
Setelah tersadar dari rasa terkejutnya, pada akhirnya Asmirandah mencoba untuk mengingatkan laki-laki itu agar tetap tenang.
"tolong Jordan jangan seperti ini. bagaimanapun juga, dia adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki."ucapnya Seraya mencoba untuk melepaskan cengkraman tangan dari leher Naomi.
Jordan yang mendengar itu pun, hanya dapat menghela nafas panjang. kemudian dengan segera, mulai melepaskan cengkraman tangannya. dan langsung membanting tubuh milik wanita itu hingga terkapar di atas lantai.
"beruntung istriku masih memiliki perasaan iba padamu. karena akan aku pastikan aku akan membunuhmu jika sampai istriku tidak memiliki perasaan lagi padamu."setelah mengatakan hal itu, Jordan segera membawa Asmirandah untuk pergi dari sana.
Sementara Naomi sendiri, wanita itu masih menatap tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh adik satu-satunya itu.
"sialan kenapa dia bisa menjadi sedih itu padaku? apakah benar dia sudah tidak memiliki perasaan peduli pada kakaknya sendiri?"Naomi mulai bertanya-tanya.
Dengan gerakan sempoyongan, wanita yang berstatus seperti kakak kandung dari Asmirandah itu mulai mencoba untuk bangkit walaupun harus bersusah payah.
"awwsss sakit sekali!" ringisnya saat mencoba untuk bangkit dari tempat dia terduduk saat ini.
Karena sungguh, tubuhnya benar-benar remuk redam. karena semalaman suntuk, wanita itu dihukum oleh Jordan dengan cara menjadi pelayan rumah itu tanpa berhenti sedikit pun.
Mungkin memang Jordan tidak menghukum Naomi seperti semestinya. tapi jangan pikir, laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu akan berdiam diri saja melihat istrinya tersakiti seperti itu.
Laki-laki itu, menghukum Kakak dari Asmirandah itu dengan cara menjadikan wanita itu pelayan semalaman dan tidak ada istirahat sama sekali. Tentunya, itu membuat Naomi merasakan sakit luar biasa. karena hukuman ini, lebih parah daripada hukuman dipukul dua orang laki-laki sekaligus.
"aku harus mendapatkan apa yang aku inginkan bagaimanapun caranya?" gumam wanita itu Seraya memilih untuk pergi dari sana.
Karena wanita itu merasa kehadirannya di sini tidak bisa membuat Jordan membantunya. justru dirinya mendapatkan siksaan yang begitu mengerikan di tempat ini.
****
"aku mau pulang saja!"ucap Naomi. saat wanita itu, sudah berada di samping Asmirandah dan juga Jordan yang tengah berbincang-bincang.
mendengar penuturan dari wanita itu, membuat sepasang suami istri itu seketika menoleh.
__ADS_1
"apakah kau masih berani untuk menyakiti istriku?"tanya laki-laki itu dengan nada suara mengejek.
Naomi yang mendengarnya hanya terdiam Seraya membuang muka ke arah lain. Rasanya, ingin sekali wanita itu mencapik-capek wajah menyebalkan milik Jordan. namun apa boleh buat, ternyata kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan laki-laki itu.
****
"kenapa dengan wajahmu ini?"tanya Celine yang merasa terkejut saat melihat raut wajah dari Naomi yang begitu berantakan.
"gara-gara Jordan sialan itu!"ucapnya Seraya menepis tangan Celine.
Membuat wanita paruh baya itu, ketika mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh wanita yang ada di hadapannya saat ini.
"kenapa memangnya?"tanya wanita itu dengan raut wajah penasaran.
Kemudian dengan menghirup udara sebanyak mungkin, dan menghembuskannya secara perlahan, wanita itu mulai menceritakan semuanya pada Celine.
"apakah kau ingin aku bantu?"tanya wanita paruh baya itu pada mantan menantunya itu.
"jangan dulu. aku akan mencari tahu sendiri apa kelemahan dari adik kandungku itu. lalu setelahnya, aku akan mulai menghancurkan orang-orang yang telah menyakitiku."ucapnya penuh dengan tekad.
"bagus aku suka akan hal itu!"ucap Celine tersenyum puas.
***
Sementara itu di kediaman keluarga Prakoso, terlihat semua orang tengah berkumpul di sana. tak terkecuali Zidane dan juga Tiara. dua orang yang sebenarnya masih tercatat sebagai pasangan suami istri yang sah itu, malah menatap satu sama lain dengan tatapan yang begitu mengerikan.
Seperti seorang musuh yang ingin membantai satu sama lain. Ajeng yang melihat itu, segera menyenggol lengan milik tanya sendiri dengan sesekali menatap ke arah Tiara melalui dagu.
"apakah ada masalah?"tanya wanita paruh baya itu cara yang menatap ke arah keduanya secara bergantian.
"nanti akan aku kasih tahu."jawab laki-laki itu dengan berbisik di telinga sang ibu. Ajeng yang mendengarnya seketika menganggukkan kepala.
__ADS_1
Sementara Tiara sendiri, wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu saat ini tengah menatap Zidan dengan tatapan yang sulit untuk dibaca. arti dari wanita berambut panjang sampai pinggang itu, benar-benar sangat kacau saat ini.
"bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan? aku tidak mau sampai orang-orang itu mengetahui sifat burukku selama ini."bagaimana caranya, karena sampai saat ini pun, Tiara tidak mengetahui apa yang harus dia lakukan.
"aku harus benar-benar mengancam laki-laki itu."ucapnya penuh dengan tekad.
"Tiara apakah ada yang mengganjal dalam otakmu?"tanya Oma Keisha Seraya menyenggol tahu milik wanita itu.
Tiara seketika merasa gelagapan dibuatnya. dan tak lama berselang, wanita itu pun menggelengkan kepalanya.
****
"halo Sheila apa kabar kamu?"tanya Sahara--Bunda dari Jordan. yang saat ini, wanita paruh panjang itu tengah menghubungi menantunya.
("aku sedang baik-baik saja tante.") Asmirandah menjawab dengan nada suara yang begitu grogi.
"kenapa masih panggil aku dengan sebutan tante? kenapa nggak mama seperti Jordan?"protes wanita setengah baya itu dengan wajah cemberut.
Asmirandah yang mendengarnya, seketika tersenyum simpul. kemudian dengan segera, menganggukan kepala menyetujui permintaan dari wanita paruh baya yang ada di sebelah sana.
"ya sudah Mama hanya ingin mendengar kabarmu saja. kalau begitu, Mama akan tutup telepon ini."setelah mengatakan hal itu, Sahara segera menutup panggilan teleponnya.
Sungguh, wanita paruh baya itu, saat ini benar-benar merasa sangat bahagia karena mendapatkan menantu dari keluarga baik-baik. karena Jordan telah memberitahukan bahwa kedua orang tua Sheila meninggal karena kecelakaan. mungkin lebih baik daripada keluarga dari Asmirandah. pikir Sahara tersenyum simpul.
****
"siapa yang menelponmu?"tanya Jordan Soraya melingkarkan kedua lengan kekarnya di perut ramping milik istrinya itu.
"Mama tadi telepon aku."jawab wanita itu dengan tersenyum simpul. Jordan yang mendengarnya, ketika merasa begitu bahagia. laki-laki yang memiliki jambang tipis di kiri dan kanan wajahnya itu, benar-benar tidak menyangka. semua keluarga besarnya, menerima kehadiran dari Asmirandah.
Hal itu semakin membulatkan tekad dari Jordan, agar tidak membongkar rahasia dari Asmirandah sampai kapanpun. agar wanita itu, tetap mendapatkan tempat yang istimewa di dalam keluarga Prakoso. karena, jika semuanya terbongkar, maka semuanya akan hancur berkeping-keping. dan Jordan tidak siap akan hal itu.
__ADS_1