
Beberapa saat kemudian....
"Zidane, ayo kita pulang!"ajak Ajeng pada putranya itu.
Membuat Zidane, yang mendengar itu langsung menoleh ke arah sumber suara. dan tak lama berselang, laki-laki berwajah hitam manis itu segera menatap ibunya dengan tatapan yang sangat lekat.
"apakah Kita Harus pulang?"tanya laki-laki itu berubah sangat sendu.
Ajeng yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala."untuk saat ini, kita harus mengikuti apa kata mereka. kalau nanti kita sudah memiliki cara untuk keluar dari lingkaran terkutuk itu, Mami janji kita akan langsung pergi dan meninggalkan situasi seperti ini!"ucap wanita itu mencoba untuk menyemangati putranya.
"baiklah kalau begitu!"setelahnya, Zidane segera memberikan Haidar pada para pengasuhnya. dan dengan segera, laki-laki itu keluar dari sana bersama dengan sang ibu.
****
("halo Tiara, kau ada di mana?") terdengar suara seorang wanita rentang yang tengah menelpon dan mengkhawatirkan keadaannya.
"aku ada di sebuah tempat Oma. Memangnya, kenapa?"tanya wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu.
("apakah kamu bisa pulang sekarang? sebentar lagi acaranya akan dimulai!") tutur Oma Keisha dengan tawannya dari seberang sana.
"baiklah Oma. aku akan segera pulang."setelah mengatakan hal itu, Tiara segera menutup sambungan teleponnya itu dan menatap datar ke arah nomor yang baru saja menghubunginya itu.
"jika aku tidak mengingat akan semua rasa sakit hati dan juga acara balas dendamku, aku tidak akan pernah sudi masuk di keluarga yang sangat aneh seperti keluarga kalian." sambungnya.
drrrttt drrttt
Tepat di saat wanita berambut panjang sampai pinggang itu menyelesaikan kalimatnya, seseorang menghubunginya. dan dengan cepat, wanita itu mengangkatnya.
__ADS_1
"halo ada apa?"tanpa memperhatikan siapa yang menelponnya, Tiara langsung saja mengangkat panggilan itu. karena dirinya mengira, bahwa yang menelpon adalah anak buahnya. yang ia tugaskan untuk memata-matai orang-orang yang baru saja mengikuti dirinya itu.
Namun kedua bola mata wanita itu membulat sempurna. saat menyadari, siapa yang menghubunginya saat ini.
("kenapa kamu melakukan ini Tiara? bukankah kita adalah seorang sahabat?")
Pertanyaan itu, seketika lolos dari mulut Asmirandah. membuat Tiara yang mendengarnya, sejenak terpaku. hingga tak lama berselang, terdengar kekehan kecil dari mulutnya.
"seorang sahabat ketemu? seorang sahabat tidak akan pernah menyakiti sahabatnya sendiri apapun Yang terjadi. dan setelah apa yang kamu lakukan padaku, masih pantaskah kamu menganggapku sebagai sahabat? aku rasa itu tidak perlu lagi! karena mulai saat ini, aku sangat sangat membencimu!"ucapnya dengan suara meninggi di akhir kalimatnya. setelah itu, mematikan panggilan secara sepihak.
Tak lama berselang, seorang laki-laki jangkung muncul di hadapannya."Ada apa Jimmy? kau membawa kabar baik?"tanya wanita rambut panjang sampai pinggang itu to the point.
Laki-laki yang ada di hadapannya itu, menganggukkan kepala. "dia adalah Naomi! kakak kandung dari Asmirandah. dia mencoba untuk mencelakai anda." adu laki-laki itu Seraya menyerahkan sebuah bukti berupa sebuah foto plat mobil dan juga beberapa rekaman video kepada Tiara.
Sementara wanita itu, seketika tersenyum miring."kau benar-benar ingin bermain-main dengan Tiara Delano rupanya."setelahnya, wanita itu segera bangkit dari sana karena memang harus menghadiri acara resepsi pernikahan Zidane.
"kita tunggu saja tanggal mainnya!"setelahnya Tiara benar-benar pergi dari sana.
****
Tepat saat mobil wanita itu terparkir di halaman rumah milik keluarga Prakoso, mobil yang ditumpangi oleh Zidane pun juga berhenti di sana.
Senyum manis seketika tercetak jelas dari wajah Tiara. wanita yang memiliki rambut panjang sampai pinggang itu, segera membuka pintu mobilnya dan langsung memeluk tubuh laki-laki itu dengan sangat erat. tentunya hal itu membuat si empunya, merasa sangat terkejut.
Dengan gerakan refleks, laki-laki itu mendorong tubuh dari Tiara agar menjauh darinya.
"apa yang kau lakukan?!"sentak laki-laki itu dengan tatapan mata yang sangat tajam.
__ADS_1
Sementara Tiara, wanita itu tersenyum simpul. dan tanpa basa-basi lagi, Tiara menarik tangan Zidane dan membawanya masuk ke dalam rumah. begitu mereka masuk ke dalam bangunan itu, suasana di dalam sana terlihat sangat ramai.
"kalian berdua habis dari mana? kenapa pulangnya bersama-sama seperti itu? bukankah kamu mengatakan pergi seorang diri?"tanya Oma Keisha dengan raut wajah sedikit terkejut. namun tak berselang lama, senyuman wanita renta itu mengukir dengan sempurna.
"sudahlah itu tidak penting! yang terpenting sekarang, kalian harus mempersiapkan diri untuk acara nanti malam."sambungnya dengan senyuman yang tidak luntur di wajah keriputnya.
Sungguh, wanita sepuh itu merasa sangat bahagia. dapat mewujudkan impian bersanding bersama dengan keluarga yang begitu layak. karena wanita renta itu sungguh menentang hubungan antara Zidane dan juga Asmirandah. karena keluarga wanita itu, sudah dianggap tercoreng akibat ulah dari Naomi.
Memang tidak adil rasanya jika semuanya dipukul rata seperti ini. siapa yang berbuat, siapa pula yang bertanggung jawab. tapi, peraturan tetaplah peraturan dan tidak mudah untuk dirubah.
Tiara segera menarik tangan Zidane untuk masuk ke kamar laki-laki itu.
"lepaskan aku wanita sialan!"umpat laki-laki itu Seraya melayangkan tatapan tajam pada wanita yang ada di hadapannya saat ini.
Namun, hal itu sama sekali tidak digubris oleh Tiara. rasa sakit yang dialami oleh wanita itu, membuat Tiara menebalkan wajahnya dengan rasa malu.
"kenapa kau selalu menolakku? bukankah kita sudah menjadi suami istri yang sah? dan kau sudah berpisah dengan Asmirandah! Jadi, jangan pernah berani untuk berbuat macam-macam atau kau akan menyesal nantinya!"selesai mengatakan hal itu, Tiara segera mendorong tubuh Zidane.
Hingga membuat laki-laki yang belum siap itu, seketika terhempas di atas tempat tidur.
"kau benar-benar sudah berubah! mana Tiara yang tidak ingin membuat sahabatnya menderita? apakah semua itu adalah omong kosong belaka?!"tanya laki-laki wajah manis itu saat sudah dapat mengendalikan dirinya sendiri.
Tiara yang mendengarnya, seketika berbalik dan menatap tajam ke arah Zidane."aku berubah juga karena wanita yang kau cintai itu. Jika ia tidak menyakitiku terlebih dahulu, mungkin saja aku juga tidak akan menyakitinya!" sentaknya dengan tatapan yang lebih tajam.
"masalah Jordan?"tebak laki-laki itu.
"Tentu saja, aku sangat mencintai adik sepupumu itu. tapi dengan gampangnya, wanita yang merupakan wanita kesayanganmu itu, berhasil menghancurkannya berkeping-keping. dan sekarang, mereka sudah disatukan dalam proses pernikahan!"ucapnya menatap sinis ke arah Zidane.
__ADS_1
Membuat laki-laki itu, sejenak terdiam. hatinya terasa sangat perih saat mendengar bahwa wanita yang sangat ia cintai, benar-benar sudah menikah dengan orang lain. dan yang lebih parahnya lagi, orang itu adalah adik sepupunya sendiri.