Ditikung Kakak Kandung

Ditikung Kakak Kandung
Bab 95


__ADS_3

Tak lama berselang, mobil yang ditumpangi oleh laki-laki berwajah hitam manis itu, telah sampai di tempat persembunyiannya dengan sang istri.


Dengan wajah yang sedikit kusut, Zidane turun dari dalam mobil mewahnya. laki-laki berwajah manis itu, segera langsung menuju ke tempat istrinya berada.


"dimana istriku berada?" tanya laki-laki itu pada puluhan bodyguard yang berjejer rapi di Depan pintu masuk rumah mewah bergaya minimalis modern itu.


"Nyonya ada di belakang sana Tuan, bersama dengan Nona Tiara."jawab salah satu dari mereka Seraya menunduk hormat.


Tanpa reaksi dari Zidane, laki-laki berwajah manis itu, segera melangkahkan kakinya untuk menghampiri wanita yang sangat dicintai itu.


****


Sementara itu di tempat lain, tepatnya di tempat yang akan dituju oleh laki-laki berwajah manis itu, dua orang wanita cantik, tengah berbincang-bincang. dan sesekali, salah satu dari mereka akan tertawa terbahak-bahak Jika ada yang lucu dari pembicaraan mereka.


"jadi, apakah kamu benar-benar menyukai Jordan?"tanya Asmirandah. saat kedua wanita cantik itu, sudah terdiam cukup lama.


Dengan wajah memerah, Tiara menganggukkan kepalanya dengan gerakan pelan. dan sesekali, wanita itu akan tersenyum dengan ekspresi wajah malu-malu kucing.


"mau aku bantu atau tidak?"tanya Asmirandah dengan nada yang sangat antusias.


Membuat Tiara yang mendengar itu, seketika membulatkan kedua matanya. dengan sorot mata yang berbinar-binar.


"serius kau akan membantuku?"tanya wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu dengan sesekali mengerjapkan matanya perlahan.


Hingga membuat lawan bicaranya, Seketika terkekeh geli melihat tingkah laku dari wanita yang menjadi sahabatnya beberapa tahun itu.


"iya Tiara Sayang aku akan mencoba untuk mendekatkanmu dengan Jordan. Tapi, kau harus mengimbanginya dengan sesekali usaha sendiri dan juga berdoa pada yang di atas agar semuanya berjalan dengan lancar." kecap Asmirandah penuh dengan ketulusan.


Tiara dengan polosnya, hanya mengangguk-anggukkan kepala tentu saja hal itu membuat Asmirandah merasa sangat gemas. ingin rasanya, wanita itu mencubit kedua pipi gembil milik sahabatnya itu.


Tanpa disadari oleh mereka berdua, sedari tadi, ada seseorang yang tengah memperhatikan mereka berdua dari jauh. dengan langkah yang di buat seringan mungkin.


hap

__ADS_1


Asmirandah Seketika terperanjat kaget. saat kedua matanya, ditutup dengan secara tiba-tiba oleh seseorang. hingga membuat wanita itu seketika menjerit tertahan.


"sssstttt ini aku sayang." bisik laki-laki berwajah manis itu dengan suara yang sangat lembut.


"ih Abang! aku kira siapa ngagetin aja!"ucap wanita itu mengomel dan sesekali akan memukul dada bidang dari lelakinya itu.


sementara Zidane dan juga Tiara yang melihat itu, hanya dapat terkekeh pelan karena melihat tingkah laku super lucu dari wanita kesayangan mereka itu.


"kalian romantis banget sih! aku jadi pengen!" celetuk Tiara secara tiba-tiba. hingga membuat pasangan suami istri muda itu, seketika saling pandang. sebelum akhirnya, tersenyum mengejek.


"makanya buruan nikah. jomblo terus sih."ledek Asmirandah Seraya tertawa pelan.


Membuat orang yang digoda itu, seketika mencebikkan bibirnya."nyebelin!" gerutunya Seraya memalingkan wajahnya ke arah lain. hal itu semakin membuat Asmirandah dan juga Zidane yang melihatnya tertawa bahagia.


"Dia itu suka sama Jordan loh."ucap Asmirandah secara tiba-tiba.


Tentunya Hal itu membuat Tiara yang mendengarnya, membulatkan kedua matanya. wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, tidak menyangka jika sahabatnya akan membuka rahasianya.


"Mira kenapa diberitahu?"tanya Tiara memprotes tindakan dari sahabatnya itu.


Untuk beberapa saat, Zidane terpaku mendengar penuturan dari istrinya itu. namun beberapa saat kemudian, laki-laki berwajah hitam manis itu tersenyum tipis.


'setidaknya, jika Jordan bersama dengan Tiara, aku tidak merasa khawatir lagi. jujur Saja, aku masih belum percaya bahwa laki-laki itu telah berhenti menyukai istriku.' batinnya merasa sedikit lega.


"sejak kapan sahabatmu itu menyukai sepupuku?"tanya Zidane menatap datar ke arah sahabat istrinya itu dan menunjuk wanita itu menggunakan dagu.


"sejak kita pertama kali ke luar negeri Beberapa bulan yang lalu itu."jawab Asmirandah dengan antusias.


"mau aku bantu?"tanya laki-laki berwajah gadis itu setelah lama berdiam diri.


Membuat Tiara dan juga Asmirandah, saling pandang satu sama lain. sebelum akhirnya, senyum simpul.


'suamiku ini memang peka.' batin Asmirandah dengan ekspresi wajah bangga.

__ADS_1


Sementara Tiara, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, hanya mendudukkan kepala sesekali menampilkan wajah malu-malu.


***


"aaakkkhhhh! kapan aku harus bergerak? aku sudah merasa bosan dengan situasi seperti ini!" mengacak rambutnya kasar.


drrrttt drrttt


Saat wanita itu, tengah mencakencak seorang diri, terdengar suara nyaring dari dalam ponselnya.


"ada apa ?" tanya Naomi dengan nada yang sangat ketus dan juga kasar.


"hei Kau ini kenapa?"tanya seorang laki-laki yang akhir-akhir ini menjadi partner untuk membalaskan dendam terhadap Asmirandah.


"aku sedang kesal. Jadi kau jangan pernah macam-macam. jika tidak ingin, sesuatu hal yang buruk terjadi padamu!" sahutnya dengan ketus.


"santailah nona. jangan terlalu keras dalam menarik urat. nanti kau akan hancur jika uratmu itu putus." ujar laki-laki itu dari seberang sana.


"jangan menggodaku!" gertak Naomi dengan gigi yang ber gemeletuk. semantara orang yang ada di sebelah sana, seketika terkekeh pelan.


"kau tenang saja Naomi Kau pasti akan menyukai ending dari semua sandiwara ini."laki-laki itu Soraya masih dengan senyuman yang sangat samar terlihat.


"baiklah kalau begitu aku akan menunggunya."setelah mengatakan hal itu, segera menutup panggilan telepon itu.


Wanita yang sangat terobsesi dengan Zidane itu, mulai melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar pribadinya. karena Naomi merasa, tubuh dan pikirannya sudah sangat lelah. apalagi wanita itu, baru saja kehilangan kedua orang tuanya secara mendadak.


"kau memang anak pembawa sial Asmirandah."ucapnya Seraya mengeram kesal dengan kedua tangan yang terkepal dengan sangat kuat.


"aku berjanji, aku akan membuat hidupmu sengsara. apalagi gara-gara kau, Bunda dan juga Papa harus pergi meninggalkanku." sambungnya dengan ada suara berapi-api.


Sungguh, Naomi merasa sangat dendam pada wanita yang berstatus sebagai adik kandungnya itu. jika tidak mengingat rencana yang telah mereka susun, wanita itu ingin sekali melenyapkan wanita sialan itu.


drrrttt drrttt

__ADS_1


Terdengar suara ponsel wanita itu kembali berdering. kali ini, menampilkan nomor dari laki-laki yang menjadi mantan suaminya. siapa lagi jika bukan Yudha.


" CK, kenapa dia menelponku lagi, sih?" tanya wanita itu Seraya berdecak kesal.


__ADS_2