknya dengan begitu erat dan sesekali akan menciumnya dengan gemas.
Tak lupa, wanita rentah itu juga menggendong tubuh milik Arabella dengan begitu teladannya seperti cucunya sendiri. karena wanita renta itu tahunya, arabella adalah anak yang diadopsi dan diasuh oleh Sheila dan juga Jordan.
Entah apa yang terjadi nantinya, jika semua orang tahu apa yang telah disembunyikan oleh Jordan dan juga Asmirandah.
"bagaimana keadaan Oma?"tanya Asmirandah cara yang memberikan beberapa kali kecupan pada wanita sepuh itu.
Sementara Oma Keisha yang mendengarnya, langsung tersenyum simpul dan langsung memberikan beberapa kali kecupan di wajah cantik milik Asmirandah.
Membuat semua orang yang ada di sana, seketika tersenyum senang. karena ternyata wanita renta itu benar-benar memberikan sikap hangatnya pada menantu baru mereka. hanya ada tiga pasang mata yang memandang pemandangan itu dengan tatapan yang tidak biasa.
Siapa lagi orangnya jika bukan Ajeng, Zidan, dan juga Tiara sendiri. bahkan wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu sampai habis mengepalkan tangannya kuat-kuat karena menahan amarah yang luar biasa akibat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.
"ini tidak bisa dibiarkan. kalau hal seperti ini terus terjadi, lama lagi posisiku akan terancam!" gumamnya Seraya sesekali menghentah-hentakkan kakinya ke lantai.
****
"aku harus menyusun rencana bagaimana caranya untuk bisa membongkar kedok dari Asmirandah pada seluruh keluarga Prakoso. terutama pada Oma Keisha."Tiara tampak berpikir keras saat ini. wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu sepertinya tengah berpikir bagaimana caranya untuk menyingkirkan Asmirandah yang sudah mulai masuk di dalam keluarga Prakoso itu.
"hihihi....! "
Di saat wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu tengah sibuk untuk memikirkan cara agar bisa menyingkirkan rivalnya itu, Indra pendengarannya seperti menangkap ada sebuah suara yang memanggilnya dengan begitu lirih dan juga terngiang-ngiang.
Tentunya Hal itu membuat Tiara yang mendengarnya membulatkan kedua matanya. dan tak lama berselang, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu segera berlari tunggang langgang untuk keluar dari dalam kamar pribadinya.
__ADS_1
"ada apa kau kenapa lagi ?"tanya Sahara dengan raut wajah yang sepertinya sudah merasa jengah dengan tingkah laku yang ditunjukkan oleh wanita itu.
"a...ada suara itu lagi!" sahut Tiara dengan nada suara terbata-bata.
Membuat Oma Keisha yang awalnya tengah berbincang-bincang dengan hangat bersama dengan Asmirandah, seketika langsung menoleh ke arah sumber suara. dan wanita itu langsung menghampiri wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu dengan raut wajah yang begitu khawatir.
"kau kenapa lagi, Sayang?"tanya Oma Keisha dengan nada suara yang begitu lembut. namun dari nada bicaranya semua orang sangat tahu bagaimana perangai dari wanita renta itu.
Sepertinya wanita sepuh itu benar-benar merasa sangat frustasi saat ini karena menghadapi tingkah laku dari menantu yang menurutnya sangat baik dan juga cocok untuk mendampingi Zidane. tapi ternyata hal itu sama sekali tidak terbukti.
'cih, yang katanya menantu paling baik sejagat raya ternyata memiliki kelainan pada jiwanya.' batin Ajeng mengomel julid.
Sementara Asmirandah sendiri, wanita cantik yang pernah menjadi sahabat karib milik Tiara itu, sebenarnya tidak kuasa untuk menahan rasa khawatir pada mantan sahabatnya itu. jika diperbolehkan, wanita itu ingin sekali menenangkan Tiara. walaupun pastinya, hal itu tidak akan pernah mudah karena semuanya tidak akan seperti dulu lagi.
"sebaiknya berikan dia obat seperti kemarin lagi. Sepertinya itu membuat kejiwaannya sedikit membaik."perintah wanita renta itu pada orang-orang yang ada di sana.
Setelah meminum obat itu, kesadaran dari Tiara semakin lama semakin menipis. dan tak lama berselang, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu sudah tidak sadarkan diri.
"Zidane, tolong antarkan istri kamu ini untuk kembali beristirahat di dalam kamarnya."perintah Oma Keisha pada cucu laki-laki pertamanya itu.
Membuat semua orang yang ada di sana, seketika terkejut luar biasa. tak terkecuali, Asmirandah yang telah berperan sebagai Sheila.
"a.. aku?"tanya laki-laki yang memiliki wajah manis itu menunjuk dirinya sendiri.
"tentu saja kau bukankah kau adalah suaminya?"Oma Keisha yang mendengar pertanyaan dari laki-laki itu malah justru balik bertanya dengan ekspresi wajah herannya.
__ADS_1
Zidane yang mendengarnya, sontak saja tersadar. laki-laki berwajah manis itu seketika menghela nafas panjang. kemudian dengan segera mulai menggendong tubuh milik Tiara dan membawanya untuk masuk ke dalam kamar.
Hening....
Untuk beberapa saat kemudian, suasana di ruang keluarga Itu tampak sekali hening dengan pikiran masing-masing yang menyelimuti orang-orang itu.
"emmm Oma. apakah aku boleh menemui istri dari Zidane?"tanya wanita cantik itu dengan nada suara hati-hati.
"untuk apa kau ingin menemui dia?"tanya Ajeng dengan raut wajah tidak suka menatap tajam ke arah Asmirandah. membuat wanita cantik itu sendiri, seketika langsung menundukkan kepalanya karena tidak kuasa melihat raut wajah kesal milik Ajeng itu.
"hanya sebentar saja."pinta wanita itu dengan raut wajah bersungguh-sungguh.
Oma Keisha yang mendengarnya, sejenak terdiam. hingga tak lama berselang, wanita renta itu pun menganggukkan kepala Seraya tersenyum simpul.
Sementara Jordan sendiri, memberikan kode pada wanita yang telah berstatus sebagai istrinya itu agar tidak melakukan hal-hal yang akan memancing kemarahannya.
Dengan secepat kilat, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu segera menarik tangan dari Asmirandah untuk sedikit menjauh dari kerumunan orang-orang itu.
"untuk apa kau masuk ke dalam kamar Tiara? apakah kau sengaja ingin bertemu dengan mantan terindah?"sindir laki-laki itu dengan tatapan sinisnya.
Asmirandah yang mendengarnya, seketika menghela nafas panjang."tidak ada yang seperti itu aku hanya ingin menemui sahabatku. Karena bagaimanapun juga, aku bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada hidupnya itu."ucapnya Seraya menundukkan kepala.
Jordan tampak membuang nafasnya kasar."Ya sudah! kalau begitu. tapi ingat, jangan pernah berlama-lama di dalam ruangan itu."peringat laki-laki itu dengan tegas.
Asmirandah yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepalanya. dan langsung melangkahkan kaki untuk menghampiri ruangan di mana Tiara berada saat ini.
__ADS_1
Ceklek
Saat pintu terbuka, baik Asmirandah ataupun Zidane sama-sama terkejut. namun dengan cepat, wanita cantik itu menundukkan kepala karena tidak ingin melihat kemarahan dari Jordan. lagi pula bagaimanapun juga, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu adalah suaminya saat ini dan ia wajib mematuhinya.