Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 147


__ADS_3

Saat ini, Jordan tengah membuatkan sesuatu untuk Asmirandah. laki-laki itu sengaja menyempatkan diri untuk bangun lebih awal dari wanita kesayangannya itu hanya untuk menyiapkan satu menu yang memang sudah dia rencanakan dari semalam.


"Tuan apakah saya bisa bantu?"tanya salah seorang pekerja menghampiri laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu dengan hati-hati.


Membuat Jordan yang awalnya sangat fokus dalam membuat makanan itu, seketika menoleh. dan tak lama berselang, laki-laki itu melayangkan tatapan membunuhnya.


Sontak, wanita paruh baya yang berada di hadapannya saat ini seketika melangkah mundur dan tak lama berselang, wanita itu menundukkan kepala dengan raut wajah penuh dengan ketakutan.


"ma.. maafkan saya Tu.. Tuan, saya tidak bermaksud membuat anda tidak nyaman. saya hanya,--"ucapan wanita paruh baya itu terhenti saat mendengar sesuatu yang dibanting dari atas ke bawah.


praaang!!


Semua orang yang ada di sana sepertiga terlonjak karena merasa begitu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh laki-laki itu.


"jangan ada yang berani membantuku! jika kalian tidak ingin, masuk ke kandang buaya kesayanganku!"ucapnya penuh dengan ancaman.


Seketika itu pula tubuh dari orang-orang yang ada di sana membeku tanpa bisa dicegah.


"tunggu apa lagi kalian, sekarang aku minta kalian pergi dari sini!"teriak laki-laki itu begitu lantangnya.


Hanya beberapa detik dari Jordan berkata seperti itu, ruangan itu seketika sudah lenyap dari orang-orang yang ada di sana. mereka semua berhamburan keluar karena merasa begitu ketakutan dengan laki-laki tempramental itu.


"dasar bodoh!" celetuknya seraya tersenyum sinis. tak lama berselang, laki-laki itu kembali melanjutkan aktivitasnya untuk membuatkan sesuatu yang begitu berarti untuk wanita yang paling ia cintai setelah ibunya itu.


****


Sementara itu di dalam kamarnya, Asmirandah baru saja membuka matanya secara perlahan. wanita yang tengah hamil itu sedikit merasa terusik karena merasakan wajahnya yang terkena sinar matahari.


"sudah jam berapa ini?"gumam wanita itu pada dirinya sendiri. setelah melihat ponselnya, wanita itu segera beranjak dari tempat tidur untuk menuju ke kamar mandi.


Setelah hampir setengah jam, Asmirandah keluar dengan tubuh dan wajah yang jauh lebih segar dari sebelumnya.

__ADS_1


Di saat dirinya ingin mengenakan skin care, tiba-tiba saja wanita itu teringat akan sesuatu. dengan segera, mulai menyambar benda pipih milik Jordan yang memang ditinggalkan oleh pemiliknya untuk bermain Asmirandah.


Namun tiba-tiba saja tindakannya itu urung dilakukan. saat mengingat bagaimana tempramentalnya, laki-laki itu di saat marah.


"tidak aku tidak akan pernah membiarkan mereka kembali teraniaya hanya karena diriku."ucap wanita itu Seraya kembali meletakkan ponselnya di atas tempat tidur.


" tapi aku sangat merindukan Haidar."sambungnya dengan menitihkan air mata kerinduan yang begitu dalam.


Bisa kalian bayangkan, bukan? bagaimana tersiksanya seorang ibu yang terpaksa harus jauh dari putranya? itu sangat menyedihkan dan juga menyakitkan. dan hal itulah yang dirasakan oleh Asmirandah untuk saat ini.


Namun sekali lagi, wanita cantik itu tidak bisa berbuat apa-apa. karena memang dia hanya seorang diri di situasi yang begitu rumit itu.


"sampai kapan aku harus bersabar?"keluhnya Seraya menata ponsel pintar itu.


Ceklek


Secepat kilat, wanita yang tengah hamil 5 bulan itu segera menyembunyikan ponsel milik Jordan dan kembali ke posisi semula.


"kita dulu ya, aku sudah membuatkan sesuatu yang spesial untuk istriku tercinta ini."ucapnya Seraya mengusap rambut Asmirandah dengan begitu lembutnya.


Jika saja Jordan bukanlah sosok laki-laki yang jahat, mungkin saja Asmirandah sudah mulai mencintai laki-laki yang begitu mencintainya itu. namun sayangnya, Jordan itu adalah sosok laki-laki jahat. dia adalah sosok laki-laki perebut dan penghancur kehidupan orang lain dan Asmirandah harus menanamkan hal itu.


Jangan sampai, wanita itu malah jatuh cinta pada sosok laki-laki yang ada di hadapannya itu. karena biasanya, seorang wanita akan mudah luluh jika disentuh hatinya. dan saat ini, Jordan tengah melakukan upaya itu.


Asmirandah segera menuruti permintaan dari laki-laki itu. perlahan tadi pasti wanita itu mulai menyantap makanan yang dibuatkan oleh Jordan.


"gimana rasanya, sayang?"tanya laki-laki itu dengan raut wajah penasarannya.


Asmirandah yang mendengarnya, seketika tersenyum tipis. "makanannya sangat enak."ujarnya dengan senyuman yang sebisa mungkin iya tampilkan pada laki-laki itu.


Jordan mencium kening wanita itu dengan gemasnya."syukurlah kalau kamu suka. sekarang lebih baik, kau habiskan saja makanan ini."setelah mengatakan hal itu, laki-laki yang memiliki jambang tipis itu segera beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Kau mau ke mana?"Asmirandah membulatkan kedua matanya. saat wanita itu tanpa sadar bertanya tentang hal yang menurutnya tidak perlu. karena mereka berdua bukanlah suami istri yang dipersatukan atas dasar rasa cinta. Jadi untuk apa wanita itu bertanya tentang hal krusial seperti itu? benar-benar bodoh! pikir Asmirandah.


Jordan yang mendengar itu, seketika tersenyum lebar. "aku mau menemui klien sebentar."ucapnya Seraya mengusap kepala wanita kesayangannya itu dengan penuh kasih sayang.


"kau tidak apa-apa kan berada di sini sendirian?"tanya laki-laki itu Seraya menatap lekat. Asmirandah yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala.


***


Sementara itu di tempat lain, terlihat dua orang manusia paruh baya tengah bersiap-siap untuk menemui seseorang.


"apakah Papa sudah siap?"tanya seorang wanita yang tak lain adalah Sahara. ibunda dari Jordan.


"sudah Ma, lebih baik kita berangkat saja."jawab Garda Soraya tersenyum simpul. mereka berdua segera berjalan menuju ke ruang tamu.


"kalian berdua mau ke mana?"tanya Oma Keisha saat melihat anak dan juga menantu bungsunya sudah rapi seperti itu.


"kami berdua mau menemui klien di luar kota."jawab Garuda senang mungkin.


Sontak saja hal itu membuat Zidane yang mendengarnya, sedikit memicingkan matanya. menyadari gerak-gerik sepasang suami istri paruh baya itu.


Namun demikian, laki-laki berwajah manis itu tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini karena masih memikirkan sesuatu yang tepat yang ia lakukan nantinya.


"daripada pusing mikirkan itu, lebih baik aku mengunjungi putraku saja." gumamnya dalam hati Seraya beranjak dari tempat duduknya.


Tentunya, hal itu akan dilakukan oleh Zidane setelah Semua orang pergi dari rumah itu. karena dia tidak ingin mengambil resiko terlalu tinggi jika meninggalkan rumah dalam keadaan masih banyak orang yang ada di rumah itu.


"Mami ikut."bisik Ajeng yang posisinya memang berada tepat di samping putranya itu.


yuk gaskeun


__ADS_1


__ADS_2