
Saat ini, Zidane dan juga Chandra telah berada di dalam mobil masing-masing. kedua laki-laki berbeda profesi itu, tampak memasang raut wajah yang sangat cemas. bahkan sesekali, Zidane akan meremuas kedua tangannya sendiri karena merasakan rasa yang sangat menyesakkan di dalam dadanya.
Saat ini kedua laki-laki itu, tengah memarkirkan mobil masing-masing di jalanan yang cukup sepi.
"aaaakkhh! kenapa malah jadi berantakan seperti ini?"teriak laki-laki itu dengan raut wajah frustasi.
Sementara Chandra sendiri, laki-laki itu hanya terdiam saja. karena memang, Chandra tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
Tiba-tiba saja di tengah keheningan mereka, ponsel milik Chandra kembali berdering. dan dengan segera, laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu mengangkat panggilan itu.
Tak lama berselang, Chandra menoleh ke arah Zidane dengan raut wajah menegang. dan di saat yang bersamaan, laki-laki berwajah hitam manis itu, juga tengah menatapnya.
Zidane mengangkat satu alisnya. seakan laki-laki itu bertanya, ada apa?.
"kau sudah ditunggu oleh keluargamu."jawab Chandra seakan mengetahui apa yang dipertanyakan oleh laki-laki berwajah manis itu.
Seketika itu pula, raut wajah dari Zidane berubah total. dan tanpa basa-basi lagi, laki-laki itu segera melajukan kendaraannya untuk segera sampai ke kediaman keluarga besarnya.
Namun sebelum itu, Zidane sempat mengucapkan terima kasih pada Chandra karena telah membantunya. walaupun rencana mereka gagal total, namun setidaknya laki-laki itu dapat bertemu dengan wanita yang ia cintai. untuk saat ini, hal itu sudah lebih dari cukup.
Sementara Chandra sendiri, laki-laki itu segera memutuskan untuk pulang ke rumahnya. namun sebelum itu, dirinya sempat membuka aplikasi hijau di ponselnya. mana tahu, ada sesuatu hal yang sangat penting yang ia lewatkan.
Namun betapa terkejutnya laki-laki itu saat menyadari sesuatu hal. bahwa dirinya, telah diblokir oleh Jordan. itu menandakan, bahwa laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu benar-benar sangat marah. Dan menganggap, Chandra adalah sebagai penghianat.
Tentunya, Chandra yang menyadari akan hal itu, seketika menghembuskan nafasnya panjang. tak lama berselang, laki-laki itu segera memijat pelipisnya yang terasa berdenyut akibat masalah yang menimpa keluarga sahabatnya. namun dirinya, juga ikut-ikutan terseret.
Setelah cukup lama merenungi semua masalah itu, Chandra memutuskan untuk pulang ke rumahnya.
__ADS_1
***
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang wanita dengan tubuh yang sangat memprihatinkan tengah meringkuk di atas tempat tidur. dan tak lama berselang, pintu kamar itu segera terbuka dengan paksa.
"bawa dia keluar!"titah seorang laki-laki yang tak lain adalah Jordan.
Tentu saja, Asmirandah yang menyadari akan hal itu, segera beringsut mundur.
"Ki... kita akan pergi ke mana?"tanya wanita itu dengan nada suara terbata-bata dan juga tubuh yang bergetar hebat.
"ck, sudah tidak usah banyak tanya. tugasmu saat ini hanyalah mengikuti perintahku! apakah kau ingin sesuatu terjadi pada keluarga kecilmu?!"tanya laki-laki itu Seraya menatap tajam ke arah Asmirandah. hingga membuat wanita itu, ketika menundukkan kepala.
Jordan sekarang, adalah sosok laki-laki yang sangat mengerikan. apakah mungkin ini adalah sifat asli dari laki-laki itu? jika memang benar, ini adalah sosok laki-laki yang sangat mengerikan.
Tanpa berpikir panjang lagi, laki-laki itu segera memerintahkan anak buahnya untuk membawa Asmirandah masuk ke dalam mobil. tidak ada pemberontakan di sana. karena Asmirandah sendiri, merasa begitu ketakutan saat ini.
Hal itu cukup ampuh membuat Asmirandah merasa ketakutan jika berada di dekat laki-laki itu. wanita itu tidak ingin lagi membangunkan atau memancing kemarahan dari sosok monster yang mengerikan itu.
Di sepanjang perjalanan, wanita itu hanya terdiam tanpa berani untuk mengatakan sesuatu. walaupun sesekali, rasa ingin tahunya muncul saat mobil membawanya semakin melesat jauh entah ke mana.
"ayo turun!" titah Jordan yang segera dijawab anggukkan kepala oleh Asmirandah. tentunya Hal itu membuat Jordan yang melihatnya, ketika tersenyum senang.
" kau terlihat semakin manis jika kau menurut seperti ini."bisik laki-laki itu Seraya merangkul pundak dari sang istri.
Sementara Asmirandah sendiri, wanita itu memutuskan untuk berdiam diri. karena dirinya, masih sangat ketakutan dengan hal buruk yang baru saja ia alami.
Entah sampai kapan penderitaan ini akan berakhir. karena Asmirandah sendiri, rasa tidak mampu untuk melawan laki-laki itu seorang diri. apalagi saat ini dirinya hanyalah hidup sebatang kara. mempunyai kakak kandung, namun tidak memperdulikan kondisinya. lalu apa bedanya dengan dirinya hidup seorang diri? sama sekali tidak ada bedanya.
__ADS_1
Setelah benar-benar sampai di halaman sebuah rumah yang sangat begitu asing, Asmirandah segera diseret oleh Jordan untuk masuk ke dalam rumah itu.
Asmirandah sempat menatap ke sekeliling bangunan itu yang hanya ditumbuhi oleh tanaman bambu dan juga hutan belantara buatan. sepertinya, Jordan memang sengaja membawa Asmirandah jauh dari keluarganya. terutama jauh dari Zidane.
Tak lama berselang, beberapa mobil berhenti tepat di halaman rumah itu. Asmirandah bisa melihat, mobil-mobil itu membawa pasukan yang jumlahnya cukup banyak.
Seketika itu pula, Asmirandah merasakan lemas yang teramat sangat. karena dirinya benar-benar seperti seorang tahanan yang akan dipenjara seumur hidup.
"sekarang lebih baik, kita segera istirahat saja. karena aku, sudah sangat merindukanmu."laki-laki itu berbisik di akhir kalimatnya. membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika sedikit menegang. namun tak lama berselang, ekspresi wajah dan juga gerak-gerik tubuhnya dipaksa untuk dinormalkan kembali agar tidak menimbulkan kecurigaan di mata laki-laki itu.
"kalian semua bisa mulai bekerja sekarang! pasang buaya itu di tempatnya. jangan ada yang macam-macam denganku. jika tidak ingin, menjadi santapan buaya itu!'ucapnya memperingati Seraya menatap tajam ke arah para pelayan itu. dan terakhir, jatuh pada Asmirandah.
Seketika itu pula, wanita cantik itu segera menundukkan kepala karena merasa begitu ketakutan dengan sosok yang ada di hadapannya saat ini.
***
"apa Jordan sudah membawa Wanita itu pergi?"tanya Naomi yang merasa kebingungan saat bertandang ke rumah yang seketika kosong itu.
"sialan! kenapa lagi-lagi, aku Tidak diberitahu. apakah dia sudah tidak menganggapku lagi?"tanyanya Seraya mengerang kesal.
Tanpa pikir panjang, wanita itu segera menghubungi Jordan.
"kenapa kau tidak memberitahuku Jika kamu membawa Asmirandah pergi?"semprot Naomi. begitu sambungan teleponnya, terhubung.
("maaf ini semua mendadak. aku sudah terlanjur emosi saat melihat mereka berdua saling berpelukan dengan begitu mesra.")
Naomi seketika mengerutkan keningnya. saat Jordan, mengatakan hal itu.
__ADS_1