
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang wanita yang tak lain adalah Asmirandah baru saja turun dari taksi. siapa lagi orangnya jika bukan Asmirandah.
Wanita itu, seketika langsung mengerutkan keningnya saat mendapati ada sebuah mobil yang terparkir di halaman rumahnya.
"siapa yang datang?" gumam Asmirandah bertanya-tanya. namun demikian, wanita cantik itu tetap saja melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah orang tuanya.
Kedua mata indahnya seketika membulat sempurna saat mendapati sang sahabat, tengah berada di depan kedua orang tuanya tengah berbincang-bincang.
Sontak saja, suara pintu rumah yang dibuka dari arah luar, membuat semua orang seketika mengalihkan pandangan mereka. saja hal itu membuat Asmirandah ketika merasa salah tingkah.
Wanita cantik itu merutuki dirinya sendiri. karena tidak memberitahu sahabatnya itu terlebih dahulu sebelum melakukan kebohongan terhadap kedua orang tuanya.
"mati aku!" rutuk Wanita cantik itu Seraya menepuk keningnya sendiri. Wanita itu sudah tidak memiliki muka untuk mengatakan pengelakan tentang apa yang baru saja ia lakukan itu.
Asmirandah yakin, sebentar lagi Papa dan juga Bundanya pasti akan merasa kecewa jika mengetahui anaknya telah berbohong. dengan langkah gontai, wanita cantik itu mulai membawa kakinya untuk menghampiri Tiara dan juga kedua orang tuanya itu.
"ha...hai semua."wanita cantik itu menyapa semua orang yang ada di sana dengan langkah sedikit grogi.
"Asmirandah, Maaf ya aku memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. karena Sepertinya kau masih lama bersama dengan teman-teman yang lain."ucap Tiara.
Membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika menganga lebar. tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu. hingga pada akhirnya, sebuah kedipan mata membuat Asmirandah ketika paham.
Dengan secepat kilat, kedua wanita itu segera meminta izin untuk berbicara empat mata. tentunya Hal itu membuat Chelsea dan juga Aaron yang melihatnya, seketika menggelengkan. dan tak berselang lama, melangkahkan kakinya untuk kembali ke kamar untuk beristirahat.
Sementara dua wanita cantik itu, tengah berhadapan di taman bunga yang ada di belakang rumah mewah kedua orang tuanya.
"apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Asmirandah menatap ke arah sahabatnya itu dengan tatapan yang sangat lekat.
Membuat Tiara yang mendengar itu, seketika mendelik ke arah sahabatnya itu. wanita cantik yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, masih merasa kesel dengan tingkah laku dari laki-laki yang diyakini, masih memiliki hubungan dengan sang sahabat.
__ADS_1
"kau tahu, kekasihmu itu yang membuat aku harus berbohong kepada kedua orang tuamu." dengus Tiara dengan bibir mencebik.
"maksudnya bagaimana?"Asmirandah Seraya menggaruk lehernya yang tidak gatal.
Dengan secepat kilat, Tiara mulai menceritakan semuanya pada sahabatnya itu. mulai dari perdebatan di antara mereka berdua, pengancaman sampai dengan pemaksaan. membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika sedikit meringis.
"kalau begitu, aku benar-benar minta maaf."ucapnya penuh dengan penyesalan. Tiara seketika mencebik. Namun demikian, wanita yang memiliki rambut panjang itu tetap menganggukkan kepala.
Karena bagaimanapun juga, Tiara tahu sahabatnya itu sangat mencintai dan juga menginginkan laki-laki yang bernama Zidane Prakoso itu.
"kenapa kamu terlihat murung seperti itu?"tanya Tiara saat melihat raut wajah dari sahabatnya itu yang tidak biasa.
Asmirandah yang mendengar itu sejenak terdiam. hingga beberapa saat kemudian, wanita itu kembali menoleh dan menatap lekat ke arah sang sahabat.
"Ada yang ingin aku katakan padamu._; ucapnya dengan sesekali menatap ke arah kiri dan kanan. seperti seseorang yang tidak ingin ketahuan pada orang lain.
"apa yang ingin kamu katakan?"tanya Tiara menatap ke arah sahabatnya itu dengan tatapan cemas. karena sepertinya, wanita yang ada di hadapannya saat ini benar-benar memiliki masalah yang super rumit.
"apa?!" terkejut, tentu saja Tiara merasa sangat terkejut. bagaimana mungkin dirinya melewatkan momen bahagia dari sahabatnya itu.
"bagaimana bisa Asmirandah? kapan? hari apa? di mana? jam berapa?"pertanyaan bertubi-tubi itu seketika meluncur bebas dari mulut Tiara.
Membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika menutup mulut sahabatnya agar tidak semakin histeris saat mengatakan hal-hal selanjutnya.
"sssstttt jangan kencang-kencang. apakah kau mau kalau aku mendapatkan masalah dengan ucapanmu yang sangat besar ini?!"tanya Asmirandah Seraya menekankan setiap kalimatnya.
Tiara yang sejenak terdiam, pada akhirnya menganggukkan kepala. setelah dirasa, wanita itu memiliki ketenangan lebih di dalam hatinya.
"lalu apakah kau bisa mengatakan semuanya dengan jujur?"tanya wanita berambut panjang itu pada sahabatnya.
__ADS_1
Asmirandah mengangguk. kemudian, mulai menceritakan semuanya pada wanita yang ada di sebelahnya saat ini. dan Tiara, menjadi pendengar yang baik.
"lalu apakah rencanamu saat ini?"tanya Tiara menatap ke arah sang sahabat dengan tatapan sedikit gelisah. karena wanita berambut panjang itu tahu apa yang akan dilakukan oleh keluarga besar Prakoso jika hal ini terjadi.
"aku juga belum tahu. tapi yang jelas untuk saat ini, aku harus menyembunyikan terlebih dahulu. sampai pada waktu yang sangat tepat, aku akan mengakui semuanya."putus wanita itu dengan tekadnya.
Tiara yang mendengar itu, hanya dapat menghirup udara sebanyak mungkin. dan setelah beberapa saat, mulai menghembuskannya secara perlahan.
****
"bagaimana rencana kita kedepannya?"tanya Asmirandah pada sang suami. saat wanita itu, sudah berada di dalam kamar pribadinya.
"aku juga belum tahu. tapi yang jelas, secepat mungkin aku akan mempublikasikan hubungan kita. karena aku tidak ingin, ada gosip-gosip miring yang akan muncul kedepannya."jawab Zidane dari seberang sana.
"siapa saja yang tahu tentang hubungan kita ini?"tanya Asmirandah.
"hanya Jordan yang tahu. Memangnya kenapa?"tanya Zidan dari seberang sana.
Asmirandah menggelengkan kepalanya."tidak ada apa-apa. aku hanya ingin memastikan saja. karena aku juga telah mengatakan hal ini pada Tiara."jawabnya dengan tersenyum tipis.
***
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang wanita cantik tengah berdebat dengan seorang laki-laki. siapa lagi mereka jika bukan Yudha dan juga Naomi. mereka berdua terlihat sangat kesal.
Karena ternyata misi mereka dalam mencari keberadaan kedua manusia itu tidak membuahkan hasil.
"ini mereka ke mana?!"tanya Naomi dengan nada yang sangat frustasi.
Sementara Yudha, wajah laki-laki itu juga tak kalah kusut dibanding dengan Naomi. karena demi mencari keberadaan wanita yang sangat ia cintai sampai sekarang, laki-laki itu sampai rela mengobati jadwal bisnisnya.
__ADS_1
Namun, apa hasil yang didapatkan oleh laki-laki itu? hasilnya adalah nol besar alias zonk.
"apa mereka sudah pulang?" tanya Naomi menatap ke arah mantan suaminya itu dengan tatapan cemasnya.