Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 159


__ADS_3

Saat ini, Jordan juga Mikaila tengah berada di bibir pantai. mereka masih menikmati waktu kebersamaan di tempat itu. ralat yang menikmati kebersamaan hanyalah Jordan. karena Asmirandah, wanita yang tengah hamil 5 bulan itu masih setia dengan kebungkamannya.


Wanita itu masih berpikir keras mencari cara agar bisa keluar dari jeratan iblis seperti Jordan saat ini.


"bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini?"tanya wanita itu dalam hati merasa frustasi dengan apa yang dia rasakan saat ini.


"sayang mau makan ikan?"tiba-tiba saja jur dan menghampiri dan langsung menanyakan hal itu pada Asmirandah.


Membuat wanita itu seketika menoleh ke arah sumber suara. dan entah mengapa, Asmirandah menginginkan akan hal itu. wanita itu dengan cepat menganggukkan kepalanya.


Tentu saja itu membuat Jordan yang melihatnya, seketika merasa begitu bahagia. laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, seketika antusias dan langsung menuju ke tengah laut untuk mencari ikan yang dipesan oleh wanita kesayangannya itu.


Sementara Asmirandah sendiri, wanita itu hanya terdiam memperhatikan saat Jordan mulai menangkapnya dengan tangan kosong. tak terasa, kedua sudut bibir wanita itu seketika terangkat membentuk sebuah senyuman yang begitu manis saat melihat tingkah laku dari laki-laki yang saat ini berstatus sebagai suaminya itu.


Tak berselang lama, seseorang datang menghampiri Asmirandah. dan tiba-tiba saja,...


bruuakk


"aaaakkhh!"


Asmirandah memekik dengan begitu kencangnya. hingga membuat Jordan yang melihat itu, seketika mengeraskan rahangnya. dengan sekuat tenaga, laki-laki berjambang tipis itu berlari menghampiri sang istri yang telah tersungkur di atas pasir dengan memegangi perutnya.


"astaga sayang, apa yang terjadi?!"tanya laki-laki itu dengan begitu paniknya. tanpa pikir panjang lagi, Jordan segera membawa Asmirandah menuju ke rumah sakit untuk segera ditangani.


"brengsek siapa yang berani mengusik kebahagiaanku?!"tanya laki-laki itu Seraya mengeram tangannya dengan begitu kuat hingga kuku-kukunya memutih.


"iya tak salah lagi pasti dia orangnya. awas aja akan aku beli pelajaran yang begitu menyakitkan karena telah berani mencelakakan istriku!"


Dugaan Jordan sangatlah kuat. karena selain dirinya, tidak ada orang lagi yang mengetahui tempat persembunyian Asmirandah kecuali satu orang yang saat ini menjadi tersangka kuat yang melakukan penyerangan ini. dan Jordan tidak akan pernah mau tinggal diam.


Jordan segera masuk ke dalam mobil dan membawa Asmirandah ke rumah sakit yang paling terdekat di kota itu.

__ADS_1


Sementara seseorang yang bersembunyi di balik batu besar, seketika tersenyum sinis.


"bilangnya tidak ingin bersama dengan Yudha karena tidak lagi mencintai putraku, tapi nyatanya, dia malah bersama dengan laki-laki lain. dasar wanita sialan!"umpat Celine dengan nada suara yang begitu memburu.


Tak lama berselang, wanita paruh baya itu memutuskan untuk pergi dari sana karena pasti Indra akan mencurigainya karena tidak ada di sisi laki-laki itu.


***


"tolong istri saya!" seru Jordan. saat laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu sampai di rumah sakit yang dituju.


Tak lama berselang, para tenaga medis segera datang untuk melihat keadaan dan menyelamatkan wanita itu.


"Tuan tunggu sini saja. berdoa pada Tuhan semoga istri anda baik-baik saja."ucap Dokter wanita itu sebelum masuk ke dalam ruang tindakan.


Seketika itu pula, kaki Jordan merasa begitu lemas. laki-laki itu seketika ambruk dengan tubuh yang seperti tidak memiliki gairah kehidupan.


Tak lama berselang, laki-laki berjambang tipis itu segera melangkahkan kakinya dengan raut wajah yang begitu menyeramkan.


Laki-laki itu melajukan kendaraannya dengan kecepatan di atas rata-rata. dan tak membutuhkan waktu lama. karena mobil yang dikendarai oleh Jordan, telah sampai di depan sebuah klinik tempat Naomi berada.


"Tuan anda sudah datang?"siapa dokter Rista dengan ramah.


Jordan hanya menanggapi sekenanya saja. laki-laki itu langsung menjelaskan untuk membawa Naomi pulang ke rumah beralasan orang tua dari wanita itu sudah menunggu di kediaman keluarganya.


Dan tanpa rasa curiga sedikitpun, dokter Rista pun mengangguk dan menyanggupi apa yang dikatakan oleh laki-laki itu. dan setelahnya Jordan segera membawa tubuh Naomi yang masih belum sadarkan diri sepenuhnya akibat tindakan operasi itu.


"Terima kasih atas kerjasamanya Dok."setelah mengatakan hal itu jujur dan segera pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang berkecamuk di dalam dada.


byuurr


Naomi seketika gelagapan. saat wajahnya disiram dengan air dengan begitu kencangnya. hingga membuat wanita itu, membuka mulut lebar-lebar karena merasa kekurangan oksigen.

__ADS_1


"apa yang kau lakukan?"tanya wanita itu dengan ekspresi wajah marah.


"dasar wanita tidak tahu diri! udah untung aku menolongmu! kau malah membalasnya dengan kejam!"ucap laki-laki itu Seraya melayangkan tatapan tajam.


Mendengar hal itu, Naomi seketika mengerutkan keningnya."apa maksudmu ini?"tanya wanita itu dengan raut wajah bingungnya.


"tidak usah berpura-pura tidak tahu. kau menyuruh seseorang untuk menyalakan istriku, bukan? dan sekarang, tujuanmu itu sudah berhasil. karena Asmirandah saat ini, sudah tidak berdaya di atas ranjang rumah sakit!"jelasnya dengan nada suara yang begitu meninggi.


"hah? apa kau gila? mungkin aku melakukan hal itu? bukankah kau tahu sendiri, aku dalam keadaan tidak baik-baik saja?"tanya wanita itu merasa tidak habis pikir dengan kalimat yang dilontarkan oleh Jordan.


Sementara laki-laki itu, seketika tersenyum sinis."bukankah kau sangat licik? bisa saja bukan kau menyewa seseorang untuk mencelakai istriku?"tanya laki-laki itu masih dengan nada suara yang sangat sinis.


"kau ini bicara ap...."suara Naomi seketika hilang bersamaan dengan tubuhnya yang terlempar dari dalam mobil menggelinding jatuh ke jurang. siapa lagi pelakunya jika bukan Jordan.


Setelah puas melihat wanita itu jatuh, Jordan segera memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. laki-laki itu sangat merasa cemas dengan kondisi dari istrinya itu.


***


"bagaimana keadaan istriku dok?"tanya Jordan saat laki-laki itu baru saja memasuki lorong rumah sakit.


Dokter wanita itu pun terdiam sesaat. hingga tak lama berselang, menghela nafas berat.


"maafkan saya tuan. saya sudah melakukan upaya semaksimal mungkin. tapi istri anda mengalami koma akibat benturan cukup kuat yang terjadi pada perut bagian bawahnya."


" lalu, apakah mereka semua bisa diselamatkan?"tanya Jordan dengan raut wajah pias.


"sejauh ini, kandungan dari Nyonya Asmirandah masih dalam keadaan baik-baik saja. kita harus menunggu hingga kandungan pasien berumur setidaknya 7 bulan."jelas wanita itu.


"kenapa harus menunggu 7 bulan?"tanya Jordan dengan raut wajah bingungnya.


"karena pada kehamilan ke-7 bulan itu, kami harus dengan terpaksa mengeluarkan bayi yang ada di dalam perut Nyonya Asmirandah agar semuanya bisa baik-baik saja."seketika Jordan begitu lemas saat mendengar penuturan dari wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2