
Sementara itu di dalam kediaman keluarga Orlando, terlihat Naomi yang tengah mengeram dengan kekesalan yang luar biasa.
Bagaimana tidak merasa kesal, wanita itu baru saja menyelesaikan melihat rekaman yang ada di dalam ponselnya. yang tak lain dan tidak bukan adalah rekaman prosesi pernikahan milik Jordan dan juga Asmirandah.
"aku juga akan menghancurkanmu Jordan. karena kau, berani-beraninya melakukan hal itu padaku." ucapnya dengan sorot mata yang begitu bengis.
Dada dari wanita itu seketika naik turun karena menahan emosi yang luar biasa. wanita itu masih sangat merasa dendam pada Jordan. karena bisa-bisanya, laki-laki yang telah Ia bantu untuk mendapatkan Asmirandah bersikap seperti itu padanya.
"aku harus datang kediaman laki-laki itu."setelah mengatakannya, Naomi segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke tempat yang ia tuju.
****
"kenapa kau merasa tidak senang seperti itu?"tanya Jordan memecah keheningan. karena sejak tadi, wanita itu hanya terdiam saja menikmati suasana yang begitu hangat saat ini.
Mendengar pertanyaan dari suaminya itu, Asmirandah seketika menoleh. dan tak lama berselang, wanita tenggelingkan kepalanya.
"tidak apa-apa aku hanya merasa lelah."jawabnya Seraya memejamkan mata.
Jordan sontak tersadar setelah mendapatkan jawaban dari wanita itu. dengan sigap, langsung mengambil alih Arabella dari pangkuan wanita itu.
"Ya sudah kalau begitu. lebih baik, kau istirahat saja. biar anak ini, aku yang mengurusnya."ucapnya penuh dengan kelembutan.
Asmirandah yang mendengar itu hanya mengagumkan kepala kemudian mulai memejamkan mata. data lama berselang, terdengar deru nafas yang sangat halus. tindakan bahwa wanita itu, sudah benar-benar terbang ke alam mimpi.
"mungkin caraku memang salah tapi aku berjanji setelah ini, aku akan membuatmu bahagia."tekad dari Jordan dengan sungguh-sungguh.
****
Setelah menempuh perjalanan hampir 10 jam, pada akhirnya rombongan dari laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu telah sampai di kediaman tersembunyi.
__ADS_1
"kalian tolong bawa putriku ini jangan sampai terbangun dari tidurnya."Jordan dengan hati-hati menyerahkan bayi mungil itu pada salah satu pelayan yang memang ikut bersamanya tadi.
Sementara Jordan sendiri, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu langsung menggendong tubuh dari Asmirandah. karena memang, wanita itu juga tengah tertidur dengan sangat pulas.
Praaang!!
Tepat saat laki-laki itu selesai merebahkan istrinya di kamar pribadi mereka bersama dengan Arabella, terdengar suara yang begitu nyaring.
Membuat laki-laki itu dengan segera langsung menghampiri ke arah sumber suara.
"apa yang terjadi?" tanya laki-laki itu dengan raut wajah yang terlihat sangat keruh.
"apa kabar Jordan?"belum sempat semua pelayanan jawabnya, ada seorang wanita yang menghampirinya dengan tersenyum dengan senyuman yang begitu manis.
"apa yang kau lakukan di sini?"tanya laki-laki itu dengan tatapan yang begitu tajam dan juga suara yang begitu mengerikan.
"Diam!"bentak Jordan dengan suara yang begitu meninggi. membuat semua orang yang ada di sana, seketika terlonjak kaget. namun hal itu tidak berlaku untuk Naomi. wanita cantik itu justru malah tersenyum simpul Seraya menatap ke arah laki-laki itu.
Tanpa pikir panjang lagi, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu segera menarik tangan dari Naomi dan membawanya ke sebuah ruangan yang memang khusus ditujukan untuk tempat kerja Jordan.
Bugh
Laki-laki itu seketika menghempaskan tubuh dari Naomi hingga membentur dinding. Terdengar sangat nyaring dan mungkin sangat menyakitkan. namun hal itu sama sekali tidak dirasakan oleh wanita itu. Naomi justru malah tersenyum miring seperti mengejek Jordan.
"kenapa kau berbuat kasar seperti ini? apakah kau merasa takut?"ejek Naomi.
Jordan yang mendengar itu, seketika terdiam. karena memang, laki-laki itu juga sedikit merasa takut jika sampai semua itu terbongkar.
"apa yang kau inginkan?"Naomi seketika tersenyum simpul. saat wanita itu, mendengar kalimat yang seharusnya sudah ia dengar sejak dulu.
__ADS_1
"bagus aku memang mau jawaban itu keluar dari dalam mulutmu."sahut Naomi Seraya tertawa tanpa beban.
"apa? jangan bertele-tele!"tegas laki-laki itu. karena Jordan, benar-benar marah sama malas harus berhadapan dengan wanita licik seperti kakak dari Asmirandah itu.
Terkadang, Jordan merasa heran kenapa sifat mereka begitu sangat bertolak belakang. Asmirandah begitu lembut dan juga bijaksana. sementara Naomi, Dia adalah wanita yang begitu kasar dan juga licik. sangat-sangat berbeda. padahal mereka lahir dari rahim yang sama. atau mungkin jangan-jangan mereka memang bukan saudara kandung?
Ah, pemikiran macam apa ini? kenapa juga Jordan harus memikirkan hal itu? membuang-buang waktunya saja!.
"aku hanya ingin bisa menjadi bagian dari keluarga Prakoso."sahut wanita itu dengan cepat dan juga raut wajah yang begitu santai.
"maksudmu menikah dengan Bang Zidane?"tanya laki-laki itu untuk memperjelas semuanya.
"tentu saja. karena dari awal sampai saat ini, aku masih sangat mencintai kakak sepupumu itu."ucapnya dengan senyuman yang begitu mengembang.
"Cih,"Jordan seketika berdecih mendengar penuturan dari wanita yang ada di hadapannya saat ini.
"kalau kau sangat mencintai abangku? kenapa kau melakukan perselingkuhan dengan laki-laki tidak berguna seperti Yudha. asal kau tahu, jika kau tidak melakukan kebodohan itu? mungkin aku tidak akan pernah melakukan hal sampai sejauh ini tidak akan pernah melakukan pernikahan secara diam-diam kepada Asmirandah. aku pasti akan langsung melakukan pernikahan itu secara terbuka."papar laki-laki itu panjang lebar.
Jordan yang mengingat itu, menjadi kesal sendiri. andai saja, wanita itu tidak melakukan hal yang menjijikan seperti itu, Mungkin Jordan akan lebih mudah untuk merebut Asmirandah dari Yudha. karena menurutnya, lebih gampang mengambil wanita itu dari keluarga lain.
Apalagi keluarga dari Peter, masih di bawah pimpinan keluarga Prakoso. bahkan dengan keluarga Orlando saja, keluarga Peter masih berada di bawah dua keluarga berkuasa itu. tentunya tidak akan pernah sulit untuk merebut sesuatu yang berharga dari keluarga Peter itu.
Wajah dari Naomi, seketika merah padam karena menahan amarah yang luar biasa. dua tangannya seketika terkepal dengan sangat kuat.
"Diam!"kini giliran wanita itu yang membentak Jordan.
"kenapa memangnya? apakah kau merasa tertampar dengan penuturanku itu?!"hanya laki-laki itu dengan nada suara yang begitu sinis.
"sudahlah kau tidak usah banyak omong. sekarang Yang aku tanya, apakah kau mau membantuku untuk mendapatkan Zidane kembali?"tanya wanita itu yang mulai kesal.
__ADS_1