Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 130


__ADS_3

Sesuatu yang dramatis bukan, sepasang suami istri yang saling mencintai harus dipisahkan karena sebuah tradisi konyol dan juga campur tangan dari pihak-pihak yang merasa diuntungkan. seperti itulah hubungan antara Asmirandah dan juga Zidane. kedua anak manusia itu, harus dihadapkan dengan sesuatu yang sangat rumit.


Mereka berdua masih tergeletak di atas tanah dengan saling berpelukan satu sama lain. tanpa menyadari jika seseorang tengah berlari ke arahnya.


"lepaskan dia!"teriak Jordan dengan suara yang sangat menggelegar. membuat Asmirandah dan juga Zidane, seketika tersentak kaget. belum sempat keduanya untuk meloloskan diri, tangan dari Jordan telah sigap menarik pergelangan tangan dari Asmirandah.


Membuat wanita itu, seketika terpelanting ke arah belakang. dan dengan segera, dari wanita itu segera dipelintir ke belakang dengan tangan Jordan yang lain menempelkan sebuah senjata tajam di leher wanita itu.


Sontak saja, hal itu membuat Zidan dan juga Chandra yang melihat itu, beringsut mundur."pergi kalian dari sini! atau kalau tidak, wanita ini akan aku habisi!"sentaknya Seraya semakin menekankan benda tajam itu di leher Asmirandah.


"tolong Jordan jangan seperti ini!" pekik laki-laki berwajah hitam manis itu dengan raut wajah yang begitu panik dan juga perasaan khawatir yang luar biasa.


"kenapa kamu menggangguku?! bukankah kau sudah menikah dengan pilihan keluargamu? maka mulai sekarang, tolong jangan pernah ganggu kami lagi!"ucapnya Seraya melayangkan tatapan membara pada Kakak sepupunya itu.


"tapi dia adalah wanita yang aku cintai. dan juga, dia adalah ibu dari anakku!"lirihnya Seraya menekankan setiap kalimat yang keluar dari mulutnya.


"Halah persetan dengan itu semua! aku sama sekali tidak memperdulikan hal itu! yang jelas sekarang, kalian semua harus pergi dari sini!"teriak laki-laki itu seperti orang yang tidak waras.


Bahkan Asmirandah yang berada dalam genggaman laki-laki gila itu, segera memejamkan mata karena merasakan telinganya berdenging akibat teriakan itu.


"atau kalian ingin..."Jordan sengaja menggantungkan ucapannya di udara membuat Candra dan juga Zidane yang mendengarnya, seketika menahan nafas satu sama lain.


"melihat wanita ini kehilangan nyawanya?"tanya laki-laki itu Seraya kembali menekankan pisau bermata tajam itu ke leher Asmirandah.


"jangan!"teriak keduanya secara bersamaan."oke kalau begitu, kami berdua akan pergi dari sini!" Zidane dan juga Chandra seketika mengangkat kedua tangannya. menandakan bahwa kedua laki-laki itu menyerah. dan Hal itu membuat Jordan yang melihatnya, seketika tersenyum puas.

__ADS_1


"jangan pernah kau datangi istriku lagi! atau kalian semua akan menyesal dengan keputusan yang kalian ambil!"setelah mengatakan hal itu, Jordan segera membawa wanita itu masuk ke dalam dan menguncinya.


Meninggalkan Zidane dan juga Chandra yang masih termenung di tempatnya. dengan pikiran yang berkecamuk di kepala masing-masing.


"apa yang harus kita lakukan?"tanya laki-laki berwajah manis itu.


"entahlah aku juga tidak tahu."jawab Chandra Seraya mengedikkan bahunya rendah.


drrrttt drrttt


Di saat situasi genting seperti itu, ponsel milik Zidane berdering. Hal itu membuat keduanya saling pandang satu sama lain.


Zidane menghembuskan nafasnya kasar. saat laki-laki itu, melihat siapa yang menelponnya. pada awalnya laki-laki itu tidak menggubris dan tetap menatap nanar ke arah bangunan itu. namun ponsel itu tidak kunjung berhenti dan selalu saja berisik.


Hingga pada akhirnya, Zidan yang merasa sangat lelah memutuskan untuk mematikan sambungan telepon itu. Menonaktifkan ponselnya.


"kenapa dia menelponku?"tanya laki-laki itu Seraya menatap Zidane dengan tatapan bingung. tanpa sengaja, laki-laki itu menekan tombol hijau dan juga menekan gambar speaker di sana. yang menandakan, panggilan itu akan berada di suara yang sangat keras.


("aku tahu kalian ada di mana. segera pulang atau sesuatu akan terjadi pada Haidar.")


Setelah mengatakan hal itu sambungan telepon kembali padam. dan Hal itu membuat Zidane dan juga Chandra yang mendengarnya, seketika membulatkan kedua mata masing-masing.


"segera kita pulang rencana kita gagal total!"seru Zidane dengan cepat. kedua laki-laki itu, segera memasuki mobil masing-masing untuk segera meninggalkan tempat itu.


****

__ADS_1


"ampun! tolong ampuni aku!"teriakan rasa sakit itu seketika menggema di bangunan itu saat tubuh ringkih dari seorang wanita, terus dipukuli oleh seorang laki-laki.


Siapa lagi orangnya jika bukan Jordan dan juga Asmirandah. dua anak manusia yang telah resmi menjadi sepasang suami istri itu kini tengah bertengkar dengan hebat. dan berakhir, dengan Asmirandah yang babak belur karena mendapat beberapa pukulan di punggungnya.


Setelah puas melampiaskan amarahnya, Jordan segera menarik tangan milik wanita itu dan membawanya ke kamar mandi. mata laki-laki itu, monalisik setiap lekuk tubuh milik wanita itu.


" mana saja yang disentuh oleh Zidane?"laki-laki itu bertanya dengan nada rendah namun syarat akan penekanan.


"mana?!"ulang Jordan dengan teriakan yang cukup kencang. hingga membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika memejamkan mata.


Tanpa pikir panjang lagi, dan seperti orang yang kesetanan, laki-laki itu segera mengguyur tubuh Asmirandah menggunakan shower. dan sesekali, akan menggosok seluruh bagian tubuh dari wanita itu. Seakan-akan, Asmirandah baru saja terkena kotoran yang harus segera dibersihkan.


Selesai dengan aksinya, Jordan menatap datar ke arah Asmirandah yang tengah terduduk lemas di lantai kamar mandi dengan keadaan basah kuyup.


"dengarkan aku sayang! aku adalah seorang yang nekat! jika kau melakukan hal ini lagi, jangan salahkan aku jika aku akan membuat dirimu menderita!"ucapnya Seraya mencengkram dagu milik Asmirandah.


"dan aku akan menghancurkan orang-orang yang kamu sayangi. termasuk juga, Haidar putramu sendiri."laki-laki itu berbisik di akhir kalimatnya.


Sontak saja hal itu membuat Asmirandah yang mendengarnya, seketika menggelengkan kepalanya. "aku mohon jangan seperti ini jangan sakiti dia!"ucapnya Seraya mengatupkan kedua tangan di depan dada.


"maka dari itu turuti lah ucapanku!"setelah mengatakan hal itu, Jordan segera pergi dari sana. tak lama berselang, terdengar teriakan dari laki-laki itu yang sepertinya memaki orang-orang yang dianggap tidak becus Dan lalai menjaga Asmirandah.


tok tok tok


Asmirandah yang tengah menyembunyikan wajahnya di kedua kaki, seketika mendongak saat mendapati, beberapa orang pelayan datang menghampirinya dengan raut wajah yang sangat ketakutan.

__ADS_1


"mari Nona saya bantu!"ucap salah satu dari pelayan itu menggenggam tangan Asmirandah untuk berdiri.


Sementara yang lain, mengikuti dari belakang. Asmirandah sendiri, tidak bisa berbuat apa-apa karena pikirannya masih sangat kacau akibat perlakuan yang begitu sadis dari Jordan. laki-laki itu memang benar-benar sangat mengerikan sekali.


__ADS_2